Wira Garden Perkuat Sistem Keamanan Pasca Insiden 1 April 2026
berandalappung.com — Bandar Lampung, pengelola Taman Wisata AlamWira Gardenmelakukan serangkaian pembenahan menyeluruh pada sistem keamanan dan kenyamanan pengunjung menyusul kejadian yang terjadi pada 1 April 2026 lalu.
Langkah ini disebut sebagai evaluasi penting dalam perjalanan pengelolaan destinasi wisata tersebut sejak berdiri pada awal tahun 2000-an.
“Sejak awal berdiri, kami terus beradaptasi untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung. Namun peristiwa kemarin menjadi pelajaran berharga untuk memperkuat sistem keamanan secara lebih komprehensif,” ujar Pengelola Wira Garden, Dedy Haryanto.
Selain mempertahankan sistem yang telah berjalan seperti pemasangan imbauan dan penempatan petugas di sejumlah titik pengelola kini menambah skema mitigasi berdasarkan informasi cuaca di kawasan hulu. Langkah ini dilakukan melalui koordinasi dengan aparat setempat guna mendeteksi potensi kenaikan debit udara lebih dini.
Dengan sistem tersebut, pengelola mengklaim dapat melakukan langkah antisipasi dan membantu pengunjung, khususnya yang berada di area sungai, dalam rentang waktu yang lebih cepat dibandingkan sebelumnya.
Di sisi lain, standar operasional prosedur (SOP) juga diperketat, termasuk penambahan imbauan keselamatan yang disampaikan kepada setiap pengunjung sejak di loket masuk.
Dedy menyatakan, pembenahan ini diharapkan mampu mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. “Kami berharap kejadian kemarin menjadi yang pertama dan terakhir,” katanya.
Pengelola juga menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah dalam melakukan audit keamanan destinasi wisata, sebagai bagian dari upaya peningkatan standar keselamatan pariwisata di Bandar Lampung.
Terkait korban, pihak pengelola mengaku telah memberikan santunan sebagai bentuk tanggung jawab. Hingga kini, komunikasi dengan keluarga korban disebut tetap terjalin dengan baik. Bahkan, pengelola menyatakan komitmennya untuk membantu pendidikan adik salah satu korban.
Langkah-langkah ini menjadi penanda bahwa pengelolaan wisata tidak lagi cukup bertumpu pada daya tarik alam semata, melainkan juga pada kesiapan mitigasi risiko yang terukur dan berkelanjutan.(***)
Editor : Alex Buay Sako











