AGGRE Capital–Venteny Satukan Kekuatan, UMKM Jadi Target Penguatan Ekonomi Riil
berandalappung.com— Jakarta, AGGRE Capital dan Venteny resmi mengikat kerja sama strategis untuk memperluas penetrasi pembiayaan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sektor yang selama ini disebut-sebut sebagai “tulang punggung ekonomi” namun masih kerap dibiarkan berjalan tanpa sokongan konkret dari sistem keuangan formal.
Dalam kemitraan ini, kedua perusahaan menegaskan komitmennya untuk menghadirkan solusi keuangan yang lebih terjangkau, cepat, dan presisi berbasis data sebuah terobosan yang diharapkan bisa menjangkau UMKM yang kerap luput dari radar perbankan konvensional.
“Kami melihat ada kesenjangan struktural dalam akses pembiayaan UMKM. Melalui kerja sama ini, kami tidak hanya ingin menyalurkan modal, tetapi membangun jembatan sistemik agar UMKM benar-benar menjadi motor pertumbuhan ekonomi, bukan sekadar jargon,” ujar Rian Hidayat, CEO AGGRE Capital.
Venteny, yang telah dikenal sebagai penyedia layanan fintech berbasis teknologi di Asia Tenggara, membawa kekuatan dalam hal ekosistem digital dan pendekatan holistik terhadap kebutuhan pelaku usaha dan tenaga kerja.
“UMKM butuh lebih dari sekadar pinjaman. Mereka butuh sistem yang mendampingi, memetakan potensi, dan memotong birokrasi. Bersama AGGRE Capital, kami berupaya menjawab kebutuhan itu secara konkret,” kata Herlina, Division Head Bisnis Venteny.
Salah satu keunggulan dari kolaborasi ini adalah pemanfaatan teknologi Smart Analytics milik AGGRE Capital yang mampu membaca profil dan kelayakan usaha UMKM secara presisi dalam hitungan jam, bukan minggu.
“Dengan Smart Analytics, pembiayaan tidak lagi berbasis spekulasi atau sekadar agunan. Kami bicara tentang pembiayaan berbasis kapabilitas dan rekam jejak produktivitas. Ini paradigma baru dalam menilai UMKM,” tegas Silvester, COO AGGRE Capital.
Dalam lanskap ekonomi saat ini, kemitraan semacam ini menjadi relevan karena UMKM masih menyumbang lebih dari 60 persen terhadap PDB Indonesia, namun hanya sebagian kecil yang menikmati fasilitas pembiayaan formal. Inilah ironi yang ingin diputus melalui pendekatan kolaboratif antara AGGRE Capital dan Venteny.
Lebih dari sekadar kerja sama bisnis, langkah ini menandai babak baru dalam peta dukungan sistemik terhadap sektor produktif nasional. Kedua perusahaan juga menargetkan terwujudnya inklusi keuangan yang tidak hanya menyentuh angka, tetapi membentuk dampak nyata dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat bawah.
Editor : Alex Buay Sako











