Siswa SMP Tewas Dibacok, Polresta Bandar Lampung Tangkap 6 Pelaku, 2 Buron

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 20 Desember 2024 - 17:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rekaman CCTV yang melihatkan penyerangan yang dilakukan kelompok pemuda dengan senjata tajam di Bandarlampung, Rabu (18/12/2024).

Rekaman CCTV yang melihatkan penyerangan yang dilakukan kelompok pemuda dengan senjata tajam di Bandarlampung, Rabu (18/12/2024).

Bandar Lampung (berandalappung.com) – Polresta Bandar Lampung menangkap enam remaja yang terlibat dalam aksi pembacokan terhadap seorang siswa SMP, Fredi Saputra (15), di Jalan Dokter Harun 1, Kelurahan Kota Baru, Rabu (18/12).

Peristiwa tragis ini terjadi pada pukul 02.00 WIB dan diduga bermotif dendam pribadi antara kelompok korban dan pelaku.

Dari enam orang yang diamankan, tiga ditetapkan sebagai tersangka: MRP (14), IS alias Bagong (15), dan CSG (15), warga Tanjung Karang Timur.

Tiga lainnya, yaitu RAP (16), MOP (15), dan MAP (15), dipulangkan ke orang tua karena tidak terlibat langsung dalam aksi kriminal tersebut.

Peran Tersangka dan Barang Bukti

Baca Juga :  Polisi Gagalkan Aksi Tawuran di Bandar Lampung, 7 Remaja dan Sajam Diamankan

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol M. Hendrik Apriliyanto, menjelaskan peran masing-masing tersangka.

MRP membawa parang yang digunakan untuk menyerang, IS alias Bagong membawa pisau, dan CSG bertugas mengumpulkan kelompok serta membawa celurit.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebilah pedang panjang, sebilah pisau, dan rekaman CCTV dari lokasi kejadian.

Dua Pelaku Utama Masih Buron

Saat ini, dua pelaku utama, AB alias Otoy (17) dan STP alias Mbot (17), masih dalam pengejaran.

Keduanya diduga menjadi pelaku utama yang menyabet korban hingga tewas.

“Kami mengimbau keluarga kedua pelaku untuk segera menyerahkan mereka ke pihak berwajib,” ujar Kompol Hendrik dalam konferensi pers, Jumat (20/12).

Baca Juga :  Suami Selebgram Lampung Anastasia Resmi Jadi Tersangka KDRT

Tragedi Pembacokan yang Mengguncang Kota

Fredi Saputra, pelajar SMP yang menjadi korban, mengalami luka bacok di bagian dada dan sempat dilarikan ke rumah sakit sebelum akhirnya meninggal dunia.

Insiden ini menjadi peringatan keras tentang meningkatnya aksi kekerasan di kalangan remaja.

“Kami meminta masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih memperhatikan aktivitas anak-anak agar tidak terjerumus dalam tindakan kriminal,” tutup Kompol Hendrik.

Kasus ini menggarisbawahi pentingnya pengawasan terhadap remaja dan pencegahan aksi kekerasan di lingkungan masyarakat.

Polisi terus berupaya mengusut tuntas kasus ini demi memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban.

Berita Terkait

PERADI Bandar Lampung Gelar Halal Bihalal, H. Marindo Kurniawan Sampaikan Amanah Gubernur
Sekjend Laskar Lampung Desak Evaluasi Total PTPN 7 Padangratu Puluhan Tahun Beroperasi, Rakyat Tak Dapat Apa-Apa
Skandal SPAM Pesawaran Mengguncang Kerugian Negara Dipersoalkan, Advokat Serang ‘Cacat Logika Hukum’
Praperadilan Sudah Mengikat, PH Darussalam Desak Polisi Segera Limpahkan Kasus Nuryadin
Pencairan Gaji Guru PAI ke 13 dan 14 Dimintai Setoran?
Dinilai Lambat Usut Kasus Proyek SPAM, Kajari Tanggamus Subari Kurniawan: “Kami Masih Bekerja dan Terus Dalami”
Pledoi Eks Kadiv HK: Rizal Sutjipto Dinilai Tak Bisa Dipidana
Sidang Dugaan Pemerasan Oknum LSM, Saksi Sebut Tidak Ada Permintaan Uang dari Terdakwa
Berita ini 86 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 21:09 WIB

Sekjend Laskar Lampung Desak Evaluasi Total PTPN 7 Padangratu Puluhan Tahun Beroperasi, Rakyat Tak Dapat Apa-Apa

Selasa, 31 Maret 2026 - 07:54 WIB

Skandal SPAM Pesawaran Mengguncang Kerugian Negara Dipersoalkan, Advokat Serang ‘Cacat Logika Hukum’

Rabu, 25 Maret 2026 - 20:05 WIB

Praperadilan Sudah Mengikat, PH Darussalam Desak Polisi Segera Limpahkan Kasus Nuryadin

Kamis, 19 Maret 2026 - 17:10 WIB

Pencairan Gaji Guru PAI ke 13 dan 14 Dimintai Setoran?

Rabu, 18 Maret 2026 - 11:15 WIB

Dinilai Lambat Usut Kasus Proyek SPAM, Kajari Tanggamus Subari Kurniawan: “Kami Masih Bekerja dan Terus Dalami”

Berita Terbaru

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi berandalappung.com