Kasus Sudah Setahun P-21, Chairul Anom Minta Polda Lampung Limpahkan Perkara Penguasaan Lahan PT. BMM Tersangka Pipi Ismail Bin Ahmad Glr Sutan Pengadilan Dkk ke Kejati

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasus Sudah Setahun P-21, Chairul Anom Minta Polda Lampung Limpahkan Perkara Penguasaan Lahan PT. BMM Tersangka Pipi Ismail Bin Ahmad Glr Sutan Pengadilan Dkk ke Kejati

berandalappung.com- BANDARLAMPUNG – Pelapor H. Chairul Anom, S.H., minta jajaran Polda Lampung menuntaskan kasus perkara tindak pidana atas nama tersangka Pipi Ismail Bin Ahmad Glr Sutan Pengadilan (alm) dkk. Pasalnya perkara yang dilaporkannya ini sudah dinyatakan lengkap (P-21) . Hal ini berdasarkan Surat Kejati Lampung ke Kapolda Lampung Nomor 2684/L.8.4/Eku.I/05/2025 Tanggal 16 Mei 2025 Prihal Pemberitahuan Hasil Penyidikan Perkara Pidana atas nama tersangka Pipi Ismail Bin Ahmad Glr Sutan Pengadilan (alm) melanggar Pasal 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan sebagaimana telah dirubah pada pasal 29 UU RI Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi UU jo pasal 55ayat (1) ke 1 KUHP sudah lengkap. Karenanya polisi diminta menyerahkan tanggung-jawab tersangka dan barang bukti kepada Jaksa Kejati Lampung agar perkara ini dapat dllimpahkan ke Pengadilan.
“Sayangnya, hingga kini penyidik Polda Lampung tak juga melakukan penangkapan dan penahanan terhadap para tersangka. Sehingga pelimpahan tahap II dengan menyerahkan para tersangka dan barang bukti kepada Jaksa Kejati Lampung terus tertunda dan tak kunjung terlaksana,” tutur Chairul Anom, Kamis, 21 Mei 2026.

Baca Juga :  Cegah Penyalahgunaan, Senjata Api Personel Polresta Bandar Lampung Diperiksa

Menurut Chairul Anom, kasus ini telah diadukan ke Polda Lampung sejak 18 Januari 2024 berdasarkan Surat Laporan Polisi Nomor LP/B/31/I/2024/SPKT-DITKRIMSUS/Polda Lampung. Dalam laporannya, Chairul Anom mewakili atau selaku kuasa dari pihak PT. Bumi Madu Mandiri (BMM).

Dijelaskannya, PT. BMM memiliki areal Perkebunan di Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten Lampung Utara (Lampura) Provinsi Lampung, secara sah dan telah berizin usaha perkebunan untuk budidaya.

Namun sekira bulan Mei 2018, lahan milik PT. BMM seluas 461 Ha, malah diikuasai, diduduki, dan digarap oleh tersangka Pipi Ismail Bin Ahmad Glr Sutan Pengadilan (alm) dkk dengan cara menanami singkong. Padahal tersangka diketahui tidak memiliki surat izin baik dari pemerintah maupun dari PT. BMM. Akibatnya PT. BMM pun menjadi merugi, dan parahnya kegiatan usaha perkebunan yang dikelola pun menjadi tidak dapat dilakukan.
Atas laporan ini, Polda Lampung mengeluarkan Sprindik Nomor Sp.Sidik/40/VII/2024/Subdit IV/Reskrimsus, tertanggal 24 Juli 2024. Lalu kemudian dilanjutkan dengan mengirimkan Surat Nomor B/3397/XI/2024/Subdit-IV/Reskrimsus 4 November 2024 kepada Kejati Lampung tentang Pemberitahuan Penetapan Tersangka Tindak Pidana Perkebunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 hurup a UU RI No 39 tahun 2014 tentang Perkebunan sebagaimana telah diubah pada pasal 29 UU RI No 6 tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi UU yang terjadi di areal Perkebunan PT. BMM di Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten Lampura, Provinsi Lampung.
Ada 8 (delapan) orang tersangka yang ditetapkan polisi. Mereka adalah tersangka Pipi Ismail Bin Ahmad Glr Sutan Pengadilan (alm), tersangka Evan Saputra Bin Pipi Ismail dan tersangka Rudiansyah Bin Pipi Ismail.

