Empat Calon Anggota KPU Lampung Minta Timsel Transparansi Hasil Tes Kesehatan

- Jurnalis

Kamis, 19 September 2024 - 14:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lima calon anggota KPU Lampung.

Lima calon anggota KPU Lampung.

Bandar Lampung (berandalappung.com) – Beberapa calon Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung menyampaikan protes keras terhadap keputusan Tim Seleksi (Timsel) KPU Provinsi yang dinilai tidak memenuhi ketentuan afirmasi 30% keterwakilan perempuan, sebagaimana diatur dalam UU No. 17 Tahun 2017.

Dalam proses seleksi yang melibatkan 108 calon, hanya 18 di antaranya merupakan perempuan. Ketika diumumkan 28 besar, masih terdapat 5 perempuan yang lolos, namun saat pengumuman 14 besar, hanya tersisa 1 perempuan.

“Kami kecewa, keputusan ini jauh dari prinsip afirmasi 30% keterwakilan perempuan yang seharusnya dijunjung tinggi,” ujar Ika Kartika salah satu calon anggota KPU Lampung yang tidak lulus kesehatan pada Kamis, (19/9/2024).

Baca Juga :  Bawaslu Bandar Lampung Atensi Empat Isu Krusial Menjelang Pilkada 2024

Ia menyebut keputusan ini sebagai bentuk diskriminasi yang tidak bisa ditoleransi.

Protes juga mencuat terkait pernyataan dari anggota Timsel, Moelyono, yang menyatakan bahwa hanya 1 perempuan yang dinyatakan sehat secara medis.

Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai proses penilaian kesehatan para calon perempuan.

“Kami mengajukan somasi kepada Timsel KPU Lampung untuk membuka hasil tes kesehatan secara privat. Ini hak kami atas informasi terkait data pribadi,” tegas Ika Kartika.

Baca Juga :  RMD dan Jihan Jalani Tes Kesehatan untuk Pilgub Lampung 2024

Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, mereka siap menempuh jalur hukum untuk memperjuangkan keadilan bagi perempuan dalam proses demokrasi.

Protes ini juga mendapat dukungan dari sesama calon perempuan, Ika Kartika dan Dewi Elyasari, serta kelompok pejuang demokrasi yang berkomitmen memperjuangkan kesetaraan gender dalam lembaga publik.

“Tidak hanya tentang kami, ini adalah perjuangan untuk keadilan dan kesetaraan bagi perempuan dalam demokrasi Indonesia,” pungkas Ika Kartika. (*)

Berita Terkait

Saran Ringan untuk UU Politik 2029, Dari Anas Urbaningrum
Ujian Berat Menjaga Marwah Pers di Tengah Disrupsi Digital
Politik Harus Hadir dengan Kepedulian Nyata, Firmansyah di Idul Adha PAN Bandar Lampung
Tim PH Arinal Djunaidi Minta Hakim Nyatakan Penahanan Tak Sah
Selamat, Ketua DPD Partai Golkar Lampung Hanan A. Rozak Berhasil Ciptakan Dinasti Golkar di Kabupaten Tulang Bawang Pilih Anak Kandung Jadi Ketua
Suara Anak Muda Bergema di IIB Darmajaya, Verrel Minta Bijak Bermedia Sosial
Menteri Pigai soal Feri Amsari Dipolisikan: Kritik Dijamin Konstitusi
Soroti Gerakan Makzulkan Presiden Prabowo, KNPI Prestasi Pemerintahan Nyata
Berita ini 113 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 14:45 WIB

Saran Ringan untuk UU Politik 2029, Dari Anas Urbaningrum

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:22 WIB

Ujian Berat Menjaga Marwah Pers di Tengah Disrupsi Digital

Kamis, 28 Mei 2026 - 14:05 WIB

Politik Harus Hadir dengan Kepedulian Nyata, Firmansyah di Idul Adha PAN Bandar Lampung

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:28 WIB

Tim PH Arinal Djunaidi Minta Hakim Nyatakan Penahanan Tak Sah

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:42 WIB

Selamat, Ketua DPD Partai Golkar Lampung Hanan A. Rozak Berhasil Ciptakan Dinasti Golkar di Kabupaten Tulang Bawang Pilih Anak Kandung Jadi Ketua

Berita Terbaru

Hukum

Usut Korupsi Dana BNPB, KPK Segera Surati Panglima TNI

Minggu, 18 Okt 2026 - 12:44 WIB