Ikut Tidak Ikut Field Trip / PKL, Pascasarjana UIN RIL Bandrol 6 Juta Per-mahasiswa

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 21 September 2023 - 16:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERANDALAPPUNG.COM – Dilansir dari tim pers mahasiswa (perma) terkait dengan diwajibkannya mahasiswa jenjang Strata Satu (S1) untuk mengikuti kegiatan Field Trip yang diadakan dari Kampus Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.

 

Mengenai hal tersebut, mahasiswa berinisialkan R dan A dari Program Studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Raden Intan Lampung membuka suara, jika ada sebuah paksaan dalam mengikuti kegiatan field trip yang berkedok Penguatan Kompetensi Lapangan (PKL) di Prodi yang mereka tempuh.

 

“Kini terjadi pada tatanan lebih tinggi yaitu di Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Hal ini menjadi bahan diskusi mahasiswa yang notabene keberatan atas kegiatan Field Trip / PKL tersebut,” katanya ke awak media Kamis (21/9/2023).

Baca Juga :  TIM Kuasa Hukum PBH IKA Unila, Bung Osep Doddy : Mengecam Keras Penahanan Wawan Kurnian

 

Tidak adanya wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan pendapat dan pandangannya pascasarjana dalam hal ini Prodi dinilai cenderung diktator & memaksakan kehendaknya.

 

“Pernah memang sebelumnya diadakan rapat untuk membahas hal itu, tetapi di dalamnya tidak ada jejak pendapat atau pun voting mengenai pandangan mahasiswa pascasarjana terkait dengan kegiatan PKL ke Luar Negeri tersebut,” kata mahasiswa Pascasarjana di wawancarai oleh awak media.

 

“Malahan yang membuat kami bingung adalah kegiatan yang tidak ada dasarnya ini baik dari pedoman akademik mau pun peraturan lainnya yang berlaku di program pascasarjana, jika diamati tidak ada peraturan yang mewajiban bagi mahasiswa untuk Field Trip ke Luar Negeri, dan mirisnya lagi ada stetment lucu yang dikeluarkan dari pihak prodi : Ikut tidak ikut wajib bayar Field Trip (6jutaan) atau silahkan mengundurkan diri karena pascasarjana tidak mau punya mahasiswa kere” tambah mahasiswa Pascasarjana Program Magister tersebut

Baca Juga :  Pj. Gubernur Lampung Dorong Alumni FKIP Kimia Unila Jadi Pelopor Inovasi Pendidikan dan Teknologi

 

Dari keterangan yang dikumpulkan bahwa diindikasi adanya paksaan dan kamuflase dari pihak prodi bagi mahasiswa untuk mengikuti kegiatan tersebut, karena jika kegiatan tersebut memang pure hanya Penguatan Kompetensi Lapangan (PKL).

 

Itu sudah dilaksanakan oleh mahasiswa di beberapa daerah (kabupaten lamtim & lamsel) dan juga tidak mesti harus ke Luar Negeri, bisa juga seperti Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) misalnya mereka melaksanakan kegiatan tersebut hanya ke Bandung, jadi tidak terlalu memberatkan bagi mahasiswa aktif yang mau menyelesaikan Program Magisternya.

Berita Terkait

Membara di Lampung Timur: Rakyat Delapan Desa Melawan Mafia Tanah dan Bayang-Bayang Militeristik
Bencana Mengintai Lampung, Proyek Air Bersih BPBD Diterpa Isu Miring
PWI Lampung Mulai Seleksi Atlet Karaoke untuk Porwanas 2027
Bukan Cuma Urusan Ibu: Menakar Gerakan Ayah Mengantar Anak di Lampung Utara
Universitas Teknokrat Siap Dukung HPN dan Porwanas 2027 di Lampung
Puluhan Calon Advokat Lampung Ikuti UPA Peradi 2026 secara Serentak
Massa Aliansi TRIGA Akan Kepung Kementerian PUPR dan INA, Desak Pembatalan Kenaikan Tarif Tol Bakter
Dihadapan Ratusan SPPI, Pangdam XXI/RI Ungkap Kunci Kepemimpinan Sejati
Berita ini 287 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:15 WIB

Membara di Lampung Timur: Rakyat Delapan Desa Melawan Mafia Tanah dan Bayang-Bayang Militeristik

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:19 WIB

Bencana Mengintai Lampung, Proyek Air Bersih BPBD Diterpa Isu Miring

Senin, 13 Juli 2026 - 23:32 WIB

PWI Lampung Mulai Seleksi Atlet Karaoke untuk Porwanas 2027

Senin, 13 Juli 2026 - 19:03 WIB

Bukan Cuma Urusan Ibu: Menakar Gerakan Ayah Mengantar Anak di Lampung Utara

Senin, 13 Juli 2026 - 18:59 WIB

Universitas Teknokrat Siap Dukung HPN dan Porwanas 2027 di Lampung

Berita Terbaru

Pemerintahan

Mengapa Kejagung Mengerem Kasus Makan Bergizi Gratis?

Kamis, 16 Jul 2026 - 07:10 WIB