Beny Sangjaya Pimpin Alumni KAMMI Lampung, Tekankan Konsolidasi dan Arah Kontribusi
berandalappung.com— Teluk Betung, Forum Musyawarah Wilayah (Muswil) Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Lampung yang digelar di Hotel & Resort Amersia, Minggu, 19 April 2026, tidak sekadar menjadi agenda rutin organisasi. Di forum ini, arah baru konsolidasi alumni dan relasi dengan kader aktif mulai ditegaskan.
Sidang yang dipimpin Aep Saripudin sebagai Presidium I dan Reni Oktavia sebagai Presidium II itu mengesahkan laporan pertanggungjawaban kepengurusan sekaligus menetapkan langkah strategis organisasi ke depan. Salah satu keputusan penting adalah terpilihnya Beny Sangjaya sebagai Ketua Umum Alumni KAMMI Lampung untuk periode berikutnya.
Muswil merumuskan tiga fokus utama gerak alumni. Pertama, memperluas jejaring untuk memperkuat solidaritas internal. Kedua, membangun komunikasi yang lebih intensif antara struktur KAMMI aktif dan para alumni. Ketiga, mendorong keterlibatan alumni dalam pembangunan organisasi, baik di tingkat daerah maupun wilayah, sebagai bagian dari kontribusi terhadap pembangunan daerah.
Ketua Umum KAMMI Wilayah Lampung, Daniel, menyebut forum ini sengaja dikemas dalam suasana halal bihalal untuk mempererat hubungan emosional antara kader dan alumni. “Komunikasi antara pengurus dan alumni harus menjadi satu kesatuan. Ini basis penting untuk membangun kontribusi bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan alumni bukan sekadar simbol keberlanjutan organisasi, tetapi juga sumber pengetahuan dan pengalaman yang dapat memperkuat proses kaderisasi. “Kalau hubungan ini terawat, KAMMI bisa lebih maksimal dalam berkontribusi, baik dalam pembangunan sumber daya manusia maupun peran kritis di daerah,” kata Daniel.
Beny Sangjaya, dalam pernyataan perdananya sebagai ketua umum terpilih, menekankan pentingnya peran alumni sebagai jembatan transisi kader pasca-kampus. Menurut dia, selama ini banyak kader yang kehilangan arah setelah menyelesaikan pendidikan.
“Alumni harus hadir sebagai mentor. Jangan sampai adik-adik kesulitan mencari arah setelah lulus. Kita perlu membangun kolaborasi berbasis profesi, termasuk membuka ruang pengembangan karier dan kewirausahaan,” ujarnya.
Ia menyebut momentum Muswil ini sebagai titik balik untuk menghidupkan kembali relasi antara alumni dan organisasi. “Ini soal pulang ke rumah. Alumni harus kembali, berkontribusi, dan memberi dampak,” kata Beny.
Forum tersebut juga dihadiri perwakilan pengurus daerah, di antaranya Ketua KAMMI Daerah Bandar Lampung Yuhiqul Haqqa Gunadi dan Ketua KAMMI Daerah Metro Dwi Suranti. Kehadiran mereka dinilai penting untuk menyerap aspirasi serta memperkuat kesinambungan gerakan antara kader aktif dan alumni.
Di tengah dinamika organisasi mahasiswa yang kerap terfragmentasi pasca-kampus, langkah konsolidasi alumni seperti ini menjadi krusial. Tantangannya bukan hanya menjaga ikatan emosional, tetapi juga memastikan alumni benar-benar menjadi kekuatan strategis yang relevan bagi kader dan pembangunan daerah.(***)
Editor : alex jefri











