berandalappung.com— Pernah dengar Jembatan Haji Endang di Karawang? Dibangun pakai perahu ponton, bisa menghasilkan Rp 25 juta per hari!!
Tahun 2010, seorang tokoh masyarakat datang ke pengusaha bernama Muhammad Endang Junaedi (akrab dipanggil Haji Endang), meminta tolong agar dibuatkan jembatan.
Jembatan ini menghubungkan Desa Anggadita (Kecamatan Klari) dan Desa Parungmulya (Kecamatan Ciampel), Karawang. Masalahnya? Sungai Citarum memisahkan dua desa ini, dan aksesnya dulu sangat sulit.
Haji Endang menyanggupi. Tapi jembatannya unik, terbuat dari 11 perahu ponton besi yang dirangkai, lalu diberi alas agar bisa dilintasi kendaraan. Mirip jembatan terapung, tapi kuat dan stabil!
Total biaya pembangunan?
Rp 5 miliar. Haji Endang rela meminjam ke bank dan membangun bertahap demi membantu masyarakat sekitar.
Awalnya banyak yang meremehkan. Tapi siapa sangka, jembatan ini sekarang dilintasi lebih dari 10.000 kendaraan per hari dengan tarif Rp 2.000. Omzet? Sekitar Rp 25 juta/hari.
Tahun 2014, jembatan ini pernah karam karena masih pakai perahu kayu. Tapi Haji Endang tidak menyerah—semua diganti dengan ponton besi yang lebih aman dan tahan lama.
Saking suksesnya, Haji Endang pernah menghadiahkan istrinya sebuah Pajero Sport dari uang koin yang ia kumpulkan 4 bulan dari hasil jembatan—total Rp 133 juta!
Kini, Jembatan Haji Endang bukan cuma sarana vital bagi warga, tapi juga simbol kegigihan, solusi kreatif, dan inspirasi nyata dari seorang pengusaha lokal.
Dari jembatan kayu hingga ponton besi, dari nol hingga miliaran omzet—kisah Haji Endang membuktikan:
Niat baik, aksi nyata, dan kerja keras bisa mengubah segalanya.
Editor : Alex Jefri