Lalu, tersangka Nasrullah Bin Abdullah, tersangka H. Taryadi Ilyas Bin (alm) H. Ilyas dan tersangka Dedi Saputra Bin (alm) Rusdi Efendi.
Terakhir tersangka Dodi Irawan alias Pukuk bin Darmawan dan tersangka HM. Saibudin Zuhri alias H. Tole Bin (Alm) M.Adnan.

“Karenanya sekali lagi, saya mohon jajaran Polda Lampung dapat segera melakukan pelimpahan tahap II dengan menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada Kejati Lampung agar kasus ini dapat segera dilimpahkan dan diperiksa di pengadilan,” harapnya.

Baca Juga :  Tingkatkan Kemampuan Majerial, siswa Sespimmen Polri Studi Ke wilayah.

Langkah ini penting. Demi adanya kepastian hukum. Mengingat kasus ini sudah lama terkesan “digantung” dan tidak tuntas.

“Jika memang, polisi kesulitan untuk menemukan dan menangkap para pelaku, saya bersedia menunjukkannya. Mereka ada kok, dan bebas berkeliaran seolah merasa kebal hukum. Tinggal menunggu sikap polisi saja,” ujar Chairul Anom lagi.(red)(***)

Editor : Alex Jefri

Berita Terkait

Kasus Investasi Fiktif Rp 1,4 Miliar Jalan di Tempat,Korban Soroti Kinerja Polda Lampung
Dua Jurnalis Dihadang Dua Pria saat Liput Toko Emas JSR
Tim PH Arinal Djunaidi Minta Hakim Nyatakan Penahanan Tak Sah
AJI Bandar Lampung Kecam Penahanan Jurnalis Indonesia oleh Militer Israel dalam Misi Kemanusiaan ke Gaza
Soal Film Pesta Babi, Yusril Minta Publik Tak Terpancing Judul Provokatif
PKPA UBL Tegaskan Posisi PERADI sebagai Single Bar, Guru Besar Hukum Paparkan Dasar Konstitusional
Aliansi Jurnalis Persada (AJP) Apresiasi Langkah Cepat Kejari Lampung Barat Usut Dugaan Korupsi di Sekretariat DPRD
Merasa Tak Bersalah, Istri Arinal Siap Bongkar Fakta di Persidangan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:21 WIB

Kasus Investasi Fiktif Rp 1,4 Miliar Jalan di Tempat,Korban Soroti Kinerja Polda Lampung

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:43 WIB

Kasus Sudah Setahun P-21, Chairul Anom Minta Polda Lampung Limpahkan Perkara Penguasaan Lahan PT. BMM Tersangka Pipi Ismail Bin Ahmad Glr Sutan Pengadilan Dkk ke Kejati

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:46 WIB

Dua Jurnalis Dihadang Dua Pria saat Liput Toko Emas JSR

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:28 WIB

Tim PH Arinal Djunaidi Minta Hakim Nyatakan Penahanan Tak Sah

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:38 WIB

AJI Bandar Lampung Kecam Penahanan Jurnalis Indonesia oleh Militer Israel dalam Misi Kemanusiaan ke Gaza

Berita Terbaru

BeritaBerita

Gubernur Lampung Dukung Penuh Kehadiran Koperasi IJP Maju Sejahtera

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:08 WIB

Pemerintahan

MELATI Hadir di Segala Mider, Lansia Diajak Tetap Sehat dan Aktif

Kamis, 21 Mei 2026 - 22:59 WIB