IJP Lampung Kunjungi Desa Baduy, Melihat Alam Dijaga Lewat Adat

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 10 Februari 2026 - 19:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IJP Lampung Kunjungi Desa Baduy, Melihat Alam Dijaga Lewat Adat

 

berandalppuang.com— Lebak, Di tengah derasnya arus modernisasi dan ekspansi pembangunan, masyarakat adat Baduy di Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Banten, tetap berdiri teguh menjaga pikukuh karuhun, amanat leluhur yang menjadi fondasi hidup mereka.

Komitmen itu ditegaskan langsung oleh tokoh adat Baduy Luar, Kang Udil. Baginya, menjaga adat bukan sekadar mempertahankan tradisi, tetapi memastikan keseimbangan alam tetap terpelihara.

“Kami hidup bukan untuk mengejar banyak. Kami hidup untuk menjaga titipan. Tanah tidak boleh dijual, hutan tidak boleh ditebang sembarangan, dan kami tetap bertani tanpa bahan kimia.

Itu tidak boleh berubah,” ujar Kang Udil, saat berbincang santai dengan belasan pewarta yang tergabung dalam Ikatan Jurnalis Pemprov (IJP) Lampung di Kanekes, Lebak, Selasa (10/2).

Kang Udil menjelaskan, masyarakat Baduy terbagi menjadi dua kelompok, yakni Baduy Luar dan Baduy Dalam. Baduy Luar berperan sebagai wilayah penyangga yang berinteraksi dengan dunia luar, termasuk menerima wisatawan dan menjalankan aktivitas ekonomi seperti menjual kain tenun, madu hutan, dan gula aren.

Baca Juga :  Rektor Universitas Lampung: Apakah Komitmen Pelestarian Budaya Hanya Sebatas Pidato?

Namun demikian, keterbukaan tersebut tidak lantas mengendurkan aturan adat.

“Kami tidak menolak tamu, tapi tamu harus menghormati adat. Kalau adat rusak, kami kehilangan jati diri,” tegasnya.

Sementara di wilayah Baduy Dalam, kehidupan dijalani lebih ketat. Warga tidak menggunakan listrik, kendaraan, maupun alat elektronik. Pola hidup sederhana, bertani tradisional, dan menjaga hutan menjadi prinsip yang tak boleh dilanggar.

“Kami diajarkan untuk tidak rakus. Ambil secukupnya, tanam kembali, jaga alam seperti menjaga orang tua,” tambah Kang Udil.

Di sisi lain, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Lebak, Bambang SP, menegaskan bahwa perlindungan masyarakat adat Baduy bukan sekadar wacana, melainkan telah diperkuat melalui Peraturan Daerah (Perda).

“Baduy adalah identitas Lebak. Mereka bukan hanya destinasi wisata, tetapi komunitas adat dengan sistem nilai dan hukum yang hidup. Negara wajib hadir untuk melindungi,” ujar Bambang.

Menurutnya, penguatan regulasi wilayah adat, perlindungan kawasan hutan, serta pengawasan terhadap aktivitas luar menjadi prioritas agar pembangunan tidak berbenturan dengan nilai-nilai budaya.

Baca Juga :  PWI Lampung Desak Perlakuan Khusus Pajak: Industri Media Diambang Sekarat, Pemerintah Dinilai Abai

“Pembangunan tidak boleh memaksa perubahan budaya. Modernisasi harus menghormati batas adat. Pemerintah harus menjadi mitra dialog, bukan tekanan,” tegasnya.

Diketahui, Kunjungan belasan pewarta (IJP) Lampung tersebar, dijamu langsung oleh Bambang selaku legislator daerah pemilihan setempat.

Ketua IJP Lampung Abung Mamasa menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan serta komitmen masyarakat Baduy dalam menjaga kelestarian adat dan lingkungan.

“Kami berterima kasih atas jamuan dan kesempatan ini. Apa yang kami lihat di Baduy bukan sekadar tradisi, tetapi contoh nyata bagaimana alam dan budaya dijaga dengan konsisten di tengah modernisasi,” ujarnya.

Ia juga berharap, kehadiran insan pers dalam kunjungan tersebut dapat menjadi jembatan informasi, memperluas pemahaman publik tentang pentingnya perlindungan masyarakat adat sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas dan kekayaan bangsa.

“Baduy (sudah) mendunia, semoga kita bisa ikut terus menjaga kelestarian alam, adat dan budayanya,” tutup Abung. (*)

Editor : Alex Buay Sako

Berita Terkait

Bantuan Menyusut, Warga Afghanistan Terpaksa Jual Anak Kandung
Hak Insentif Nakes Sudah Dibayarkan
Antisipasi Banjir Camat Teluk Betung Utara, Turun Bersih-bersih 
Gendang Persadaan Ginting Mergana Sukses Digelar, Perkuat Persatuan dan Pelestarian Budaya Karo di Lampung
Nuzulul Qur’an di Kodam Raden Inten: Pangdam Tekankan Iman sebagai Fondasi Pengabdian
IKATRI Hiswana Migas Lampung Salurkan Puluhan Paket Bantuan di TPA Masjid Baitul Kirom
Jeep, Ramadan, dan Jalan Kepedulian di Gunung Terang
Didukung BI dan UMKM, Nasi Rabeg Angkat Nama Kuliner Banten
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 22:14 WIB

Bantuan Menyusut, Warga Afghanistan Terpaksa Jual Anak Kandung

Kamis, 16 April 2026 - 20:51 WIB

Hak Insentif Nakes Sudah Dibayarkan

Selasa, 7 April 2026 - 14:47 WIB

Antisipasi Banjir Camat Teluk Betung Utara, Turun Bersih-bersih 

Senin, 30 Maret 2026 - 17:24 WIB

Gendang Persadaan Ginting Mergana Sukses Digelar, Perkuat Persatuan dan Pelestarian Budaya Karo di Lampung

Rabu, 18 Maret 2026 - 09:09 WIB

Nuzulul Qur’an di Kodam Raden Inten: Pangdam Tekankan Iman sebagai Fondasi Pengabdian

Berita Terbaru

Opini

Sebuah Madrasah Cinta dan Pengorbanan

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:26 WIB