PMII Rayon Pertanian Unila Gelar MAPABA, Perkuat Aswaja dan Wawasan Kebangsaan
berandalappung.com – Raja Basa, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Pertanian Komisariat Universitas Lampung mengadakan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) pada tanggal 20–21 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan tahap awal kaderisasi formal bagi calon anggotaPMIIdi lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Lampung.
MAPABA dibuka pada Sabtu, 20 Desember 2025, pukul 17.00 WIB, di Villa Berlian, Kemiling, Bandar Lampung. Kegiatan tersebut diikuti oleh puluhan peserta dan bergabung dengan pengurus PMII Komisariat Universitas Lampung.
Ketua PMII Rayon Pertanian, Dimas Adea Putra, mengatakan MAPABA merupakan proses awal pembentukan ideologi dan karakter kader PMII. Menurutnya, penguatan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja), ke-PMII-an, serta wawasan kebangsaan menjadi materi utama dalam kegiatan tersebut.
“MAPABA menjadi gerbang awal terbentuknya kesadaran kader agar memiliki sikap kritis, moderat, dan berkomitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan,” ujar Dimas.
Kegiatan MAPABA secara resmi dibuka oleh Ketua II Bidang Eksternal PMII Komisariat Universitas Lampung, Febri Setiawan. Ia menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pada malam hari, peserta MAPABA mendapatkan materi Wawasan Kebangsaan yang disampaikan oleh Tim Pencegahan Satgas Wilayah Densus 88 Antiteror Polri. Materi tersebut menyoroti peran strategis mahasiswa sebagai agen moderasi beragama dan penjaga toleransi di tengah masyarakat.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan pada Minggu, 21 Desember 2025, dengan kegiatan aksi nyata berupa penebaran 1.000 benih ikan nila di Laboratorium Lapangan PMII Rayon Pertanian Unila, Kedaung, Kemiling. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kepedulian kader terhadap isu ketahanan pangan dan lingkungan.
Melalui kegiatan MAPABA ini, PMII Rayon Pertanian Universitas Lampung berharap dapat melahirkan kader yang memiliki integritas, peka sosial, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.
Editor : Alex Buay Sako











