Pengamat: Wacana Pilkada Via DPRD Hemat Anggaran atau Bunuh Demokrasi?

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 16 Desember 2024 - 22:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Lampung Candrawansyah. Ilustrasi: Wildanhanafi/berandalappung.com

Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Lampung Candrawansyah. Ilustrasi: Wildanhanafi/berandalappung.com

Bandar Lampung (berandalappung.com) – Presiden Prabowo Subianto melemparkan wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) ditentukan oleh DPRD. Wacana ini dengan dalih untuk menghemat anggaran.

Wacana yang sempat diusulkan pada 2014 ini pun menuai pro kontra di masyarakat.

Ada yang berpendapat sebagai perbaikan demokrasi dan sebagian berpendapat merupakan langkah mundur demokrasi dan bertentangan dengan semangat reformasi.

Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Lampung (UML) Candrawansah menilai, wacana ini bukanlah solusi terbaik dari permasalahan demokrasi di Indonesia.

Candrawansyah menjelaskan, demokrasi memang memerlukan perbaikan-perbaikan. Namun bukan berarti harus menggantikan sistem demokrasi yang mensyaratkan partisipasi aktif seluruh masyarakat.

“Demokrasi saat ini tinggal perbaikan, bisa dengan adanya filter yang ketat dari partai politik untuk calon kepala daerah, persiapan yang matang calon untuk menjadi kepala daerah agar tidak KKN dan tentunya regulasi yang baik untuk perbaikan pemilihan, agar kualitas demokrasi ke substantif bukan hanya prosedural saja,” kata dia saat diwawancarai, Senin (16/12/2024).

Baca Juga :  Pilkada 2024 Lampung di Dominasi Wajah Perempuan

Menurut Candrawansyah, Pilkada secara langsung pertama sekali dilaksanakan pada tahun 2005 dan tentunya ini salah satu cikal bakal terpilihnya kepala daerah pilihan dari masyarakat.

Ia pun tidak menampik bahwa sistem demokrasi saat ini terdapat kekurangan dan kelebihan.

“Kelebihan pemilihan langsung memberikan mandat yang kuat kepada kepala daerah karena dipilih langsung oleh rakyat, sehingga mereka lebih merasa bertanggung jawab terhadap aspirasi masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, akan memberikan edukasi kepada masyarakat karena pemilihan langsung memungkinkan masyarakat berperan aktif dalam menentukan pemimpin mereka, memperkuat demokrasi di tingkat lokal.

“Masyarakat juga dapat mendorong transparansi pemilihan melalui mekanisme yang bisa dipelajari dan menjadi dasar yang dapat diketahui oleh masyarakat secara umum sehingga terpilihnya sesuai dengan suara terbanyak,” kata dia.

Baca Juga :  DPRD Provinsi Lampung Gelar Sidang Paripurna: Perubahan KUA dan PPAS APBD 2024 Disepakati

Candrawansyah menyebutkan dengan dipilih secara langsung dapat meminimalisasi kontrol partai politik.

Akan tetapi ada peran masyarakat dalam mengontrol kebijakan kepala daerah, terutama untuk periode pertama mereka.

Sedangkan, selain itu menurut saya ada kekurangan yang sangat krusial terkait pelaksanaan secara langsung ini, diantaranya dapat berupa biaya yang tinggi.

Pemilihan langsung membutuhkan anggaran besar, baik untuk penyelenggaraan maupun kampanye, yang bisa membebani APBD.

“Hal ini terjadinya potensi politik uang tentu saja masih menghantui pemilihan secara langsung. Sering kali rawan praktik politik uang, di mana calon berusaha “membeli” suara rakyat,” tambahnya.

“Polarisasi masyarakat juga menjadi bagian yang tidak bisa dihindari. Pemilihan langsung dapat memicu konflik sosial, terutama jika muncul gesekan antara pendukung kandidat yang berbeda,” tukasnya.

Berita Terkait

Politik Harus Hadir dengan Kepedulian Nyata, Firmansyah di Idul Adha PAN Bandar Lampung
Tim PH Arinal Djunaidi Minta Hakim Nyatakan Penahanan Tak Sah
Selamat, Ketua DPD Partai Golkar Lampung Hanan A. Rozak Berhasil Ciptakan Dinasti Golkar di Kabupaten Tulang Bawang Pilih Anak Kandung Jadi Ketua
Suara Anak Muda Bergema di IIB Darmajaya, Verrel Minta Bijak Bermedia Sosial
Menteri Pigai soal Feri Amsari Dipolisikan: Kritik Dijamin Konstitusi
Soroti Gerakan Makzulkan Presiden Prabowo, KNPI Prestasi Pemerintahan Nyata
“Silaturahmi Lintas Generasi KAHMI Lampung, Anas Urbaningrum Gaungkan Semangat ‘Yakin Usaha Sampai”
PT TUN Menangkan Kubu Slamet Ariyadi Atas Sengketa PB IKA PMII
Berita ini 84 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 14:05 WIB

Politik Harus Hadir dengan Kepedulian Nyata, Firmansyah di Idul Adha PAN Bandar Lampung

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:28 WIB

Tim PH Arinal Djunaidi Minta Hakim Nyatakan Penahanan Tak Sah

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:42 WIB

Selamat, Ketua DPD Partai Golkar Lampung Hanan A. Rozak Berhasil Ciptakan Dinasti Golkar di Kabupaten Tulang Bawang Pilih Anak Kandung Jadi Ketua

Jumat, 24 April 2026 - 19:06 WIB

Suara Anak Muda Bergema di IIB Darmajaya, Verrel Minta Bijak Bermedia Sosial

Minggu, 19 April 2026 - 14:13 WIB

Menteri Pigai soal Feri Amsari Dipolisikan: Kritik Dijamin Konstitusi

Berita Terbaru

Berita Lainnya

Di Balik Ambruknya Rupiah yang Kian Mendekati Rp 18.000

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:53 WIB