Duta Mahasiswa FP Unila 2025 Dilantik: Bukan Sekadar Simbol, tapi Representasi Nilai dan Integritas
berandalappung.com— Bandar Lampung, Fakultas Pertanian Universitas Lampung (FP Unila) menggelar Pembekalan dan Pelantikan Duta Mahasiswa 2025 pada Kamis, 7 Agustus 2025, di Ruang A1 Gedung A. Lebih dari sekadar kegiatan seremoni, agenda ini menjadi ruang pembentukan karakter dan kompetensi mahasiswa sebagai wajah representatif fakultas di ruang publik.
Sejak pagi, suasana di lingkungan fakultas terasa berbeda. Satu per satu mahasiswa hadir mengenakan pakaian rapi, membawa antusiasme dan rasa ingin tahu. Pukul 07.30 WIB, registrasi peserta dimulai. Sepuluh menit kemudian, acara dibuka secara resmi oleh Imra Atil Mardya, S.P., M.P. sebagai pembawa acara. Lagu Indonesia Raya dan Hymne Unila mengalun, memberi bobot emosional sekaligus semangat nasionalisme pada acara yang digelar sederhana namun penuh makna ini.
Wakil Dekan III FP, Dr. Agustiansyah, S.P., M.Si., dalam laporannya menyebut bahwa duta mahasiswa bukan sekadar perwakilan dalam acara seremonial kampus, melainkan figur-figur yang diharapkan mampu menyuarakan nilai akademik, menjembatani komunikasi fakultas dengan publik, dan menjadi teladan dalam dinamika kemahasiswaan.
“Kami tidak mencari simbol. Kami menyiapkan pemimpin muda. Duta mahasiswa harus punya integritas, percaya diri, dan kemampuan komunikasi yang kuat,” kata Agustiansyah tegas.
Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian, Dr. Ir. Kuswanta Futas Hidayat, M.P., saat membuka acara menekankan bahwa tantangan hari ini menuntut mahasiswa tak hanya unggul dalam sains, tapi juga dalam narasi publik dan etika digital. “Duta bukan sekadar gelar, melainkan peran. Dan peran itu menuntut kesadaran dan kesiapan mental,” ujarnya.
Acara berlanjut ke sesi pembekalan yang dipandu moderator Husna Fii Karisma Jannah, S.P., M.P. Materi pertama dibawakan oleh Dr. Qadar Hasani, S.Pi., M.Si., yang memberikan pemahaman menyeluruh tentang Fakultas Pertanian, dari sejarah hingga arah kebijakan akademik.
Pukul 10.10 WIB, diisi oleh Hengki Irawan, S.P., S.H., M.H., C.Med menyampaikan materi Public Speaking secara provokatif namun membumi. Ia mendorong para calon duta untuk tidak hanya berbicara dengan fasih, tapi juga berpikir dengan jernih dan bertanggung jawab atas setiap kata.
“Bicara di depan publik bukan soal suara keras atau gaya bicara. Tapi soal isi, keberanian, dan integritas. Mahasiswa harus bisa bicara yang penting, bukan asal penting bicara,” katanya disambut anggukan peserta.
Materi berikutnya tentang Optimalisasi Media Sosial dibawakan oleh Lulu Dinka Cahya Putri. Ia mengajak mahasiswa memahami pentingnya citra digital dan membangun narasi positif melalui media sosial yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan akademik.
Usai istirahat, peserta diajak dalam sesi interaktif bertajuk Dinamika Kelompok yang difasilitasi Yuliana Saleh, S.P., M.Si. Diskusi, permainan, hingga tantangan kelompok dihadirkan untuk mengasah empati, kolaborasi, dan jiwa kepemimpinan para calon duta.
Puncak acara berlangsung pukul 14.20 WIB saat Dekan FP melantik secara resmi para Duta Mahasiswa FP Unila 2025. Dalam prosesi yang berlangsung singkat namun sakral itu, para duta menerima mandat dan tanggung jawab untuk membawa semangat fakultas ke ruang yang lebih luas akademik, sosial, maupun digital.
Acara ditutup pada pukul 15.00 WIB dengan suasana yang ringan namun sarat makna. Di mata para peserta, gelar duta bukanlah akhir dari proses, melainkan pintu awal menuju peran baru sebagai penyambung suara fakultas dengan kepala tegak, kata yang tertata, dan sikap yang bijaksana.
Editor : Alex Buay Sako











