Duka di Pucuk Pimpinan Demokrat Lampung
berandalappung.com— Tanjung Karang, Kabar duka itu datang pada dini hari, ketika sebagian besar kota masih terlelap. Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 02.45 WIB, Sari Dewi mengembuskan napas terakhirnya. Ia bukan hanya istri Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Lampung, Edy Irawan Arief, tetapi juga ibunda dari Wakil Wali Kota Metro, Rafieq Adi Pradana.
Kepergian Sari Dewi meninggalkan duka di dua ruang sekaligus: ruang keluarga dan ruang politik. Di rumah duka di Jalan Palapa V C Nomor 37 LK I, Kelurahan Labuhan Ratu, Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung, keluarga, kerabat, dan kolega mulai berdatangan sejak pagi.
Karangan bunga berjejer, sebagian besar dari jejaring politik dan pemerintahan daerah.
Di tubuh Partai Demokrat Lampung, Sari Dewi dikenal sebagai figur yang tak banyak tampil di depan publik, tetapi memiliki peran domestik dan sosial yang kuat dalam mendampingi suaminya. Dalam tradisi politik lokal, peran semacam ini sering kali tak tercatat dalam dokumen resmi, namun terasa dalam jejaring relasi dan solidaritas internal partai.
Sekretaris DPD Demokrat Lampung, Midi Iswanto, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya almarhumah. Ia mendoakan agar segala amal ibadah Sari Dewi diterima dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
“Kami sekeluarga besar Partai Demokrat Lampung berduka mendalam. Semoga almarhumah diampuni dosa-dosanya, diterima amal baiknya, dan ditempatkan di sisi terbaik Allah SWT.
Keluarga yang ditinggalkan semoga diberi kekuatan dan ketabahan,” ujarnya.
Di Kota Metro, kabar ini juga menyentuh lingkar pemerintahan. Bagi Rafieq Adi Pradana, kehilangan ini bukan sekadar peristiwa keluarga, melainkan ujian personal di tengah tanggung jawab publik yang terus berjalan.
Dalam politik, waktu tak pernah benar-benar berhenti, bahkan ketika duka datang.
Kepergian Sari Dewi menjadi pengingat bahwa di balik dinamika kekuasaan dan kontestasi, para pelaku politik tetaplah manusia dengan keluarga, dengan kehilangan, dan dengan ruang-ruang sunyi yang tak selalu terlihat publik. (Tim)
Editor : Alex Buay Sako











