Fraksi Golkar Soroti Transparansi dan Efisiensi dalam Perubahan APBD Bandar Lampung 2026

- Jurnalis

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 07:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fraksi Golkar Soroti Transparansi dan Efisiensi dalam Perubahan APBD Bandar Lampung 2026

berandalappung.com—Raja Basa, DPRD Kota Bandar Lampung menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bandar Lampung Tahun Anggaran 2026.

Rapat paripurna tersebut menjadi bagian dari tahapan pembahasan Raperda Perubahan APBD 2026 sebelum memasuki pembahasan pada tingkat selanjutnya sesuai mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dalam penyampaian pandangan umum fraksi, sejumlah catatan disampaikan kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung, terutama berkaitan dengan pengelolaan anggaran, peningkatan pendapatan daerah, efektivitas program pembangunan, hingga pengawasan terhadap organisasi perangkat daerah (OPD).

Fraksi Partai Golkar melalui juru bicaranya, yakni Indra Feriza, menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam menjaga pengelolaan keuangan daerah agar tetap efisien, transparan, dan akuntabel.

Indera Feriza mengatakan DPRD memiliki posisi penting dalam keseluruhan siklus pengelolaan keuangan daerah.

Karena itu, Fraksi Golkar mendorong agar prinsip efisiensi, akuntabilitas, dan transparansi diterapkan secara konsisten sejak proses penyusunan hingga pelaksanaan anggaran.

Baca Juga :  Ketua Komisi II DPRD Provinsi Lampung Hadiri Pengukuhan Pengurus KTNA Lampung

Menurutnya, pengelolaan APBD tidak hanya berkaitan dengan angka-angka dalam dokumen anggaran, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata terhadap kebutuhan masyarakat.

Fraksi Golkar juga menegaskan posisi DPRD sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Fungsi tersebut tidak hanya diwujudkan melalui pengawasan, tetapi juga dengan memberikan masukan, kritik, serta saran konstruktif dalam proses penyempurnaan Raperda.

“Dalam posisi ini, DPRD tidak hanya berfungsi sebagai pengawas, tetapi juga sebagai bagian yang konstruktif dalam memberikan masukan, kritikan, dan saran untuk membantu penyempurnaan rancangan peraturan daerah,” kata Indera dalam penyampaian pandangan umum fraksi pada Jum’at 21 Agustus 2026.

Ia menilai proses pembahasan Raperda harus diarahkan agar kebijakan anggaran yang dihasilkan benar-benar mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Bandar Lampung.

Fraksi Golkar turut menekankan pentingnya pencapaian target, ketepatan waktu, serta efisiensi pembiayaan dalam pelaksanaan program pemerintah daerah.

Ketiga aspek tersebut dinilai menjadi indikator penting untuk mengukur sejauh mana APBD mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata dan berkeadilan.

Menurut Fraksi Golkar, setiap program yang telah direncanakan melalui APBD harus memiliki manfaat yang jelas serta dilaksanakan secara tepat sasaran.

Baca Juga :  Komisi I DPRD Bandar Lampung Minta Virgo Inn Tutup Sementara hingga Perizinan Lengkap

Efisiensi anggaran juga dinilai perlu diperhatikan agar penggunaan keuangan daerah tidak hanya berorientasi pada penyerapan anggaran, tetapi benar-benar menghasilkan keluaran dan manfaat yang optimal.

Setelah menyampaikan sejumlah catatan, Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Bandar Lampung pada prinsipnya menyatakan dapat menerima Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 untuk dibahas pada tahapan selanjutnya.

“Pada prinsipnya dapat menyetujui untuk dibahas pada tingkat selanjutnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Indera.

Persetujuan tersebut disertai harapan agar proses pembahasan berikutnya dapat menghasilkan kebijakan anggaran yang semakin berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Dengan disampaikannya pandangan umum fraksi-fraksi tersebut, proses pembahasan Raperda Perubahan APBD Kota Bandar Lampung selanjutnya akan memasuki tahapan sesuai agenda DPRD dan pemerintah daerah.

Catatan mengenai efisiensi anggaran, transparansi pengelolaan keuangan, pencapaian target, serta optimalisasi PAD menjadi bagian penting dalam proses pembahasan agar perubahan APBD tidak sekadar menjadi penyesuaian angka anggaran, tetapi mampu memperkuat program pembangunan dan pelayanan publik di Kota Bandar Lampung.(***)

Editor : Alex jefri

Berita Terkait

Trotoar Rp21,77 Miliar Ambrol, Dinas PU Temukan Besi Tak Sesuai Spesifikasi
Pimpinan DPRD Lampung Siap Kawal Anggaran HPN-Porwanas 2027
DPRD dan Pemkot Bandar Lampung Perkuat Sinergi, Eva Dwiana Fokuskan APBD 2026 pada Pembangunan dan Pelayanan Publik
Wakil Ketua DPRD Kota Bandar Lampung, Afrizal Gagal Paham Tentang Hibah di APBDP
Pemprov dan DPRD Lampung Sepakati Perubahan KUA-PPAS 2026: Pendapatan Dipangkas Rp19,67 Miliar
Komisi I DPRD Bandar Lampung Minta Virgo Inn Tutup Sementara hingga Perizinan Lengkap
RDP DPRD Bandar Lampung, Pramuka Klarifikasi Dugaan Pungutan Rp1,5 Juta dan Dana Hibah Rp1 Miliar
Komisi IV DPRD Bandar Lampung Minta Disnaker Usut Tuntas Dugaan Kecelakaan Kerja yang Tewaskan Teknisi RS Urip Sumoharjo
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 21:14 WIB

Trotoar Rp21,77 Miliar Ambrol, Dinas PU Temukan Besi Tak Sesuai Spesifikasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:56 WIB

Pimpinan DPRD Lampung Siap Kawal Anggaran HPN-Porwanas 2027

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:40 WIB

DPRD dan Pemkot Bandar Lampung Perkuat Sinergi, Eva Dwiana Fokuskan APBD 2026 pada Pembangunan dan Pelayanan Publik

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 07:55 WIB

Fraksi Golkar Soroti Transparansi dan Efisiensi dalam Perubahan APBD Bandar Lampung 2026

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:15 WIB

Wakil Ketua DPRD Kota Bandar Lampung, Afrizal Gagal Paham Tentang Hibah di APBDP

Berita Terbaru