Dosen UIN Jurai SIWO Lampung Adakan Kegiatan Sosialisasi Pemahaman Pencegahan dan Penanganan Tindakan Kekerasan di Kabupaten Tanggamus

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 2 Desember 2025 - 19:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dosen UIN Jurai SIWO Lampung Adakan Kegiatan Sosialisasi Pemahaman Pencegahan dan Penanganan Tindakan Kekerasan di Kabupaten Tanggamus

berandalappung.com — Kota Agung Barat, upaya memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan tindakan kekerasan kembali digencarkan melalui kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh dosenUIN Jurai Siwo Lampung, Dr. Buyung Syukron, S.Ag., SS, MA, pada 12 November 2025.

Kegiatan ini menghadirkan perangkat kecamatan, tokoh masyarakat, pendidik, pelajar, serta sejumlah perwakilan organisasi pemuda sebagai peserta. Acara yang berlangsung di aula kantor Kecamatan Kota Agung Barat ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh mengenai bentuk, penyebab, dan dampak berbagai jenis kekerasan, mulai dari kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan terhadap anak, perundungan, hingga tindakan agresif yang terjadi di ruang publik.

Sosialisasi ini menjadi salah satu kontribusi sejarawan dalam memperkuat kapasitas masyarakat dan lembaga lokal agar mampu merespons kasus kekerasan secara sistematis dan tepat. Dalam pemaparannya, Dr. Buyung Syukron menggarisbawahi bahwa kekerasan tidak hanya terjadi dalam bentuk fisik, tetapi juga dapat muncul dalam wujud psikis, verbal, seksual, dan digital. Ia menekankan bahwa perubahan pola interaksi masyarakat, termasuk berkembangnya ruang komunikasi berbasis teknologi, menyebabkan bentuk-bentuk kekerasan kini lebih variatif dan sering kali tidak mudah diketahui.

Oleh karena itu, literasi mengenai jenis-jenis kekerasan dan cara mendeteksinya perlu menjadi pengetahuan dasar bagi masyarakat setiap lapisan. Selain menguraikan definisi dan klasifikasi kekerasan, Dr. Buyung juga menjelaskan faktor-faktor yang memicu terjadinya perilaku agresif, seperti dinamika keluarga, lingkungan sosial yang permisif, rendahnya karakter pendidikan, serta minimnya akses terhadap pendampingan psikologis dan hukum.

Menurutnya, pencegahan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan kolaborasi antara lembaga pendidikan, aparat pemerintah, tokoh masyarakat, dan keluarga sebagai unit sosial terkecil.

Peserta sosialisasi juga mendapatkan penjelasan rinci mengenai mekanisme pelaporan dan langkah-langkah penanganan ketika menemukan kasus kekerasan di sekitar mereka. Dr. Buyung menekankan bahwa masyarakat sering kali ragu melaporkan karena minimnya pemahaman mengenai prosedur yang benar atau kekhawatiran terhadap potensi konflik.

Baca Juga :  BEM UTB Lampung gelar FGD, Dekan : Mahasiswa itu Diskusi dan Aksi

Melalui sosialisasi ini, peserta diajak memahami alur pelaporan mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga lembaga yang memiliki kewenangan menangani kasus, baik pada tingkat kepolisian, layanan pendampingan, maupun lembaga perlindungan khusus.
Paparan tersebut mendapat perhatian serius dari para peserta.

Sejumlah perangkat desa menyampaikan bahwa kasus kekerasan, terutama yang melibatkan anak dan remaja, masih sering ditemukan namun tidak seluruhnya dilaporkan secara resmi. Mereka menilai kegiatan seperti ini memberikan kejelasan tentang prosedur yang dapat ditempuh, sehingga penanganan dapat berlangsung lebih cepat dan tepat sasaran.

Dr. Buyung juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan peran aktif dalam upaya pencegahan. Di antaranya melalui penciptaan lingkungan sosial yang aman, peningkatan komunikasi dalam keluarga, penguatan pendidikan karakter di sekolah, serta penyediaan ruang dialog bagi remaja untuk mengurangi potensi konflik.

Ia menegaskan bahwa pencegahan akan jauh lebih efektif jika dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan berbagai unsur dalam masyarakat.
Kegiatan sosialisasi ini tidak hanya fokus pada isu kekerasan yang bersifat fisik dan psikis, tetapi juga menyoroti kekerasan berbasis gender, kekerasan seksual, serta kekerasan daring yang semakin meningkat seiring penggunaan media sosial oleh anak dan remaja.

Dr. Buyung menguraikan contoh-contoh kasus yang sering terjadi, pola perilaku pelaku, serta langkah-langkah preventif yang dapat diterapkan oleh orang tua, sekolah, dan komunitas lokal. Pada sesi diskusi, peserta mengajukan berbagai pertanyaan terkait tantangan yang sering mereka hadapi saat berhadapan dengan potensi kekerasan.

