Dari Uji Coba Berbuah Sukses, PHC Ubah Produktivitas Sawit Petani Lampung Timur

- Jurnalis

Jumat, 3 Juli 2026 - 20:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari Uji Coba Berbuah Sukses, PHC Ubah Produktivitas Sawit Petani Lampung Timur

berandalappung.com – Raja Basa, Keberhasilan penggunaan Pupuk Hayati Cair (PHC) pada tanaman kelapa sawit mulai dirasakan petani di Kabupaten Lampung Timur.

Salah satunya dialami Yakup, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Tebing, Kecamatan Melinting, yang mengaku hasil panen sawitnya meningkat signifikan setelah menerapkan PHC.

Yakup mengatakan, sebelum menggunakan PHC, rata-rata berat tandan buah segar (TBS) sawit yang dipanen hanya berkisar 40 kilogram per tandan. Namun setelah diaplikasikan pada lahan uji coba seluas setengah hektare, produktivitas sawit mengalami peningkatan hingga mencapai 50–60 kilogram per tandan.

“Awalnya kami hanya mencoba di lahan seluas setengah hektare. Ternyata hasilnya sangat memuaskan. Produksi meningkat cukup besar dan kondisi tanaman juga terlihat lebih sehat,” ujar Yakup.

Selain meningkatkan produktivitas, Yakup juga menilai penggunaan PHC mampu memperbaiki kondisi fisik tanaman. Salah satu indikatornya adalah berkurangnya pertumbuhan duri atau “bulu landak” pada pelepah sawit, sehingga memudahkan proses perawatan maupun panen.

Baca Juga :  Perkuat Ekonomi Pertanian, Pesawaran MoU Bersama BPP Lampung

Keberhasilan tersebut mendapat perhatian dari Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung, Elvira Umihanni, yang turun langsung meninjau kebun sawit milik Yakup.

Dalam kunjungan itu, Elvira didampingi Kepala Bidang Ketahanan Pangan Deni Nardi serta melihat langsung tanaman hingga bibit sawit yang dibudidayakan petani.

Elvira mengapresiasi inovasi yang dilakukan Yakup karena membuktikan bahwa PHC tidak hanya efektif diterapkan pada tanaman pangan seperti padi, jagung, dan singkong, tetapi juga memiliki potensi besar untuk meningkatkan produktivitas komoditas perkebunan, khususnya kelapa sawit.

“Ini menjadi terobosan yang sangat baik. Keberhasilan ini membuktikan PHC dapat diaplikasikan pada berbagai jenis tanaman, termasuk kelapa sawit. Ke depan, pemanfaatan PHC tidak hanya difokuskan di sentra padi, jagung, atau singkong, tetapi juga akan diperluas ke sektor perkebunan,” kata Elvira.

Baca Juga :  Gagap (GEMPITA) Menyambut Sistem Pemilu

Menurutnya, perluasan penggunaan PHC merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Lampung untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menekan biaya produksi yang selama ini menjadi beban petani.

Elvira berharap semakin banyak petani yang berani mencoba dan membagikan pengalaman positif mereka menggunakan PHC.

Testimoni dari para petani di lapangan diharapkan dapat menjadi bukti nyata bahwa inovasi tersebut mampu meningkatkan hasil panen, memperbaiki kualitas tanaman, serta mendorong peningkatan kesejahteraan petani melalui biaya produksi yang lebih efisien dan pendapatan yang lebih tinggi. (***)

Editor : alex jefri

Berita Terkait

Di Balik Desakan Copot Kadisperindag Lampung: Salah Alamat Memahami Resi Gudang
Pendidik: Profesi yang Diperintahkan Allah
Laskar Lampung Soroti Upaya Pengkaburan Regulasi Kewajiban Kebun Masyarakat 20%
“Dr. Dwi Putri Melati, Penegakan Hukum Harus Lebih Tajam dari Parang Begal”
Lawan Tanah Asam, Ikaperta Unila dan Mas Tani Bawa Teknologi Dongkrak Panen Petani Lampung
Juadah Lapis Legit: Cerita Romantis Lebaran di Lampung
78 Tahun HMI: Kaderisasi dan Cita-cita Mewujudkan Jati Diri
Potensi Cacat Hukum Pelantikan Kepala Daerah
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 20:56 WIB

Dari Uji Coba Berbuah Sukses, PHC Ubah Produktivitas Sawit Petani Lampung Timur

Senin, 15 Juni 2026 - 19:50 WIB

Di Balik Desakan Copot Kadisperindag Lampung: Salah Alamat Memahami Resi Gudang

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:17 WIB

Pendidik: Profesi yang Diperintahkan Allah

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:44 WIB

Laskar Lampung Soroti Upaya Pengkaburan Regulasi Kewajiban Kebun Masyarakat 20%

Minggu, 13 Juli 2025 - 17:13 WIB

“Dr. Dwi Putri Melati, Penegakan Hukum Harus Lebih Tajam dari Parang Begal”

Berita Terbaru

Berita Lainnya

Ahmad Mizani Dukunf HPN- Powernas 2027 di lampung

Selasa, 18 Agu 2026 - 21:05 WIB