Polda Lampung Segera Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengangkatan 383 Tenaga Kontrak Pemkot Metro

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 9 Januari 2026 - 08:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Screenshot

Screenshot

Polda Lampung Segera Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengangkatan 383 Tenaga Kontrak Pemkot Metro


berandalappung.com
— Kota Baru, Kepolisian Daerah Lampung menaikkan status penyelidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam mengunggah dan mempublikasikan surat keputusan (SK) tenaga kontrak di lingkungan Pemerintah Kota Metro tahun anggaran 2024–2025 ke tahap penyidikan.

Perkara ini diduga melibatkan mantan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKP-SDM) Kota Metro, Welly Adiwantara.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung Komisaris Besar Polisi Dery Agung Wijaya mengatakan peningkatan status perkara dilakukan setelah penyidik ​​​​menemukan indikasi awal terjadinya tindak pidana.

“Perkara sudah naik ke penyidikan. Sejauh ini sekitar 29 orang Saksi telah kami periksa,” ujar Dery di Bandar Lampung, Rabu, 7 Januari 2026.

Menurut Dery, penetapan tersangka akan diumumkan setelah penyidik ​​mengungkap ekspose perkara. “Dalam waktu dekat akan ada tersangka yang kami sampaikan secara resmi,” katanya.

Kasus ini berawal dari dugaan yang diotorisasi dalam proses pengumpulan dan publikasi SK tenaga kontrak di lingkungan Pemkot Metro pada tahun 2024 dan 2025. Penyidik ​​​​mencatat sebanyak 383 tenaga kontrak yang diangkat, terdiri atas 344 orang pada tahun 2024 dan 39 orang pada tahun 2025, yang tersebar di hampir seluruh organisasi daerah (OPD).

Baca Juga :  AJI Bandar Lampung Kecam Penahanan Jurnalis Indonesia oleh Militer Israel dalam Misi Kemanusiaan ke Gaza

Padahal, Pasal 66 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara menyebutkan bahwa penataan pegawai non-ASN harus diselesaikan paling lambat Desember 2024. Sejak undang-undang tersebut berlaku, instansi pemerintah dilarang mengangkat pegawai non-ASN kecuali ASN.

Namun, penyidik ​​​​menduga Welly Adiwantara tetap melakukan sinkronisasi tenaga kontrak meskipun aturan tersebut telah berlaku. Dalam prosesnya, diduga dilakukan tanpa analisis kebutuhan dan seleksi oleh pengguna OPD, serta terindikasi adanya penerimaan gratifikasi atau kepentingan dari pihak-pihak tertentu.

Modus lelang, antara lain, penitipan calon tenaga kontrak melalui surat lamaran yang dilampiri KTP, kartu keluarga, dan ijazah, ditujukan kepada Wali Kota Metro cq Kepala BKP-SDM. Berkas tersebut diserahkan kepada Welly atau stafnya, lalu disimpan ke Sekretaris BKP-SDM Alex Destrio dan Kepala Bidang Pengadaan dan Mutasi Pegawai Eva Yuliasih untuk proses pencetakan SK. Setelah ditandatangani, SK diserahkan kepada OPD sebagai dasar pembayaran gaji.

Baca Juga :  Unit Jatanras Polresta Bandar Lampung Ungkap Kasus Penggelapan Barang

Pengangkatan tersebut dinilai bertentangan dengan Peraturan Wali Kota Metro Nomor 11 Tahun 2014 tentang Pedoman Pengangkatan dan Pemberhentian Tenaga Kontrak. Akibatnya, jumlah tenaga kontrak terus bertambah setiap tahun dan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Metro.

Penyidik ​​​​menilai pengeluaran gaji tenaga kontrak yang diangkat di luar ketentuan berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara, karena hak-hak mereka pelaksanaan dari APBD tanpa dasar hukum yang sah.

Selain perkara di Pemkot Metro, Unit II Subdit II Fismondev Ditreskrimsus Polda Lampung juga tengah menyelidiki dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait pengelolaan tenaga honorer di Badan Kepegawaian Daerah Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang periode 2010–2014. Penyelidikan ini berdasarkan laporan masyarakat yang disampaikan oleh Aika Ajis Noor. Penyidik ​​​​telah memanggil sejumlah pihak untuk klarifikasi.

Editor : Alex Buay Sako

Berita Terkait

Prahara di Talang Padang: Mengapa Pemkab Tanggamus Kehilangan Taring?
Pakar Hukum Pidana Nilai Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Calon Belum Diperiksa
Membidik Keraguan di Proyek SPAM Pesawaran: Pembelaan Terakhir Adal Linardo
LPW Desak Evaluasi Penyidik Polresta, Soroti Dugaan Intimidasi Jurnalis oleh Febrizal Levi
Berhenti di Polresta Bandar Lampung, Kasus Wildan Masuk Polda
PB HMI dan Praktisi Hukum Dukung Kortas Tipidkor Polri Ungkap Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara Penyebab Blackout di Sumatera
Tensi Tinggi Kejaksaan-Polri: Di Balik Penjagaan Bersenjata Rumah Jampidsus dan Penggeledahan Kortastipidkor
Klarifikasi Mabes Polri, Bancakan Ompreng Sang Jenderal
Berita ini 115 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:15 WIB

Prahara di Talang Padang: Mengapa Pemkab Tanggamus Kehilangan Taring?

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:46 WIB

Pakar Hukum Pidana Nilai Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Calon Belum Diperiksa

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:59 WIB

LPW Desak Evaluasi Penyidik Polresta, Soroti Dugaan Intimidasi Jurnalis oleh Febrizal Levi

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:43 WIB

Berhenti di Polresta Bandar Lampung, Kasus Wildan Masuk Polda

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:10 WIB

PB HMI dan Praktisi Hukum Dukung Kortas Tipidkor Polri Ungkap Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara Penyebab Blackout di Sumatera

Berita Terbaru

Berita Lainnya

IKWI Lampung Juara 2 Fashion Show Pakaian Adat HUT ke-65 IKWI

Selasa, 21 Jul 2026 - 22:34 WIB

Berita Lainnya

Putri Zulhas Siap Dukung Penuh HPN dan Porwanas 2027 di Lampung

Selasa, 21 Jul 2026 - 18:24 WIB

Berita Lainnya

Manuver Kuno Mengincar Oegroseno

Selasa, 21 Jul 2026 - 18:20 WIB