Wira Garden Perkuat Sistem Keamanan Pasca Insiden 1 April 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 16 April 2026 - 20:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wira Garden Perkuat Sistem Keamanan Pasca Insiden 1 April 2026

 

berandalappung.com — Bandar Lampung, pengelola Taman Wisata AlamWira Gardenmelakukan serangkaian pembenahan menyeluruh pada sistem keamanan dan kenyamanan pengunjung menyusul kejadian yang terjadi pada 1 April 2026 lalu.

Langkah ini disebut sebagai evaluasi penting dalam perjalanan pengelolaan destinasi wisata tersebut sejak berdiri pada awal tahun 2000-an.

“Sejak awal berdiri, kami terus beradaptasi untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung. Namun peristiwa kemarin menjadi pelajaran berharga untuk memperkuat sistem keamanan secara lebih komprehensif,” ujar Pengelola Wira Garden, Dedy Haryanto.

Selain mempertahankan sistem yang telah berjalan seperti pemasangan imbauan dan penempatan petugas di sejumlah titik pengelola kini menambah skema mitigasi berdasarkan informasi cuaca di kawasan hulu. Langkah ini dilakukan melalui koordinasi dengan aparat setempat guna mendeteksi potensi kenaikan debit udara lebih dini.

Baca Juga :  Selamat, Ketua DPD Partai Golkar Lampung Hanan A. Rozak Berhasil Ciptakan Dinasti Golkar di Kabupaten Tulang Bawang Pilih Anak Kandung Jadi Ketua

Dengan sistem tersebut, pengelola mengklaim dapat melakukan langkah antisipasi dan membantu pengunjung, khususnya yang berada di area sungai, dalam rentang waktu yang lebih cepat dibandingkan sebelumnya.

Di sisi lain, standar operasional prosedur (SOP) juga diperketat, termasuk penambahan imbauan keselamatan yang disampaikan kepada setiap pengunjung sejak di loket masuk.

Dedy menyatakan, pembenahan ini diharapkan mampu mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. “Kami berharap kejadian kemarin menjadi yang pertama dan terakhir,” katanya.

Pengelola juga menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah dalam melakukan audit keamanan destinasi wisata, sebagai bagian dari upaya peningkatan standar keselamatan pariwisata di Bandar Lampung.

Baca Juga :  Eva Dwiana Diminta Mundur Jadi Walikota, Jika Tak Mampu Tangani Banjir

Terkait korban, pihak pengelola mengaku telah memberikan santunan sebagai bentuk tanggung jawab. Hingga kini, komunikasi dengan keluarga korban disebut tetap terjalin dengan baik. Bahkan, pengelola menyatakan komitmennya untuk membantu pendidikan adik salah satu korban.

Langkah-langkah ini menjadi penanda bahwa pengelolaan wisata tidak lagi cukup bertumpu pada daya tarik alam semata, melainkan juga pada kesiapan mitigasi risiko yang terukur dan berkelanjutan.(***)

Editor : Alex Buay Sako

Berita Terkait

Hangatkan Kebersamaan, Rutan Kelas I Bandar Lampung Laksanakan Sholat Iduladha 1447 H dengan Hikmat
Tiga Asosiasi Media Lampung Satukan Barisan, Awasi Implementasi MBG
Air Mati, Fasilitas Nihil Developer Perumahan Batara Satu Disorot Warga
Dua Mahasiswi Unila Hanyut di Wira Garden, Alarm Keras Lemahnya Sistem Peringatan Wisata Alam
Pengelola Wira Garden Tanggap Darurat Cepat, Dukung Penuh Pencarian Korban
Ketua DPRD dan Gubernur Lampung Dampingi Kapolri Tinjau Arus Balik Lebaran di Pelabuhan Bakauheni
RSUD Abdul Moeloek Tetap Siaga di Libur Lebaran 2026
PWI Lampung Santuni Anak Yatim dan Terima Sertifikat Tanah Kantor, Lampung Siap Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 06:13 WIB

Hangatkan Kebersamaan, Rutan Kelas I Bandar Lampung Laksanakan Sholat Iduladha 1447 H dengan Hikmat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:00 WIB

Tiga Asosiasi Media Lampung Satukan Barisan, Awasi Implementasi MBG

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:17 WIB

Air Mati, Fasilitas Nihil Developer Perumahan Batara Satu Disorot Warga

Kamis, 16 April 2026 - 20:18 WIB

Wira Garden Perkuat Sistem Keamanan Pasca Insiden 1 April 2026

Kamis, 2 April 2026 - 08:25 WIB

Dua Mahasiswi Unila Hanyut di Wira Garden, Alarm Keras Lemahnya Sistem Peringatan Wisata Alam

Berita Terbaru

Berita Lainnya

Di Balik Ambruknya Rupiah yang Kian Mendekati Rp 18.000

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:53 WIB