Bandar Lampung (berandalappung.com) – Sejumlah mahasiswa dan elemen masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Demokrasi Lampung akan menggelar aksi damai pada Kamis, (14/11/2024).
Aksi yang berlangsung di depan Kantor DPRD Provinsi Lampung ini mengusung sejumlah tuntutan untuk menjaga integritas pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang bersih dari praktik politik uang.
Dalam aksi ini, para peserta menuntut agar seluruh pihak terkait, termasuk penyelenggara Pemilu dan instansi terkait, bertindak tegas menindak pelanggaran politik uang demi terciptanya demokrasi yang bersih dan berintegritas.
Presiden Mahasiswa Universitas Lampung (UNILA), Bani, menyatakan bahwa aksi damai akan dimulai pukul 10.30 WIB, dengan titik kumpul di Hotel Sheraton sebelum melakukan long march menuju Kantor DPRD Lampung.
Bani mengajak seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat untuk turut hadir dan menyuarakan pentingnya pemilihan yang bebas dari praktik politik uang.
“Kita perlu menjaga integritas demokrasi dan memastikan bahwa suara rakyat tidak dibeli,” ujarnya.
Fakih, penanggung jawab aksi yang juga mahasiswa Unila, menambahkan bahwa aksi nanti akan diisi dengan orasi, mimbar bebas, dan seruan bagi partai politik serta lembaga penegak hukum, seperti Bawaslu dan Gakkumdu, untuk menandatangani pakta integritas yang menolak segala bentuk politik uang.
“Kami berharap kehadiran pihak-pihak terkait di lokasi aksi sebagai bentuk komitmen bersama. Penandatanganan pakta integritas ini menjadi simbol sikap tegas terhadap praktik politik uang yang merusak demokrasi,” kata Faqih.
Selain itu, Gerakan Demokrasi Lampung juga mendesak Kapolda Lampung untuk membentuk Satgas Anti-Politik Uang hingga tingkat desa, serta meminta semua lembaga terkait untuk bertindak tegas terhadap segala bentuk pelanggaran dalam Pilkada.
“Aksi damai ini diharapkan dapat memperkuat semangat demokrasi yang bersih di Lampung, sekaligus mengingatkan semua pihak untuk menolak politik uang dalam Pilkada,” tutup Faqih.











