Jangan Terprovokasi Quick Count, Hasil Resmi KPU Adalah Kunci!

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 27 November 2024 - 15:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengamat Politik dari Universitas Muhamadiyah Lampung (UML) Candrawansyah. Dok: berandalappung.com

Pengamat Politik dari Universitas Muhamadiyah Lampung (UML) Candrawansyah. Dok: berandalappung.com

Bandar Lampung (berandalappung.com) –  Proses pencoblosan calon kepala daerah yang berakhir pukul 13.00, Rabu (27/11/2024), kini dilanjutkan dengan penghitungan suara secara berjenjang.

Tahapan dimulai dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), dilanjutkan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), hingga akhirnya rekapitulasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Di tengah proses ini, hasil quick count kerap menjadi sorotan publik sebagai gambaran awal hasil pemilu.

Namun, Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Lampung, Candrawansyah, mengingatkan masyarakat untuk tidak terburu-buru menarik kesimpulan dari hasil quick count.

“Hasil quick count memang sering mendekati hasil akhir, tetapi itu bukan hasil resmi. Penting bagi masyarakat untuk menunggu real count yang dirilis secara resmi oleh KPU,” tegas Candrawansyah.

Baca Juga :  Candrawansyah: Demokrasi Terancam, Pilkada oleh DPRD Bunuh Partisipasi Rakyat

Ia menambahkan bahwa hasil quick count diperoleh melalui metode sampel tertentu yang meskipun ilmiah, tetap memiliki batasan. Berikut beberapa alasan pentingnya menunggu hasil real count:

1. Legalitas dan Keabsahan

Hasil real count adalah data resmi yang memiliki kekuatan hukum dan diakui oleh negara.

Sementara itu, quick count hanya berfungsi sebagai gambaran awal dan tidak memiliki legitimasi hukum.

2. Proses Verifikasi Berlapis

Proses real count melibatkan verifikasi ketat oleh saksi, pengawas pemilu, dan penyelenggara di berbagai tingkatan.

Hal ini menjamin keakuratan dan transparansi hasil.

3. Potensi Perbedaan Hasil

Meskipun quick count sering kali akurat, terdapat potensi perbedaan karena kendala teknis atau penyimpangan dalam metode survei.

4. Menghindari Konflik

Menunggu hasil resmi dapat mencegah konflik atau klaim sepihak yang dapat memicu ketegangan di masyarakat.

Baca Juga :  Megawati Umumkan 305 Bakal Calon Kepala Daerah untuk Pilkada Serentak 2024

5. Pendidikan Politik

Proses menunggu real count memberikan pelajaran penting tentang menghormati mekanisme demokrasi yang transparan dan akuntabel.

Candrawansyah juga mengingatkan partai politik untuk menjaga suasana kondusif di tengah masyarakat.

Menurutnya, partai-partai pengusung harus memastikan para pendukung tidak terprovokasi oleh hasil sementara yang belum resmi.

“Masyarakat juga perlu tenang dan tidak larut dalam euforia hasil quick count. Hasil akhir yang resmi tetap berasal dari real count KPU,” ujarnya.

Sebagai bagian dari demokrasi, menunggu hasil resmi KPU adalah langkah bijak untuk mendukung keadilan, transparansi, dan stabilitas sosial.

“Mari jaga kondusifitas bersama demi Lampung yang damai dan maju,” tutupnya.

Berita Terkait

Soroti Gerakan Makzulkan Presiden Prabowo, KNPI Prestasi Pemerintahan Nyata
PT TUN Menangkan Kubu Slamet Ariyadi Atas Sengketa PB IKA PMII
Duka di Pucuk Pimpinan Demokrat Lampung
Dari Jakarta ke Kotabumi, Aprozi Alam Tinjau dan Bantu Korban Puting Beliung
Ketua DPD PDIP Lampung Winarti: Siapapun Pengurusnya Harus Didukung Dengan Baik
Isu PLt PK Golkar Bandar Lampung Menguat Usai Musda Batal
Peringati Hari Ibu ke 97 tahun 2025, DPC PDI Perjuangan Bandar Lampung Gelar Penanaman Pohon
Jelang Musda, Eks Ketua Golkar Bandar Lampung Yuhadi Bicara Terbuka: Benny–Akbar–Rama Dinilai Paling Ideal Isi KSB
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 07:45 WIB

Soroti Gerakan Makzulkan Presiden Prabowo, KNPI Prestasi Pemerintahan Nyata

Kamis, 19 Februari 2026 - 08:33 WIB

PT TUN Menangkan Kubu Slamet Ariyadi Atas Sengketa PB IKA PMII

Rabu, 18 Februari 2026 - 09:13 WIB

Duka di Pucuk Pimpinan Demokrat Lampung

Minggu, 15 Februari 2026 - 15:19 WIB

Dari Jakarta ke Kotabumi, Aprozi Alam Tinjau dan Bantu Korban Puting Beliung

Minggu, 15 Februari 2026 - 11:59 WIB

Ketua DPD PDIP Lampung Winarti: Siapapun Pengurusnya Harus Didukung Dengan Baik

Berita Terbaru

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi berandalappung.com