KAMMI Lampung dan PMKRI Lampung Tegaskan Pernyataan Sikap Cipayung Plus dan Komitmen Gerakan Hari Buruh ‎

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎KAMMI Lampung dan PMKRI Lampung Tegaskan Pernyataan Sikap Cipayung Plus dan Komitmen Gerakan Hari Buruh

berandalappung.com— Teluk Betung, Aliansi Cipayung Plus yang diwakili oleh KAMMI Lampung dan PMKRI Lampung menggelar aksi pernyataan sikap dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional di depan Gedung DPRD Provinsi Lampung, Jumat (01/05/2026). Aksi tersebut berlangsung dengan pengawalan ketat dari ratusan aparat kepolisian yang berjaga di sekitar lokasi.

‎Dalam pembukaan aksi, Daniel selaku Ketua KAMMI Bandar Lampung menegaskan bahwa Hari Buruh tidak boleh dipandang sebagai seremoni tahunan semata. Ia menyampaikan bahwa momentum ini harus menjadi ruang perjuangan untuk menyuarakan kepentingan kaum buruh yang hingga kini masih sering diabaikan oleh pemerintah dan pemangku kebijakan.

‎“Hari buruh bukan sekadar perayaan simbolik. Ini adalah momentum perlawanan terhadap ketidakadilan yang masih dialami oleh para pekerja. Negara tidak boleh terus menutup mata terhadap realitas yang dihadapi buruh hari ini,” ujar Daniel dalam orasinya di hadapan massa aksi.‎

‎Selanjutnya, pembacaan tuntutan dilakukan oleh Diva selaku Ketua PMKRI Lampung. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan lima tuntutan utama yang menjadi sikap resmi Cipayung Plus. Tuntutan tersebut meliputi pencabutan UU Cipta Kerja dan pembentukan UU Ketenagakerjaan yang berpihak pada buruh, penghapusan sistem kontrak, outsourcing, dan kemitraan palsu, serta penghentian praktik pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

‎Selain itu, massa aksi juga menuntut adanya jaminan kepastian kerja bagi buruh serta mendorong pemerintah untuk mewujudkan sistem upah layak nasional yang berbasis pada kebutuhan hidup. Mereka juga menegaskan pentingnya menghentikan segala bentuk kriminalisasi dan represi terhadap buruh dan rakyat yang menyuarakan hak-haknya.

‎“Buruh tidak butuh janji, buruh butuh keadilan nyata. Negara harus hadir melindungi, bukan justru melegitimasi sistem yang menindas,” tegas Diva dalam kutipan wawancaranya di sela aksi.

Baca Juga :  BEM Unila Desak Presiden Prabowo Pecat Kapolri dan Menteri Problematik


‎Dalam pernyataan penutupnya, Daniel juga menyinggung kondisi Hari Pendidikan Nasional yang dinilai telah menyimpang dari amanat awalnya. Ia mengkritik bahwa pendidikan saat ini cenderung dijadikan alat untuk memenuhi kepentingan elit, bukan sebagai sarana pembebasan dan pemberdayaan masyarakat.

‎Menutup aksi, Daniel mengajak seluruh elemen mahasiswa, pelajar, dan masyarakat untuk menjadikan bulan Mei sebagai bulan pergerakan. Ia menekankan bahwa momentum historis di bulan ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas dan menyuarakan kepentingan rakyat secara lebih luas.

Baca Juga :  Duta Mahasiswa FP Unila 2025 Dilantik: Bukan Sekadar Simbol, tapi Representasi Nilai dan Integritas

Tuntutan Cipayung Plus
1. Cabut UU Cipta Kerja dan wujudkan UU Ketenagakerjaan yang pro-buruh
‎2. Hapus sistem kontrak, outsourcing, dan kemitraan palsu
‎3. Hentikan PHK massal dan jamin kepastian kerja
‎4. Wujudkan upah layak nasional berbasis kebutuhan hidup
‎5. Hentikan kriminalisasi dan represi terhadap buruh dan rakyat ‎

Editor : Alex Buay Sako

Berita Terkait

Kampus Unggul IIB Darmajaya Resmi Buka Program Doktor Informatika
Demo di Kejati Lampung, Mahasiswa Desak Pengusutan Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
HMPS Ilmu Pemerintahan UM Lampung Belajar Partisipasi Pemilih di KPU Kota Bandar Lampung
Jihan dan Marindo Duduk Bersama Pergerakan Mahasiswa, Siap Tindaklanjuti Aspirasi!
BEM FEB Unila Gelar Diskusi Terbuka Bahas Indonesia Emas 2045, Transisi Energi hingga Makan Bergizi Gratis
Gelar Aksi Demo, Aliansi Mahasiswa Lampung Gaungkan 8 Tuntutan Rakyat
Di Balik Ritual Qurban HMI Bandar Lampung: Ikhtiar Merawat Khittah di Tengah Pragmatisme Zaman
Ketika Kampus Lupa Mengajarkan Batas
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:50 WIB

Kampus Unggul IIB Darmajaya Resmi Buka Program Doktor Informatika

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:02 WIB

Demo di Kejati Lampung, Mahasiswa Desak Pengusutan Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:30 WIB

HMPS Ilmu Pemerintahan UM Lampung Belajar Partisipasi Pemilih di KPU Kota Bandar Lampung

Senin, 29 Juni 2026 - 21:20 WIB

Jihan dan Marindo Duduk Bersama Pergerakan Mahasiswa, Siap Tindaklanjuti Aspirasi!

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:23 WIB

BEM FEB Unila Gelar Diskusi Terbuka Bahas Indonesia Emas 2045, Transisi Energi hingga Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru

Pemerintahan

Ketat Ikat Pinggang Salah Tempat, di Ruang Parlemen atau Dirakyat

Minggu, 2 Agu 2026 - 13:04 WIB