Bandar Lampung (berandalappung.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bandar Lampung melaksanakan simulasi pemungutan dan penghitungan suara untuk Pilkada 2024 di TPS khusus Lapas Kelas 1A Rajabasa, pada Senin (18/11/2024).
Simulasi ini dilakukan di dua TPS lapas, yakni TPS 901 dan 902, guna memastikan kelancaran proses pemilihan.
Tahapan Simulasi
Ketua KPU Bandar Lampung, Deddy, menjelaskan bahwa simulasi meliputi semua tahapan, mulai dari penghitungan logistik, pengambilan sumpah, hingga penghitungan suara.
“Hasil simulasi menunjukkan setiap pemilih memerlukan waktu sekitar 2-3 menit untuk mencoblos. Oleh karena itu, pemungutan suara akan berlangsung hingga pukul 13.00 WIB,” ujar Deddy.
Simulasi ini melibatkan 200 orang dari total 789 narapidana yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).
“Kami membatasi jumlah peserta simulasi agar tidak mengganggu aktivitas di dalam lapas,” urai Deddy.
Kendala Administrasi
Menurut Deddy, kendala utama yang dihadapi di TPS khusus adalah proses administrasi.
“Beberapa napi memiliki data yang kurang lengkap. Maka, dibutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak untuk menyelesaikan masalah ini,” jelasnya.
Dukungan dari Lapas
Kepala Lapas Kelas 1A Rajabasa, Saiful Sahri, menyatakan bahwa simulasi ini dapat meningkatkan kesadaran warga binaan untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi.
“Persoalan administrasi seperti E-KTP sudah kami atasi bekerja sama dengan Disdukcapil. Semua warga binaan yang masuk DPT kini siap menggunakan hak pilihnya,” jelas Saiful.
Simulasi ini diharapkan dapat meminimalkan hambatan dan memastikan pelaksanaan Pilkada 2024 di TPS khusus berjalan lancar.











