DPTb Lampung Per September 2023, Begini Rinciannya

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 10 Oktober 2023 - 14:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Daftar pemilih tetap (DPT) pindah memilih atau DPTb pada bulan September 2023 sebanyak 1.234, dengan rincian 419 pindah masuk, dan 815 pindah keluar.

 

Ketua Divisi Teknis KPU Lampung Agus Riyanto mengatakan, jumlah tersebut merupakan akumulatif sejak bulan Agustus yang tersebar dari 15 Kabupaten/Kota di Lampung.

 

“DPTb ini akumulatif dari Agustus dari 15 Kabupaten Kota yang ada di 202 Kecamatan dari 209 Kecamatan. Dimana pindah masuk sebanyak 419 pemilih, pindah keluar sebanyak 815 pemilih,” ujar Agus saat diwawancari diruang kerjanya, Selasa, (10/10/2023).

 

Agus merincikan, persebaranya pindah masuk itu ada di 164 Keluarahan 364 TPS. Pemilih pindah keluar dari 488 Keluarahan dengan jumlah 568 TPS.

 

Alasan pindah tersebut kata Agus terdapat banyak hal, diantaranya yang terbanyak karena alasan kerja dan alasan pendidikan.

 

“Melihatnya ada sembilan alasan karena kerja karena alasan studi pelajar mahasiswa kardna dia diluar Lampung. Pindah keluar ini bukan berati pindah keluar Lampung bisa saja pindah keluar Kota,” ungkapnya.

 

Agus merincikan DPTb pindah masuk dan pindah keluar di 15 Kabupaten/Kota sebagai berikut :

 

1). Kota Bandar Lampung pindah masuk 19 pindah keluar 98

Baca Juga :  Kampanye Akbar Mirza Jihan di PKOR Way Halim Meriah dengan Kehadiran Artis dan Tokoh Lampung

2). Metro pindah masuk 1 pindah keluar 18

3). Lampung Barat pindah masuk 44 dan pindah keluar 61

4). Lampung Selatan pindah masuk 58 dan pindah keluar 92

5). Lampung Tengah pindah masuk 2 dan pindah keluar 98

6). Lampung Timur pindah masuk 5 dan pindah keluar 79

7). Lampung Utara pindah masuk 4 dan pindah keluar 55

8). Mesuji pindah masuk 8 dan pindah keluar 27

9). Pesawaran pindah masuk 11 dan pindah keluar 33

10). Pesisir Barat pindah masuk 65 dan pindah keluar 26

11). Pringsewu pindah masuk 36 dan pindah keluar 35

12). Tanggamus pindah masuk 44 dan pindah keluar 56

13). Tulang Bawang pindah masuk 1 dan pindah keluar 30

14). Tulang Bawang Barat pindah masuk 57 pindah keluar 36

15). Waykanan pindah masuk 64 pindah keluar 71

 

Sebelumnya diberitakan, mengenai prosedur pindah memilih, ia menjelaskan, persyaratan utamanya adalah pemilih sudah terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT).

 

“Itu bisa mengurusnya baik di tempat ia akan pindah memilih, atau bisa juga di tempat memilih asal. Misalnya ada warga Lampung studi di Jogja itu bisa mengurus DPTb nya di Lampung, bisa juga di Jogja,” jelasnya.

Baca Juga :  Bawaslu Pesbar MoU Dengan Kwarcab Pesisir Barat Terkait Saka Adhyasta Pemilu

 

“Persyaratan lainnya, sesuai Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu itu pemilih harus menyertakan alasan ia pindah memilih berupa surat keterangan bahwasanya sedang berstudi ataupun keadaan tertentu. Pindah memilih ini bisa diurus hingga 15 Januari 2024,” imbuh dia.

 

Yang diperbolehkan mengurus pindah memilih kata Agus, diantaranya pemilih yang pada saat hari pemungutan suara sedang bertugas dan bekerja di luar domisili, sedang menjalani rawat inap dan keluarga yang sedang mendampingi, penyandang disabilitas yang menjalani perawatan di panti rehabilitasi.

 

Kemudian, sedang menjalani rehabilitasi narkoba, sedang menjalani tahanan di rumah tahanan, sedang menempuh pendidikan di luar domisili dan apabila sedang tertimpa bencana alam.

 

Dia juga menyampaikan, berdasarkan keputasan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 20 Tahun 2019 yang memperbolehkan mengurus DPTb hingga 7 Februari 2024 dengan empat alasan.

 

“Pertama pemilih yang sakit, pemilih yang tertimpa bencana, pemilih yang menjadi tahanan dan pemilih yang sedang menjalankan tugas saat hari pemungutan suara,” paparnya.

 

Dia menuturkan, pemilih yang sudah mengurus pindah memilih akan secara otomatis dalam aplikasi Sidalih tercoret dari DPT asalnya.

Berita Terkait

Jelang Musda, Eks Ketua Golkar Bandar Lampung Yuhadi Bicara Terbuka: Benny–Akbar–Rama Dinilai Paling Ideal Isi KSB
Bawaslu Pesbar Sampaikan Rekomendasi Dalam PDPB Triwulan III Tahun 2025
Sudin Raih Dukungan Mutlak Calon Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung
“Nasi Datang, Demo Jadi Tenang” Potret Gerakan Mahasiswa Era Delivery Order
Nasdem Nonaktifkan Sahroni dan Nafa Urbach
Tanggapan Ketua KI Lampung Periode 2010-2014 Juniardi SIP SH MH, terkait sorotan lebaga KIP Lampung.
Pimpinan dan Anggota Komisi VII Siap Hadiri “Kita Indonesia” RRI
Paripurna DPRD Lampung Sepi, Yusirwan Tidur
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Desember 2025 - 10:12 WIB

Jelang Musda, Eks Ketua Golkar Bandar Lampung Yuhadi Bicara Terbuka: Benny–Akbar–Rama Dinilai Paling Ideal Isi KSB

Kamis, 2 Oktober 2025 - 20:53 WIB

Bawaslu Pesbar Sampaikan Rekomendasi Dalam PDPB Triwulan III Tahun 2025

Sabtu, 6 September 2025 - 13:54 WIB

Sudin Raih Dukungan Mutlak Calon Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung

Senin, 1 September 2025 - 21:10 WIB

“Nasi Datang, Demo Jadi Tenang” Potret Gerakan Mahasiswa Era Delivery Order

Minggu, 31 Agustus 2025 - 12:59 WIB

Nasdem Nonaktifkan Sahroni dan Nafa Urbach

Berita Terbaru

Pendidikan

Kwarda Lampung Sambut Racana UIM

Rabu, 10 Des 2025 - 07:29 WIB