Bandar Lampung (berandalappung.com) – Kalian mau tahu bagaimana situasi saat Presiden, Wapres dan menteri-menteri wakil menteri dirapat kabinet?
Wah, maka pesertanya banyaaaak. Lihat foto postingan, yg gambar bawah. Di ruangan luas megah, dengan karpet indah, meja, kursi empuk, lampu kristal, lukisan yang top, tentu dgn AC menyala dingin.
Layar-layar gadget, mikropon, air minum, kudapan dan lain-lain.
Saya jadi teringat saat Perdana Menteri Singapura juga melakukan kabinet perdana beberapa waktu lalu (foto atas), yang juga pernah saya posting di sini.
Jika membandingkan foto ini, kita akan dgn mudah mengetahui negara miskin dan “Negara Kaya”.
Singapura itu miskinnya minta ampun. Itu furnitur ruang rapat kabinet, seluruhnya ditotal, boleh jadi lebih mahal harga karpet di ruang rapat kabinet Indonesia.
Apalagi kalau sudah menghitung harga meja, kursi. Kebanting sekali negara Singapura yg miskin ini.
Dan kasihan banget lihat menteri-menteri Singapura, mereka bahkan bawa botol minum sendiri, aduh. “Miskin banget”.
Inilah yang membedakan kenapa Singapura masih blangsak sampai detik ini, sementara Indonesia pendapatan per kapitanya sudah “1 milyar” per kepala per tahun.
Kampus-kampus di Indonesia, menjadi nomor 1 di Asia, belum lagi pelayanan kesehatan. Transportasi publik. Kualitas hidup dan bumi langit bedanya.
Tapi bisa dipahami sih, Singapura negeri kecil. Jadi memang rapatnya miskin. Kalau kalian cari foto rapat di negara China, AS, juga sama-sama miskinnya sih.
Dan di negara China, AS, kalau rapat kabinet, butuh kurang dari 30 kursi saja.
Hanya di “Negara Maju” seperti Indonesia, dan negara2 Afrika sana yg kalau pejabat rapat, terlihat wah, megah, hebat.
Apalagi akhir tahun begini. Mereka bahkan bisa rapat di Labuan Bajo, Bali, ngabisin anggaran. Saking kayanya.
Tere Liye, penulis novel ‘Teruslah Bodoh Jangan Pintar






