Berandalappung.com – Kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana dan Deddy Amrullah, kini memasuki akhir periode pertama.
Namun, masih banyak pekerjaan rumah yang belum terselesaikan, termasuk janji kampanye yang dinilai belum terealisasi.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung, Susilo Hidayat Rangga, menilai bahwa masih banyak persoalan yang belum dituntaskan selama kepemimpinan Eva Dwiana.
Salah satunya terkait misi ke-7, yaitu “Mempertahankan dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup skala kota yang sehat, sejuk, bersih, dan nyaman bagi kehidupan masyarakat serta ekosistem lingkungan perkotaan,”
“Dalam hal ini, Bunda Eva tidak memiliki political will yang jelas untuk mencapai misi tersebut. Tidak ada program konkret yang diterapkan guna mewujudkannya,” ujar Susilo pada Senin, (10/2/2025).
Salah satu masalah utama yang ia soroti adalah persoalan banjir.
Berdasarkan data Badan perencanaan pembangunan riset dan inovasi Daerah (Baperida) kota Bandar Lampung, pada tahun 2024 ketinggian air akibat banjir mencapai 150–200 cm.
Hal ini menunjukkan bahwa penanganan banjir di kota ini belum maksimal.
“Kebijakan yang diterapkan sejauh ini hanya bersifat jangka pendek dan tidak memiliki orientasi jangka panjang,” tambahnya.
Selain itu, masalah ruang terbuka hijau (RTH) juga menjadi perhatian.
Saat ini, ketersediaan RTH di Bandar Lampung hanya 4,37%, jauh dari angka ideal 30% yang terdiri dari 20% RTH publik dan 10% RTH privat.
Permasalahan lingkungan lainnya adalah sampah. Pemkot Bandar Lampung sebenarnya memiliki dasar hukum berupa Peraturan Daerah (Perda) No. 6 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Sampah.
Namun, menurut Susilo, aturan tersebut hanya sebatas dokumen tanpa implementasi nyata.
“Volume sampah di kota ini tidak pernah mengalami penurunan sejak 2011, berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup. Belum lagi masalah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung yang baru-baru ini disegel oleh Kementerian Lingkungan Hidup,” tegasnya.
Menurutnya, Pemkot harus lebih serius dalam menangani persoalan lingkungan agar visi pembangunan yang berkelanjutan dapat terwujud.











