Di Balik Ritual Qurban HMI Bandar Lampung: Ikhtiar Merawat Khittah di Tengah Pragmatisme Zaman

- Jurnalis

Kamis, 28 Mei 2026 - 06:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di Balik Ritual Qurban HMI Bandar Lampung: Ikhtiar Merawat Khittah di Tengah Pragmatisme Zaman

berandalappung.com— Tanjung Karang, di tengah kepungan pragmatisme politik yang kerap melanda gerakan mahasiswa hari ini, sebuah sekretariat tua di Jalan Jendral Sudirman No. 47, Pahoman, mencoba melempar sauhnya kembali ke akar rumput. Kamis siang, 28 Mei 2026, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandar Lampung menggelar pemotongan hewan qurban.

Bagi organisasi hijau-hitam ini, agenda akan dimulai pukul 12.00 WIB tersebut bukan sekadar ritual tahunan yang karitatif. Di balik aroma darah dan kepulan asap masakan, ada upaya meneguhkan kembali substansi yang mulai langka di ruang publik: keikhlasan, pengorbanan, dan solidaritas sosial.

“Momentum Idul Adha ini adalah kritik otentik bagi kita semua. HMI lahir untuk mewujudkan insan cita dan masyarakat adil makmur. Maka, qurban ini adalah manifestasi bahwa kader harus siap memotong ego personal demi kepentingan umat,” ujar seorang fungsionaris dengan nada getir sekaligus optimis.

Menembus Sekat Birokrasi Gerakan
Ada yang berbeda dari atmosfer di pelataran Pahoman siang itu. Acara ini berhasil memotong sekat formalitas yang biasanya kaku.

Alumni lintas generasi (KAHMI), aktivis komisariat yang masih bergelut dengan ruang kuliah, hingga warga miskin kota duduk bersama di semen selasar sekretariat.

Baca Juga :  Pemprov Lampung Gelar Pengajian Akbar dan Doa Bersama untuk Pilkada 2024 yang Aman dan Damai

Bagi sebagian kalangan, kegiatan ini dinilai sebagai respons kritis HMI terhadap kondisi sosial ekonomi lokal yang kian mencekik masyarakat bawah. Ketika harga pangan melonjak dan kesenjangan sosial di Bandar Lampung makin menganga, distribusi daging qurban ini diorganisir bukan sebagai “pemberian cuma-cuma”, melainkan sebagai bentuk pengembalian hak umat.

Landasan teologis mereka jelas. Menukil hadis riwayat Tirmidzi, Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa penyembelihan hewan qurban adalah amalan yang paling dicintai Allah pada hari raya ini.

Namun di tangan para aktivis, teks suci itu diterjemahkan menjadi gerakan konkret pembelaan kaum mustad’afin (kaum yang tertindas).

Menguji Solidaritas, Menolak Lupa

Agenda menjelang sore, nanti ketika potongan-potongan daging akan dimasukkan ke dalam kantong-kantong ramah lingkungan untuk dibagikan ke perkampungan kumuh terdekat, sebuah refleksi tajam mengemuka.

Baca Juga :  Arogansi Oknum Kadis Lampung di Pusaran Hukum: Menguji 'Equality Before The Law' Dalam Kasus Pengancaman Wartawan 

Ujian terbesar HMI pasca-agenda ini bukanlah seberapa banyak hewan yang disembelih, melainkan seberapa konsisten para kadernya merawat ukhuwah dan mengawal kebijakan publik pasca-seremoni usai.

Di sudut halaman, teriakan “Yakusa!” (Yakin Usaha Sampai) menggema kompak saat penutupan acara. Pekikan itu tidak terdengar seperti slogan usang, melainkan sebuah peringatan: bahwa arah perjuangan HMI harus tetap berada di garis massa, bukan di ruang-ruang tunggu kekuasaan. Dari Pahoman, mereka mencoba membuktikan bahwa spirit perlawanan dan kepedulian itu belum sepenuhnya padam.(***)

Editor : alex jefri

Berita Terkait

Pantai Tanjung Gading Punya Potensi Wisata, KKN UML Dorong Promosi dan Perhatian Infrastruktur
Lawan Limbah Dapur, Mahasiswa Malahayati Ajarkan Warga Tejo Agung Racik Sabun Eco-Enzyme
Kampus Unggul IIB Darmajaya Resmi Buka Program Doktor Informatika
Demo di Kejati Lampung, Mahasiswa Desak Pengusutan Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
HMPS Ilmu Pemerintahan UM Lampung Belajar Partisipasi Pemilih di KPU Kota Bandar Lampung
Jihan dan Marindo Duduk Bersama Pergerakan Mahasiswa, Siap Tindaklanjuti Aspirasi!
BEM FEB Unila Gelar Diskusi Terbuka Bahas Indonesia Emas 2045, Transisi Energi hingga Makan Bergizi Gratis
Gelar Aksi Demo, Aliansi Mahasiswa Lampung Gaungkan 8 Tuntutan Rakyat
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 22:25 WIB

Pantai Tanjung Gading Punya Potensi Wisata, KKN UML Dorong Promosi dan Perhatian Infrastruktur

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:51 WIB

Lawan Limbah Dapur, Mahasiswa Malahayati Ajarkan Warga Tejo Agung Racik Sabun Eco-Enzyme

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:50 WIB

Kampus Unggul IIB Darmajaya Resmi Buka Program Doktor Informatika

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:02 WIB

Demo di Kejati Lampung, Mahasiswa Desak Pengusutan Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:30 WIB

HMPS Ilmu Pemerintahan UM Lampung Belajar Partisipasi Pemilih di KPU Kota Bandar Lampung

Berita Terbaru

Berita Lainnya

Pemprov Lampung Raih Penghargaan Inovasi Pendidikan dari detik.com

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:52 WIB