Jeep, Ramadan, dan Jalan Kepedulian di Gunung Terang

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 1 Maret 2026 - 21:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jeep, Ramadan, dan Jalan Kepedulian di Gunung Terang

 

berandalappung.com—  Langkapura, deru mesin jeep yang biasanya identik dengan lintasan terjal dan petualangan ekstrem, Minggu (1/3/2025), terdengar berbeda di kawasan Gunung Terang, Bandar Lampung. Bukan konvoi hobi yang dipamerkan, melainkan rombongan yang membawa paket bantuan untuk mereka yang hidup dalam sunyi dan keterbatasan.

Para anggota Willys Lampung Community (WLC) memilih memaknai Ramadan dengan cara yang lebih membumi: menyambangi tunanetra, fakir miskin, dan para lanjut usia yang nyaris luput dari sorotan.

Kegiatan sosial itu digelar bekerja sama dengan Detasemen Kesehatan wilayah Lampung, menghadirkan bantuan langsung bagi warga yang membutuhkan.

Baca Juga :  Anindya Novyan Bakrie Officially Inaugurated as Chairman of Kadin Indonesia

Ketua Umum WLC, Henry K. Yuza, menyebut aksi tersebut sebagai bagian dari komitmen komunitasnya untuk tidak terjebak dalam romantisme otomotif semata.

“Kami ingin Ramadan ini tidak hanya menjadi rutinitas ibadah personal, tetapi juga momentum berbagi. Kegiatan seperti ini sudah menjadi agenda tetap kami,” ujarnya.

Bagi komunitas jeep yang selama ini lebih dikenal lewat kegiatan off-road dan ekspedisi, langkah turun langsung ke permukiman warga menjadi pergeseran yang patut dicatat.

Henry menambahkan, keberadaan komunitas otomotif seharusnya memberi dampak sosial yang nyata. “Silaturahmi tidak cukup di internal komunitas. Justru harus diperluas ke masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  IKATRI Hiswana Migas Lampung Salurkan Puluhan Paket Bantuan di TPA Masjid Baitul Kirom

Di salah satu rumah sederhana, Lek Pardi penerima manfaat mengaku terharu. Bantuan yang diterimanya mungkin tidak besar secara nominal, tetapi cukup berarti bagi kebutuhan hariannya. “Terima kasih kepada WLC. Bantuan ini sangat membantu kami,” ujarnya pelan.

Di tengah meningkatnya kesenjangan sosial dan tekanan ekonomi, aksi-aksi seperti ini memang tidak menyelesaikan persoalan struktural.

Namun setidaknya, di sudut kota Bandar Lampung, ada sekelompok orang yang memilih menjadikan hobi sebagai jembatan empati.

Ramadan, pada akhirnya, menemukan maknanya bukan pada gegap gempita, melainkan pada langkah-langkah kecil yang menyentuh mereka yang sering kali tak terdengar.

Editor : Alex Buay Sako

Berita Terkait

Bantuan Menyusut, Warga Afghanistan Terpaksa Jual Anak Kandung
Hak Insentif Nakes Sudah Dibayarkan
Antisipasi Banjir Camat Teluk Betung Utara, Turun Bersih-bersih 
Gendang Persadaan Ginting Mergana Sukses Digelar, Perkuat Persatuan dan Pelestarian Budaya Karo di Lampung
Nuzulul Qur’an di Kodam Raden Inten: Pangdam Tekankan Iman sebagai Fondasi Pengabdian
IKATRI Hiswana Migas Lampung Salurkan Puluhan Paket Bantuan di TPA Masjid Baitul Kirom
IJP Lampung Kunjungi Desa Baduy, Melihat Alam Dijaga Lewat Adat
Didukung BI dan UMKM, Nasi Rabeg Angkat Nama Kuliner Banten
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 22:14 WIB

Bantuan Menyusut, Warga Afghanistan Terpaksa Jual Anak Kandung

Kamis, 16 April 2026 - 20:51 WIB

Hak Insentif Nakes Sudah Dibayarkan

Selasa, 7 April 2026 - 14:47 WIB

Antisipasi Banjir Camat Teluk Betung Utara, Turun Bersih-bersih 

Senin, 30 Maret 2026 - 17:24 WIB

Gendang Persadaan Ginting Mergana Sukses Digelar, Perkuat Persatuan dan Pelestarian Budaya Karo di Lampung

Rabu, 18 Maret 2026 - 09:09 WIB

Nuzulul Qur’an di Kodam Raden Inten: Pangdam Tekankan Iman sebagai Fondasi Pengabdian

Berita Terbaru

Berita Lainnya

Selamat, Birokrat Tubaba ke Jantung Kota Metro

Jumat, 12 Jun 2026 - 18:08 WIB