Membongkar Tabu: Menengok Kembali Riwayat Masjid Inklusif Pertama di Paris
berandalappung.com— Raja Basa, jauh di sudut ibu kota Prancis, sebuah ruang ibadah berdiri dengan riak kontroversi yang tak pernah benar-benar surut sejak akhir 2012. Dikenal sebagai Mosquée de l’Unicité (Masjid Keesaan), tempat ini menasbihkan diri sebagai masjid ramah kelompok lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) pertama di Prancis—bahkan salah satu yang pionir di dataran Eropa.
Namun, mencari alamat presisi masjid ini di mesin pencari adalah kesia-siaan. Pengelolanya sengaja menggembok rapat-rapat informasi lokasi demi alasan keselamatan. Di tengah bayang-bayang ancaman dan resistensi keras kelompok konservatif, kerahasiaan adalah satu-satunya benteng bagi para jemaah.
Menggugat Pakem Tradisional
Inisiator di balik gerakan berani ini adalah Ludovic-Mohamed Zahed, seorang aktivis Muslim gay yang juga membidani organisasi Homosexual Muslims of France (HM2F).
Zahed melangkah maju dengan keresahan yang akut: banyak Muslim homoseksual yang mengalami krisis identitas, tertekan, hingga akhirnya memilih angkat kaki dari agama karena penolakan lingkungan.(***)
Editor : alex jefri
Sumber Berita: Kompastuntas.com











