Duta Mahasiswa FP Unila 2025 Dilantik: Bukan Sekadar Simbol, tapi Representasi Nilai dan Integritas

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 7 Agustus 2025 - 08:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Duta Mahasiswa FP Unila 2025 Dilantik: Bukan Sekadar Simbol, tapi Representasi Nilai dan Integritas

 

 

berandalappung.com— Bandar Lampung, Fakultas Pertanian Universitas Lampung (FP Unila) menggelar Pembekalan dan Pelantikan Duta Mahasiswa 2025 pada Kamis, 7 Agustus 2025, di Ruang A1 Gedung A. Lebih dari sekadar kegiatan seremoni, agenda ini menjadi ruang pembentukan karakter dan kompetensi mahasiswa sebagai wajah representatif fakultas di ruang publik.

Sejak pagi, suasana di lingkungan fakultas terasa berbeda. Satu per satu mahasiswa hadir mengenakan pakaian rapi, membawa antusiasme dan rasa ingin tahu. Pukul 07.30 WIB, registrasi peserta dimulai. Sepuluh menit kemudian, acara dibuka secara resmi oleh Imra Atil Mardya, S.P., M.P. sebagai pembawa acara. Lagu Indonesia Raya dan Hymne Unila mengalun, memberi bobot emosional sekaligus semangat nasionalisme pada acara yang digelar sederhana namun penuh makna ini.

Wakil Dekan III FP, Dr. Agustiansyah, S.P., M.Si., dalam laporannya menyebut bahwa duta mahasiswa bukan sekadar perwakilan dalam acara seremonial kampus, melainkan figur-figur yang diharapkan mampu menyuarakan nilai akademik, menjembatani komunikasi fakultas dengan publik, dan menjadi teladan dalam dinamika kemahasiswaan.

Baca Juga :  Temukan Dugaan Kecurangan, Tim Paslon 01 Tarik Saksi dari Fakultas Teknik Unila

“Kami tidak mencari simbol. Kami menyiapkan pemimpin muda. Duta mahasiswa harus punya integritas, percaya diri, dan kemampuan komunikasi yang kuat,” kata Agustiansyah tegas.

Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian, Dr. Ir. Kuswanta Futas Hidayat, M.P., saat membuka acara menekankan bahwa tantangan hari ini menuntut mahasiswa tak hanya unggul dalam sains, tapi juga dalam narasi publik dan etika digital. “Duta bukan sekadar gelar, melainkan peran. Dan peran itu menuntut kesadaran dan kesiapan mental,” ujarnya.

Acara berlanjut ke sesi pembekalan yang dipandu moderator Husna Fii Karisma Jannah, S.P., M.P. Materi pertama dibawakan oleh Dr. Qadar Hasani, S.Pi., M.Si., yang memberikan pemahaman menyeluruh tentang Fakultas Pertanian, dari sejarah hingga arah kebijakan akademik.

Pukul 10.10 WIB, diisi oleh Hengki Irawan, S.P., S.H., M.H., C.Med menyampaikan materi Public Speaking secara provokatif namun membumi. Ia mendorong para calon duta untuk tidak hanya berbicara dengan fasih, tapi juga berpikir dengan jernih dan bertanggung jawab atas setiap kata.

“Bicara di depan publik bukan soal suara keras atau gaya bicara. Tapi soal isi, keberanian, dan integritas. Mahasiswa harus bisa bicara yang penting, bukan asal penting bicara,” katanya disambut anggukan peserta.

Materi berikutnya tentang Optimalisasi Media Sosial dibawakan oleh Lulu Dinka Cahya Putri. Ia mengajak mahasiswa memahami pentingnya citra digital dan membangun narasi positif melalui media sosial yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan akademik.

Baca Juga :  BEM FDIK Nilai Kinerja Polda Lampung Lemah dalam Penanganan Dugaan Illegal Logging di Pesisir Barat

Usai istirahat, peserta diajak dalam sesi interaktif bertajuk Dinamika Kelompok yang difasilitasi Yuliana Saleh, S.P., M.Si. Diskusi, permainan, hingga tantangan kelompok dihadirkan untuk mengasah empati, kolaborasi, dan jiwa kepemimpinan para calon duta.

Puncak acara berlangsung pukul 14.20 WIB saat Dekan FP melantik secara resmi para Duta Mahasiswa FP Unila 2025. Dalam prosesi yang berlangsung singkat namun sakral itu, para duta menerima mandat dan tanggung jawab untuk membawa semangat fakultas ke ruang yang lebih luas akademik, sosial, maupun digital.

Acara ditutup pada pukul 15.00 WIB dengan suasana yang ringan namun sarat makna. Di mata para peserta, gelar duta bukanlah akhir dari proses, melainkan pintu awal menuju peran baru sebagai penyambung suara fakultas dengan kepala tegak, kata yang tertata, dan sikap yang bijaksana.

Editor : Alex Buay Sako

Berita Terkait

Ketika Kampus Lupa Mengajarkan Batas
Pilar Prestasi, Kontribusi Nyata Noviyanti Fitri Bagi Akreditasi Fakultas Psikologi Islam UIN RIL
Atasi Permasalahan Sampah, Mahasiswa KKN Unila Inovasikan Rocket Stove di Kelurahan Campang Raya
Menjawab Tantangan SDM Pertanian: Pesticide Academy Jembatani Fresh Graduate dan Industri Lewat Program Pelatihan dan Magang Berbayar
Temukan Dugaan Kecurangan, Tim Paslon 01 Tarik Saksi dari Fakultas Teknik Unila
PMII Rayon Pertanian Unila Gelar MAPABA, Perkuat Aswaja dan Wawasan Kebangsaan
Aktivis PMII Tantang Gubernur dan Walikota Bandar Lampung: Kembang Api atau Kemanusiaan?
Mengerikan, Tiga Sepeda Motor Digondol Maling Dalam Sehari Di Kampus Unila
Berita ini 84 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 08:48 WIB

Ketika Kampus Lupa Mengajarkan Batas

Senin, 16 Maret 2026 - 04:09 WIB

Pilar Prestasi, Kontribusi Nyata Noviyanti Fitri Bagi Akreditasi Fakultas Psikologi Islam UIN RIL

Minggu, 8 Februari 2026 - 16:42 WIB

Atasi Permasalahan Sampah, Mahasiswa KKN Unila Inovasikan Rocket Stove di Kelurahan Campang Raya

Jumat, 26 Desember 2025 - 11:01 WIB

Menjawab Tantangan SDM Pertanian: Pesticide Academy Jembatani Fresh Graduate dan Industri Lewat Program Pelatihan dan Magang Berbayar

Selasa, 23 Desember 2025 - 21:24 WIB

Temukan Dugaan Kecurangan, Tim Paslon 01 Tarik Saksi dari Fakultas Teknik Unila

Berita Terbaru

Berita Lainnya

Kekerasan di EPA Memalukan, Sikambara Minta Sanksi Tegas

Senin, 20 Apr 2026 - 08:24 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi berandalappung.com