Rumah Mantan Ketua Demokrat Lampung Dirampok

- Jurnalis

Sabtu, 29 Maret 2025 - 10:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

berandalappung.com – BANDAR LAMPUNG — Rumah mantan Ketua Demokrat Lampung, Thomas Riska di Jalan Nusa Indah Pahoman Bandar Lampung dirampok pada Sabtu (29/3/2025) pukul 00.30 WIB dini hari.

Berdasarkan rekaman video yang diterima, tampak sejumlah anggota kepolisian berada di rumah tersebut pasca perampokan terjadi.

Dalam video itu, tampak Thomas Riska yang merupakan mantan Ketua Demokrat Lampung dan pemilik tempat Wisata Tegas Mas itu sedang berbicara dengan beberapa orang.

Diketahui, ada seorang penjaga yang meninggal dunia akibat diserang oleh pelaku perampokan dengan menggunakan senjata tajam.

Korban atas nama Aop Sofiani (53) meninggal usai mengalami luka pada bagian kepala dan tangan.

Baca Juga :  Bapenda Lampung Jalin Sinergi dengan GGPC untuk Optimalisasi Pajak Daerah

Di video lain, tampak Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menemui dan berbincang dengan salah satu keluarga Thomas Riska yang sedang dirawat di rmuah sakit.

Dari perbincangan itu terungkap kronologis kejadian tersebut. Dimana awalnya saat keluarga Thomas itu sedang hendak pulang ke rumah, ada pelaku yang dari awal sudang mengikuti menggunakan sepeda motor.

Pelaku sudah mengintai dari lampu merah Chandra Super Market Rawa Laut dan terus sampai ke halaman parkir rumah Thomas Riska.

“Di lampu merah berhenti dia juga berhenti di sebelah kiri. Dia ngeliatin,” ujarnya.

Awalnya mereka masih mengira kalau si pelaku akan berbeda arah, namun kemudian pelaku tetap mengikuti sampai ke depan rumah Thomas Riska.

Baca Juga :  Pempred Club lahir Sebagai Mitra Kritis Untuk Gubernur Lampung

“Kita belok kiri, kita masih positif thinking mungkin dia mau belok kanan, kita berhenti dulu di perempatan Nusa Indah. Dia berhenti juga,” jelasnya.

Kemudian akhirnya tiba di rumah Thomas, pelaku datang dan menyerang menggunakan sajam. Seisi rumah lalu menyelamatkan diri dengan masuk ke kamar.

Bahkan pelaku sempat berdual dengan penjaga rumah dan berupaya menggedor-gedor kamar di rumah tersebut. Menurut korban, peristiwa itu berlangsung sekitar 15 menit.

Terkait hal ini, Kabid Humas Polda Lampung maupun Kasi Humas Polresta Bandar Lampung belum memberikan keterangan secara detail.

Editor : Hengki Padangratu

Sumber Berita: Rilisid

Berita Terkait

Usai Penyegelan Toko Mas, Polda Lampung Kejar Aktor Besar di Balik Tambang Emas Ilegal Way Kanan
Laskar Lampung “Gugat” Ketegasan Kapolda Tambang Ilegal, Dari Lubang Tanah ke Jejak Uang
Warga Jati Agung Laporkan Pencurian Motor di Parkiran Alfamart ke Polsek Tanjung Senang
DPRD Bandar Lampung Minta Dinkes Kota Periksa Terkait Dugaan Meninggal Dunia Pasen di RSIA Puri Betik Hati
Kuasa Hukum RSUAM Bantah Klaim Inisiatif Uang dari Direktur, Sebut Permintaan Berawal dari Terdakwa
Kasus Pupuk Bersubsidi: Polisi Tetapkan Pemilik Kios hingga Perantara sebagai Tersangka
BAKAS MATI DI KANDANG, BUKTI GAGALNYA KONSERVASI! — GERMASI: “HARIMAUNYA YANG DIPENJARA, PERAMBAHNYA DIBIARKAN!
BNNP Lampung Akan Dikepung, Tuntut Mantan Pengurus HIPMI Pemakai Narkoba Ditahan
Berita ini 406 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 08:00 WIB

Usai Penyegelan Toko Mas, Polda Lampung Kejar Aktor Besar di Balik Tambang Emas Ilegal Way Kanan

Kamis, 26 Maret 2026 - 20:13 WIB

Laskar Lampung “Gugat” Ketegasan Kapolda Tambang Ilegal, Dari Lubang Tanah ke Jejak Uang

Rabu, 18 Maret 2026 - 08:48 WIB

Warga Jati Agung Laporkan Pencurian Motor di Parkiran Alfamart ke Polsek Tanjung Senang

Senin, 16 Maret 2026 - 15:00 WIB

DPRD Bandar Lampung Minta Dinkes Kota Periksa Terkait Dugaan Meninggal Dunia Pasen di RSIA Puri Betik Hati

Sabtu, 14 Maret 2026 - 15:24 WIB

Kuasa Hukum RSUAM Bantah Klaim Inisiatif Uang dari Direktur, Sebut Permintaan Berawal dari Terdakwa

Berita Terbaru

Berita Lainnya

Petikan Senar Kemanusiaan Irjen Helmy untuk Mas Tri

Senin, 1 Jun 2026 - 20:47 WIB

Berita Lainnya

Di Balik Ambruknya Rupiah yang Kian Mendekati Rp 18.000

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:53 WIB