78 Tahun HMI: Kaderisasi dan Cita-cita Mewujudkan Jati Diri

- Jurnalis

Rabu, 5 Februari 2025 - 08:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Gubernur BEM UTB sekaligus Kader Genus HMI Komisariat Pertanian Unila Hengki Irawan dokumen: berandalappung.com

Mantan Gubernur BEM UTB sekaligus Kader Genus HMI Komisariat Pertanian Unila Hengki Irawan dokumen: berandalappung.com

Berandalappung.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) telah memasuki usia ke-78 tahun.

Usia yang tidak lagi muda bagi sebuah organisasi yang lahir di tengah pergolakan bangsa, dengan semangat Islam dan keindonesiaan sebagai fondasinya.

Dalam rentang waktu ini, HMI telah melahirkan banyak kader yang berperan dalam berbagai sektor, mulai dari akademisi, birokrat, hingga pemimpin nasional.

Namun, di tengah perubahan zaman yang kian cepat, pertanyaan mendasar yang harus terus direnungkan oleh setiap kader HMI adalah: bagaimana kaderisasi saat ini mampu menjawab tantangan zaman?

Kaderisasi: Inti Perjuangan HMI

Sejak berdirinya pada 5 Februari 1947, HMI telah menjadikan kaderisasi sebagai ruh perjuangan.

Proses ini tidak sekadar membentuk intelektualitas, tetapi juga membangun karakter dan nilai-nilai keislaman dalam bingkai kebangsaan.

Namun, dalam beberapa dekade terakhir, ada tantangan besar yang dihadapi, yakni bagaimana mempertahankan esensi kaderisasi di tengah pragmatisme yang merasuki dunia aktivisme.

Baca Juga :  Menakar Kesombongan dalam Dunia Akademik, Refleksi bagi Guru

Kaderisasi bukan sekadar menjalani Latihan Kader (LK) dari tingkat dasar hingga advance, melainkan membentuk insan cita yang sesungguhnya.

Seorang kader HMI harus memiliki independensi berpikir, keberanian bertindak, serta kepekaan terhadap realitas sosial.

Sayangnya, banyak kader yang lebih terjebak dalam politik praktis sebelum matang secara pemikiran dan nilai.

Menjemput Impian Jati Diri HMI

HMI lahir dengan semangat keislaman dan keindonesiaan yang tidak boleh luntur.

Sebagai organisasi yang sejak awal bertujuan untuk membangun insan akademis, pencari kebenaran, dan pengabdi yang berlandaskan Islam, impian jati diri HMI adalah mencetak pemimpin yang berintegritas dan berwawasan luas.

Impian ini hanya dapat terwujud jika kader HMI tidak sekadar mengandalkan romantisme sejarah, tetapi juga terus beradaptasi dengan perkembangan zaman.

HMI harus mampu menjadi wadah bagi para pemikir dan inovator muda yang membawa gagasan segar untuk kemajuan bangsa.

Baca Juga :  Polda Lampung Ungkap Korupsi Bendungan Marga Tiga, Sita Uang Rp9,48 Miliar

Refleksi dan Harapan

Di usia 78 tahun ini, HMI harus terus merefleksikan perjalanan kaderisasi yang telah dilalui.

Kita harus bertanya, apakah HMI masih menjadi kawah candradimuka bagi calon pemimpin yang visioner?

Ataukah kita justru terjebak dalam sekadar rutinitas organisasi tanpa pemaknaan yang mendalam?

Harapan ke depan adalah HMI mampu mempertahankan nilai-nilai idealismenya di tengah arus pragmatisme yang semakin kuat.

Sebab, HMI bukan hanya tentang bagaimana kita berorganisasi, tetapi juga tentang bagaimana kita mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang membawa perubahan bagi bangsa dan umat.

Selamat Milad ke-78 HMI. Semoga kaderisasi semakin berkualitas, dan impian jati diri HMI tetap terjaga.

Penulis adalah Mantan Gubernur BEM UTB Lampung sekaligus Kader Terbaik Genus HMI Komisariat Pertanian Unila, Hengki Irawan. 

Berita Terkait

Wartawan PWI Direncanakan Ikut Retret Bela Negara di Akmil Magelang
Efesiensi Anggaran ala Purbaya: 60 Triliun dari Memangkas “Rapat Tak Perlu”
Ruby Chairani Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Lampung Selatan
IJP Lampung Kunjungi Pikiran Rakyat: Belajar Strategi Bertahan Media Cetak di Era Digital
Cakra Surya Manggala Dukung Langkah Aktifis GERMASI, Desak Kejagung Tindak Tegas Dalang Perusakan TNBBS
80 Tahun PT KAI: Dari Rel Sejarah Menuju Transportasi Modern
Eks Pj Gubernur Lampung Samsudin Diperiksa Kejati, Bungkam soal Kasus yang Disidik
Harga Ubi Kayu Dipatok Rp1.350 per Kilo, Kementan Perketat Impor Tapioka dan Jagung
Berita ini 146 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Desember 2025 - 21:34 WIB

Wartawan PWI Direncanakan Ikut Retret Bela Negara di Akmil Magelang

Jumat, 19 Desember 2025 - 15:26 WIB

Efesiensi Anggaran ala Purbaya: 60 Triliun dari Memangkas “Rapat Tak Perlu”

Senin, 8 Desember 2025 - 17:48 WIB

Ruby Chairani Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Lampung Selatan

Senin, 1 Desember 2025 - 12:55 WIB

IJP Lampung Kunjungi Pikiran Rakyat: Belajar Strategi Bertahan Media Cetak di Era Digital

Rabu, 8 Oktober 2025 - 08:26 WIB

Cakra Surya Manggala Dukung Langkah Aktifis GERMASI, Desak Kejagung Tindak Tegas Dalang Perusakan TNBBS

Berita Terbaru

Hukum

Jejak Panjang HGU Sugar Group di Lahan TNI AU

Sabtu, 24 Jan 2026 - 11:09 WIB