Bandar Lampung (berandalappung.com) – Debat Publik Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung 2024 digelar di Hotel Novotel Bandar Lampung, Minggu malam (13/10/2024).
Acara ini diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung dengan tema Infrastruktur dan Ekonomi, diikuti oleh dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Lampung yang bersaing di Pilgub Lampung 27 November 2024.
Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami, menyampaikan bahwa debat ini merupakan bagian dari tahapan kampanye, menuju 44 hari pemilihan serentak yang akan digelar pada Desember 2024.
“Debat ini akan menyampaikan visi, misi, dan program kerja dari masing-masing pasangan calon. Pemilih yang terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT) Lampung sebanyak 6.515.869 akan menyaksikan pemaparan ini, yang diharapkan bisa meyakinkan mereka dalam menentukan pilihan,” ujar Erwan.
Erwan juga mengapresiasi tim perumus debat dan para panelis yang telah mempersiapkan rangkaian pertanyaan terkait infrastruktur dan ekonomi.
Sebanyak lima panelis dihadirkan dalam debat ini, terdiri dari tiga panelis infrastruktur, yakni Dr. Masdar Helmi, Dr. Bobby, dan Dr. Napoleon, serta dua panelis ekonomi, Dr. Fitra Darma dan Dr. Saring Suhendro.
Tim perumus debat melibatkan para akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Lampung, seperti Roby Cahyadi dari FISIP Unila, Dr. Usep Syaifudin dari FEB Unila, Dr. Ing. IB Ilham Malik dari ITERA, Mansyur Hidayat dari UIN Raden Intan, serta Sumaindra Jarwadi dari LBH Bandar Lampung.
Dua moderator yang memandu jalannya debat adalah Juwendra Asdiansyah (jurnalis) dan Salwa Sakinah (presenter TVRI Lampung).
Dalam debat tersebut, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 01, Arinal Djunaidi-Sutono, menekankan pentingnya infrastruktur yang memadai untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Lampung.
Arinal memaparkan rencananya untuk mengembangkan jalan yang berkualitas dan meningkatkan infrastruktur di daerah, yang diyakini akan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat.
“Kawasan hutan seluas 3 ribu hektare di Lampung Timur merupakan potensi besar. Infrastruktur yang baik akan meningkatkan ekonomi lokal. Kita juga akan mewujudkan pembangunan jalur kereta api Bakauheni-Palembang,” ujar Arinal.
Ia menambahkan bahwa Lampung sebagai penghasil pangan dan lumbung pertanian harus dioptimalkan untuk kebutuhan pangan nasional, khususnya di Pulau Jawa.
Pasangan calon nomor urut 02, Rahmat Mirzani Djausal (RMD) dan Jihan Nurlela, juga menyampaikan visi mereka yang sejalan dengan target pemerintah untuk menciptakan Indonesia Emas 2045.
RMD menekankan pentingnya membangun Lampung sebagai pondasi menuju kemajuan nasional.
“Lampung akan ikut dalam gelombang kemajuan Indonesia. Kami ingin memajukan sektor peternakan dan pertanian, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan,” kata RMD.
Ia juga menyoroti rencana mereka untuk meratakan pembangunan infrastruktur dari kota hingga ke desa, serta memperhatikan sektor pendidikan dan kesehatan demi terciptanya masyarakat Lampung yang lebih maju.
Debat publik ini menjadi salah satu momen penting dalam Pilgub Lampung 2024, di mana kedua pasangan calon memiliki kesempatan untuk memaparkan visi dan program kerja mereka secara langsung kepada masyarakat.
Pemilih diharapkan dapat menentukan pilihan terbaik berdasarkan gagasan yang diusung oleh masing-masing calon untuk masa depan Lampung.











