Rahmat Mirzani Djausal: Politik Uang adalah Musuh Utama Demokrasi yang Harus Kita Lawan Bersama

- Jurnalis

Kamis, 21 November 2024 - 20:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Calon gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama para aktivis LMND sepakat tolak Politik Uang.

Calon gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama para aktivis LMND sepakat tolak Politik Uang.

Bandar Lampung (berandalappung.com) – Calon Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, hadir dalam kegiatan Kampanye Tolak Politik Uang yang diselenggarakan oleh Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Lampung di Tugu Adipura, Bandar Lampung, hari ini.

Dalam acara ini, Mirza secara simbolis menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen untuk memerangi politik uang yang dianggapnya sebagai ancaman terbesar bagi demokrasi.

“Politik uang adalah musuh utama demokrasi. Praktik ini tidak hanya mencederai keadilan, tetapi juga menghalangi lahirnya pemimpin-pemimpin yang benar-benar berjuang untuk rakyat. Saya mendukung penuh langkah LMND Lampung yang mengajak mahasiswa untuk melawan praktik ini. Mahasiswa adalah ujung tombak perubahan, dan gerakan ini adalah langkah nyata untuk menjaga integritas pemilu,” ujar Mirza.

Baca Juga :  PKB Resmi Usung Raditya Egi di Pilkada Lamsel

Mirza juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk memastikan pemilu 2024 berjalan bersih dan adil.

Menurutnya, komitmen untuk menolak politik uang tidak hanya tugas kandidat, tetapi juga tanggung jawab seluruh pemilih.

“Demokrasi yang sehat hanya bisa tercipta jika rakyat bersikap tegas menolak segala bentuk politik transaksional. Komitmen saya bersama dr. Jihan Nurlela adalah menghadirkan pemerintahan yang bersih dan berintegritas untuk Lampung yang lebih baik,” tegasnya.

Baca Juga :  Pemprov Lampung Pastikan Akhir Bulan Bagikan 5.469 SK PPPK

Acara ini dihadiri mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Lampung yang turut mendukung gerakan anti-politik uang. Sebagai simbol perjuangan, mereka membentangkan spanduk dan membubuhkan tanda tangan sebagai wujud dukungan terhadap gerakan demokrasi bersih.

Rahmat Mirzani Djausal mengakhiri sambutannya dengan menyerukan semangat kebersamaan dalam membangun Lampung. “Masa depan Lampung ada di tangan kita. Dengan integritas, kejujuran, dan kerja keras, kita bisa wujudkan Lampung yang lebih maju tanpa politik uang. Bersama kita bisa!”

Berita Terkait

Soroti Gerakan Makzulkan Presiden Prabowo, KNPI Prestasi Pemerintahan Nyata
PT TUN Menangkan Kubu Slamet Ariyadi Atas Sengketa PB IKA PMII
Duka di Pucuk Pimpinan Demokrat Lampung
Dari Jakarta ke Kotabumi, Aprozi Alam Tinjau dan Bantu Korban Puting Beliung
Ketua DPD PDIP Lampung Winarti: Siapapun Pengurusnya Harus Didukung Dengan Baik
Isu PLt PK Golkar Bandar Lampung Menguat Usai Musda Batal
Peringati Hari Ibu ke 97 tahun 2025, DPC PDI Perjuangan Bandar Lampung Gelar Penanaman Pohon
Jelang Musda, Eks Ketua Golkar Bandar Lampung Yuhadi Bicara Terbuka: Benny–Akbar–Rama Dinilai Paling Ideal Isi KSB
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 07:45 WIB

Soroti Gerakan Makzulkan Presiden Prabowo, KNPI Prestasi Pemerintahan Nyata

Kamis, 19 Februari 2026 - 08:33 WIB

PT TUN Menangkan Kubu Slamet Ariyadi Atas Sengketa PB IKA PMII

Rabu, 18 Februari 2026 - 09:13 WIB

Duka di Pucuk Pimpinan Demokrat Lampung

Minggu, 15 Februari 2026 - 15:19 WIB

Dari Jakarta ke Kotabumi, Aprozi Alam Tinjau dan Bantu Korban Puting Beliung

Minggu, 15 Februari 2026 - 11:59 WIB

Ketua DPD PDIP Lampung Winarti: Siapapun Pengurusnya Harus Didukung Dengan Baik

Berita Terbaru

Humaniora

Hak Insentif Nakes Sudah Dibayarkan

Kamis, 16 Apr 2026 - 20:51 WIB

Pemerintahan

Gestur Nanda–Antonius Picu Polemik

Kamis, 16 Apr 2026 - 20:39 WIB

Peristiwa

Wira Garden Perkuat Sistem Keamanan Pasca Insiden 1 April 2026

Kamis, 16 Apr 2026 - 20:18 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi berandalappung.com