Beberapa guru menyampaikan kekhawatiran terhadap meningkatnya perundungan di lingkungan sekolah, sementara tokoh pemuda mengangkat isu kekerasan verbal dan intimidasi yang kerap terjadi pada komunitas remaja. Melalui diskusi tersebut, Dr. Buyung memberikan penjelasan sistematis mengenai pendekatan komunikasi, strategi intervensi dini, serta pentingnya membangun jejaring kerja sama dengan lembaga pendampingan profesional.

Baca Juga :  PMII Cabang Bandarlampung Segera Gelar Pelantikan

Camat Kota Agung Barat yang turut hadir dalam kegiatan ini memberikan apresiasi terhadap kontribusi akademisi dalam memperkuat kapasitas masyarakat. Ia menyampaikan bahwa pemerintah kecamatan sangat terbuka terhadap kegiatan edukatif yang membantu menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis. Menurutnya, peningkatan kesadaran masyarakat menjadi langkah penting untuk menekan angka kekerasan yang masih ditemukan di beberapa wilayah.

Selain itu, pihak kecamatan juga berharap kegiatan sosialisasi semacam ini dapat dilaksanakan secara berkala dengan melibatkan lebih banyak unsur masyarakat, termasuk kelompok perempuan, pendidik PAUD, serta komunitas warga di tingkat dusun. Edukasi berkelanjutan dinilai penting untuk menjaga konsistensi upaya pencegahan serta mendorong pembentukan budaya sosial yang lebih responsif terhadap isu-isu kekerasan.

Kegiatan sosialisasi ditutup dengan penyusunan rencana tindak lanjut yang melibatkan koordinasi antara masyarakat, perangkat kecamatan, dan institusi pendidikan. Para peserta sepakat untuk memperkuat jejaring komunikasi dan merencanakan kegiatan lanjutan di masing-masing desa, seperti pendampingan keluarga, edukasi siswa di sekolah, serta kampanye sosial untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

Melalui kegiatan ini, UIN Jurai Siwo Lampung kembali menegaskan sebagai institusi akademik yang tidak hanya fokus pada pengembangan keilmuan, tetapi juga aktif dalam pemberdayaan masyarakat. Kehadiran Dr. Buyung Syukron sebagai pemateri memberikan ruang penting bagi masyarakat untuk memperoleh pengetahuan yang dapat diterapkan secara langsung dalam upaya mencegah kekerasan dan memberikan perlindungan bagi kelompok rentan.

Sosialisasi pada tanggal 12 November 2025 diharapkan menjadi titik awal bagi penguatan kolaborasi lintas sektor di Kabupaten Tanggamus. Dengan pemahaman yang lebih baik dan mekanisme kerja yang lebih terarah, masyarakat di Kecamatan Kota Agung Barat diharapkan mampu membangun lingkungan yang lebih aman, suportif, dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan.

Editor : Alex Buay Sako

Berita Terkait

Hak Insentif Nakes Sudah Dibayarkan
Antisipasi Banjir Camat Teluk Betung Utara, Turun Bersih-bersih 
Gendang Persadaan Ginting Mergana Sukses Digelar, Perkuat Persatuan dan Pelestarian Budaya Karo di Lampung
Nuzulul Qur’an di Kodam Raden Inten: Pangdam Tekankan Iman sebagai Fondasi Pengabdian
IKATRI Hiswana Migas Lampung Salurkan Puluhan Paket Bantuan di TPA Masjid Baitul Kirom
Jeep, Ramadan, dan Jalan Kepedulian di Gunung Terang
IJP Lampung Kunjungi Desa Baduy, Melihat Alam Dijaga Lewat Adat
Didukung BI dan UMKM, Nasi Rabeg Angkat Nama Kuliner Banten
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 20:51 WIB

Hak Insentif Nakes Sudah Dibayarkan

Selasa, 7 April 2026 - 14:47 WIB

Antisipasi Banjir Camat Teluk Betung Utara, Turun Bersih-bersih 

Senin, 30 Maret 2026 - 17:24 WIB

Gendang Persadaan Ginting Mergana Sukses Digelar, Perkuat Persatuan dan Pelestarian Budaya Karo di Lampung

Rabu, 18 Maret 2026 - 09:09 WIB

Nuzulul Qur’an di Kodam Raden Inten: Pangdam Tekankan Iman sebagai Fondasi Pengabdian

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:10 WIB

IKATRI Hiswana Migas Lampung Salurkan Puluhan Paket Bantuan di TPA Masjid Baitul Kirom

Berita Terbaru

Humaniora

Hak Insentif Nakes Sudah Dibayarkan

Kamis, 16 Apr 2026 - 20:51 WIB

Pemerintahan

Gestur Nanda–Antonius Picu Polemik

Kamis, 16 Apr 2026 - 20:39 WIB

Peristiwa

Wira Garden Perkuat Sistem Keamanan Pasca Insiden 1 April 2026

Kamis, 16 Apr 2026 - 20:18 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi berandalappung.com