Kekerasan di EPA Memalukan, Sikambara Minta Sanksi Tegas

- Jurnalis

Senin, 20 April 2026 - 08:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kekerasan di EPA Memalukan, Sikambara Minta Sanksi Tegas

Junaedi: Ini Alarm Bahaya Pembinaan Sepak Bola Usia Muda

Berandalappung.com — Insiden kekerasan yang melibatkan pemain Elite Pro Academy (EPA) Bhayangkara FC terhadap pemain muda Dewa United dalam laga EPA U-20 di Semarang memicu gelombang kecaman publik. Aksi “tendangan kungfu” yang viral di media sosial itu dinilai mencoreng wajah sepak bola nasional dan memperlihatkan rapuhnya pembinaan mental pemain usia dini.

Ketua supporter Sikambara Lampung, Junaedi, angkat bicara keras atas peristiwa tersebut. Ia menyebut kejadian itu bukan sekadar pelanggaran biasa, melainkan sinyal serius kegagalan dalam membangun karakter pemain muda.

“Ini bukan sekadar pelanggaran biasa. Ini alarm bahaya bagi sistem pembinaan kita. Kalau sejak muda sudah mengedepankan kekerasan, bagaimana masa depan sepak bola kita?” tegas Junaedi, Senin (20/4/2026).

Menurutnya, sepak bola tidak hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga menjunjung tinggi nilai sportivitas, etika, dan pengendalian emosi. Ia menilai insiden tersebut menunjukkan lemahnya pembinaan mental di level akademi.

Junaedi yang juga Presiden Pajero One Indonesia Chapter Krakatau, CEO Rumah Makan Minang Indah Grup, serta Wakil Bendahara DPP APINDO Lampung, mendesak penyelenggara liga dan klub bertindak tegas.

Baca Juga :  Respons Cepat, Dinkes Bandar Lampung Fogging Puluhan Rumah Cegah Penyebaran DBD

Kami berharap ada sanksi tegas, bukan hanya formalitas. Harus ada efek jera. Jangan sampai hal seperti ini dianggap lumrah di kompetisi usia muda,” ujarnya.

Lebih jauh, ia mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan pemain, terutama dalam aspek mental dan emosional. Menurutnya, pelatih dan manajemen klub memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter pemain sejak dini.

Baca Juga :  Pendidikan Hukum, Kunci Wartawan Perkuat Kompetensi dan Etika Jurnalistik

Pembinaan itu bukan cuma fisik dan teknik. Mentalitas harus jadi prioritas. Klub dan pelatih harus benar-benar serius dalam hal ini,” tambahnya.

Seperti diketahui, insiden terjadi usai laga EPA U-20 antara Bhayangkara FC dan Dewa United di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4). Dalam video yang beredar luas, seorang pemain Bhayangkara FC terlihat berlari dan melayangkan tendangan keras ke arah wajah pemain Dewa United hingga menyebabkan luka. Aksi tersebut langsung menuai kecaman karena dinilai brutal dan tidak mencerminkan nilai sportivitas.

Peristiwa ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan sepak bola Indonesia untuk berbenah, menciptakan kompetisi yang sehat, aman, serta mendidik bagi generasi muda. (***)

Editor : alex jefri

Berita Terkait

Tokcer di MA, PERADI Lampung Gelar Tasyakuran Menuju Wadah Tunggal ‘Single Bar’
Lampung Police Watch (LPW) menyoroti keras tindakan penembakan terhadap terduga pelaku begal berinisial JI, warga Jabung, Lampung Timur, yang tewas saat proses penangkapan.
Dinilai Menabrak Prosedur, Pembongkaran Gedung Hang Jebat Terjadi Saat Mediasi PKBI-Kemenkes Berlangsung
Babak Akhir Sengketa Peradi: Mahkamah Agung Menangkan Kubu Otto Hasibuan
Puskesmas Kemiling Bersama Dinkes Kota Bandar Lampung Gelar Gerakan Aksi Bergizi di SMA Negeri 14 Bandar Lampung
Petikan Senar Kemanusiaan Irjen Helmy untuk Mas Tri
Di Balik Ambruknya Rupiah yang Kian Mendekati Rp 18.000
Marga Buay Pemuka Bangsa Raja Negeri Besar Way Kanan Persoalkan Perluasan Register 44 Sungai Muara Dua Dalam Mufakat Agung
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:18 WIB

Tokcer di MA, PERADI Lampung Gelar Tasyakuran Menuju Wadah Tunggal ‘Single Bar’

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:07 WIB

Lampung Police Watch (LPW) menyoroti keras tindakan penembakan terhadap terduga pelaku begal berinisial JI, warga Jabung, Lampung Timur, yang tewas saat proses penangkapan.

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:47 WIB

Dinilai Menabrak Prosedur, Pembongkaran Gedung Hang Jebat Terjadi Saat Mediasi PKBI-Kemenkes Berlangsung

Kamis, 4 Juni 2026 - 07:34 WIB

Babak Akhir Sengketa Peradi: Mahkamah Agung Menangkan Kubu Otto Hasibuan

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:39 WIB

Puskesmas Kemiling Bersama Dinkes Kota Bandar Lampung Gelar Gerakan Aksi Bergizi di SMA Negeri 14 Bandar Lampung

Berita Terbaru

Hukum

Jerat Manis “Kuota Polda” Berujung Bui tiga Tahun

Jumat, 5 Jun 2026 - 09:12 WIB