Uncle Sul, PJK Negeri Ngapung

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 18 Desember 2024 - 11:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung (berandalappung.com) – Di Negeri Ngapung, kerajaan sedang mengalami masa transisi yang tak terelakkan. Raja tua memutuskan untuk beristirahat, dan hingga penerus resmi dinobatkan, seorang penjabat sementara kerajaan (PJK) ditunjuk.

Pilihan jatuh pada Uncle Samsul, yang lebih dikenal sebagai Uncle Sul. Sosoknya flamboyan, penuh gaya, dan lihai dalam berbicara.

Saat pelantikannya sebagai PJK, Uncle Sul langsung membuat janji besar.

“Kota Lama akan saya hidupkan kembali! Bukan hanya menjadi simbol sejarah, tapi pusat kemegahan Negeri Ngapung!” serunya dengan suara lantang di hadapan para pejabat dan rakyat.

Kota Lama dulunya merupakan kawasan pusat kerajaan, namun proyek pembangunannya terhenti bertahun-tahun karena keterbatasan anggaran.

Warga yang mendengar janji Uncle Sul mulai berharap besar.

Bahkan, para pati kerajaan yang awalnya skeptis mulai mendukung ide Uncle Sul.

“Kita akan pindahkan semua kegiatan kerajaan ke Kota Lama. Rapat, seremoni, semua di sana!” lanjutnya.

Hari-hari awal kepemimpinannya penuh semangat.

Uncle Sul mengajak wakil warga dan pejabat berdiskusi intensif, menyusun rencana besar, dan bahkan menggelar seremoni peluncuran program di tengah Kota Lama yang terbengkalai.

Bendera berkibar, musik kerajaan berkumandang, dan warga berbondong-bondong menyaksikan Uncle Sul yang berdiri gagah di panggung.

Baca Juga :  Penakut, Penjilat dan Pengecut: Perbedaan dan Persamaan Tiga Sifat Negatif

Namun, seiring waktu, janji besar itu mulai terlihat seperti bayangan semu.

Setelah beberapa bulan, tidak ada pembangunan nyata yang terlihat.

Jalan-jalan di Kota Lama masih berlubang, gedung-gedung tua tetap kusam, dan janji melibatkan para pengrajin lokal pun hanya tinggal wacana.

“Anggarannya mana, Uncle?” tanya seorang wakil warga dalam pertemuan berikutnya.

Uncle Sul tertawa canggung. “Sabar, sabar. Semua sedang dalam proses. Kita sedang menunggu persetujuan dari istana.”

Warga mulai geram. Sebagian besar dari mereka sudah merasa dipermainkan.

Uncle Sul memang rajin menggelar acara di Kota Lama: parade kerajaan, festival musik, hingga lomba masak antar pejabat.

Tapi setelah acara selesai, janji-janji itu hilang dihembus angin laut Negeri Ngapung.

Julukan pun mulai beredar di kalangan rakyat. “PJK Spesialis Seremoni,” ujar mereka sinis. “Tong kosong nyaring bunyinya.”

Pati kerajaan pun mulai tak sabar. Suatu hari, mereka mendatangi Uncle Sul yang sedang memimpin rapat.

“Uncle, rakyat sudah mulai lelah dengan janji kosong. Apa benar anggarannya tidak ada?” tanya seorang pati dengan nada tegas.

Baca Juga :  Sanjaya Kembali, Perebutan Takhta di Kerajaan Pelesiran

Uncle Sul hanya tersenyum tipis. “Sebenarnya, ya… anggaran itu ada, tapi… belum cair.”

“Belum cair atau tidak pernah ada?” desak yang lain.

Di luar rapat, warga sudah berkumpul dengan spanduk protes.

Mereka menuntut transparansi dari Uncle Sul. Ketika akhirnya ia keluar menemui warga, bukannya memberi penjelasan, ia justru memberi pidato panjang tentang pentingnya bersabar dan memupuk harapan.

“Kita ini seperti pelaut yang menunggu angin! Sabar, jangan terburu-buru!” katanya dengan penuh gaya, sambil melambaikan tangan seperti raja yang turun ke rakyatnya.

Namun, rakyat sudah muak. Setelah itu, julukan baru pun lahir: “Penjabat Janji Kosong.”

Ketika masa jabatan Uncle Sul selesai, Kota Lama tetap seperti semula: terbengkalai.

Semua seremoni megah yang ia gelar hanya meninggalkan sampah dan janji tanpa wujud.

Saat PJK baru diangkat, Uncle Sul hanya meninggalkan pesan, “Kota Lama itu impian besar, dan impian butuh waktu. Aku hanya pelaut kecil yang memulai layar.”

Sayangnya, bagi rakyat Negeri Ngapung, Uncle Sul bukan pelaut kecil.

Ia adalah angin ribut, penuh suara, tapi tanpa arah yang jelas.

Berita Terkait

Rapat Kabinet, Negara Kaya Vs Negara Miskin
Es Dingin di Bawah Langit Malam
Pemilihan Kepala Sekolah dan Secangkir Kopi
Bayangan di Wajah Kota 
Penjaga Suara, Pengangguran Setelah Pesta
Ketika Amplop Mengalahkan Otak, Drama Seleksi di Negeri Pura-Pura
Parlente di Negeri Aman Sentosa
Banteng Tersungkur karena Lupa Rakyat, Garuda Terbang Tinggi dengan Janji di Langit
Berita ini 90 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 18 Desember 2024 - 11:28 WIB

Uncle Sul, PJK Negeri Ngapung

Rabu, 4 Desember 2024 - 17:53 WIB

Rapat Kabinet, Negara Kaya Vs Negara Miskin

Rabu, 4 Desember 2024 - 11:28 WIB

Es Dingin di Bawah Langit Malam

Selasa, 3 Desember 2024 - 13:30 WIB

Pemilihan Kepala Sekolah dan Secangkir Kopi

Minggu, 1 Desember 2024 - 17:11 WIB

Bayangan di Wajah Kota 

Berita Terbaru

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi berandalappung.com