Selamat, Ketua DPD Partai Golkar Lampung Hanan A. Rozak Berhasil Ciptakan Dinasti Golkar di Kabupaten Tulang Bawang Pilih Anak Kandung Jadi Ketua

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selamat, Ketua DPD Partai Golkar Lampung Hanan A. Rozak Berhasil Ciptakan Dinasti Golkar di Kabupaten Tulang Bawang Pilih Anak Kandung Jadi Ketua

berandalappung.com—Menggala, Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Tulang Bawang, Kamis (30/4/2026), seharusnya menjadi arena konsolidasi kader. Namun yang tersaji justru lebih mirip seremoni penegasan garis keturunan politik.

Di Gedung Serba Guna Pemkab Tulang Bawang, proses yang disebut “aklamasi” itu berlangsung nyaris tanpa riak. M. Aris Pratama, S.E., ditetapkan sebagai Ketua DPD Golkar Tulang Bawang periode 2026–2031.

Ia menggantikan Edison Thamrin, S.I.Kom. Tidak ada kontestasi berarti. Tidak ada pertarungan gagasan. Semua berjalan terlalu rapi dan terlalu sunyi.

Baca Juga :  KPU Metro Batalkan Pencalonan Wahdi-Qomaru, Sisakan Satu Lawan di Arena Pilkada 2024

Aris bukan nama asing. Ia adalah anak kandung Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Lampung, Hanan A. Rozak. Dalam politik, relasi darah kerap kali bukan sekadar latar belakang melainkan tiket masuk.

Sulit untuk menyebut ini kebetulan.

Musda yang dihadiri langsung oleh Hanan A. Rozak bersama jajaran elite Golkar Lampung yang Sekretaris Aprozi Alam, Bendahara Toni Eka Candra, Ketua Harian Riza Mirhadi, dan lainnya justru mempertebal kesan bahwa panggung ini telah dipersiapkan jauh hari. Aklamasi menjadi formalitas. Legitimasi diperoleh tanpa perdebatan.

Di titik inilah publik berhak bertanya apakah ini kaderisasi, atau sekadar pewarisan?

Golkar, partai tua yang pernah membanggakan sistem kaderisasi berjenjang, kini terlihat gamang membedakan antara regenerasi dan reproduksi kekuasaan. Ketika jabatan strategis jatuh ke lingkar keluarga, meritokrasi menjadi kabur. Loyalitas personal berpotensi mengalahkan kapasitas.

Baca Juga :  DPRD Lampung Dorong RKPD 2027 Berkualitas dan Responsif terhadap Aspirasi Masyarakat

Fenomena ini bukan barang baru dalam politik Indonesia. Namun setiap kali terjadi, ia tetap menyisakan persoalan serius menyempitnya ruang bagi kader lain, dan semakin terkonsentrasinya kekuasaan pada segelintir elite.

Di Tulang Bawang, “Dinasti Hanan” kini bukan lagi sekadar wacana. Ia telah menemukan bentuknya resmi, sah, dan disahkan melalui mekanisme partai.

Pertanyaannya sederhana, tapi penting sampai kapan partai politik terus memelihara tradisi ini, sambil mengklaim diri sebagai rumah demokrasi?

Editor : Alex Buay Sako

Berita Terkait

Ujian Berat Menjaga Marwah Pers di Tengah Disrupsi Digital
Politik Harus Hadir dengan Kepedulian Nyata, Firmansyah di Idul Adha PAN Bandar Lampung
Tim PH Arinal Djunaidi Minta Hakim Nyatakan Penahanan Tak Sah
Suara Anak Muda Bergema di IIB Darmajaya, Verrel Minta Bijak Bermedia Sosial
Menteri Pigai soal Feri Amsari Dipolisikan: Kritik Dijamin Konstitusi
Soroti Gerakan Makzulkan Presiden Prabowo, KNPI Prestasi Pemerintahan Nyata
PT TUN Menangkan Kubu Slamet Ariyadi Atas Sengketa PB IKA PMII
Duka di Pucuk Pimpinan Demokrat Lampung
Berita ini 158 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:22 WIB

Ujian Berat Menjaga Marwah Pers di Tengah Disrupsi Digital

Kamis, 28 Mei 2026 - 14:05 WIB

Politik Harus Hadir dengan Kepedulian Nyata, Firmansyah di Idul Adha PAN Bandar Lampung

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:28 WIB

Tim PH Arinal Djunaidi Minta Hakim Nyatakan Penahanan Tak Sah

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:42 WIB

Selamat, Ketua DPD Partai Golkar Lampung Hanan A. Rozak Berhasil Ciptakan Dinasti Golkar di Kabupaten Tulang Bawang Pilih Anak Kandung Jadi Ketua

Jumat, 24 April 2026 - 19:06 WIB

Suara Anak Muda Bergema di IIB Darmajaya, Verrel Minta Bijak Bermedia Sosial

Berita Terbaru