Bawaslu Pesbar Tekankan, Jangan Mudah Terprovokasi Berita Hoaks

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 4 Oktober 2023 - 13:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERANDALAPPUNG.COM –  Jelang Tahapan Pemilu 2024 yang akan memasuki tahapan penetapan Daftar Calon Tetap, masyarakat diminta ikut berperan aktif dalam mengawasi khususnya penyebaran berita hoaks dan yang mengandung ujaran kebencian sehingga, Pemilu 2024 dapat terlaksana lancar, aman dan kondusif.

 

Hal itu disampaikan Ketua Bawaslu Kabupaten Pesisir Barat di Kantor Bawaslu Pesisir Barat, Rabu (4/9/2023).

 

Menurutnya, menjelang Pemilu 2024, tren penyebaran berita hoaks atau ujaran kebencian mengalami peningkatan.

 

Karenanya, lanjut kodrat, pihaknya bersama stakeholder terkait, akan terus berusaha melakukan pengawasan khususnya, terhadap penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian.

 

“sebagai langkah atau upaya pencegahan terjadinya berita bohong dan ujaran kebencian, kita baru saja melaksanakan kegiatan Deklarasi Pekon Pengawasan Partispatif di Pekon Walur Kecamatan Pesisir Utara, 30 September lalu.

 

Kegiatan tersebut juga merupakan langkah sosialisasi kepada masyarakat luas, mengenai informasi dampak penyebaran berita hoax serta ujaran kebencian dalam perhelatan pemilu ini” jelas Kodrat.

Baca Juga :  Pilkada Serentak 2024, Tantangan dan Harapan di Tengah Dinamika Politik Indonesia

 

Harapannya masyarakat benar-benar mewaspadai beredarnya berita hoaks dan ujaran kebencian. Apalagi berita-berita tersebut, sifatnya provokatif dan dapat memecah belah individu, maupun suatu kelompok.

 

“Bisanya berita hoaks dan hate speech ini sering muncul di media sosial (medsos), sehingga kita harus benar-benar bisa mengunakan medsos dengan baik. Jika kita menemui hal tersebut, sebaiknya kita harus mengecek terlebih dahulu, dengan menanyakan hal itu kepada orang yang paham, maupun lembaga yang resmi terkait informasi yang kita dapatkan, sehingga kita tidak mudah terpengaruh,” ungkapnya.

 

Ditambahkan, ciri-ciri dari berita hoaks adalah, pasti judulnya bombastis, nasrasinya provokasi dan menyudutkan seseorang, baik tokoh masyarakat maupun pejabat pemerintahan. Selain itu, akun yang digunakan tidak jelas.

 

Kordiv SDMO Bawaslu Pesbar ini juga menjelaskan, bagi seseorang yang sengaja menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik, bisa dikenakan pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda maksimal Rp1 miliar. Ini diatur oleh Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008, tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Baca Juga :  Andika Mahesa dan Kiki The Potters Guncang Konser Ardjuno di Kota Gajah

 

Ia mencontohkan, biasanya berita bohong disebar melalui medsos ataupun aplikasi yang ada dalam smartphone, seperti pesan WhatsApp maupun yang lainnya, yang bertuliskan cetak tebal di judul, dan diakhiri dengan kata-kata viralkan.

 

“Ini harus dibaca dulu isinya terkait apa, jika isinya provokasi dan ujaran kebencian, maka jangan diteruskan ke teman-teman maupun ke grup apapun. Jika kita ikut share, sama halnya kita ikut serta dalam menyebarkan berita bohong dan ujaran kebencian, sehingga kita bisa terkena UU ITE,” jelas Kodrat.

 

Dia berharap, masyarakat dapat memahami dan tidak terprovokasi, serta ikut serta dalam menyebarkan berita hoaks serta ujaran kebencian, karena akan berakibat sangat fatal bagi diri sendiri.

Berita Terkait

Politik Harus Hadir dengan Kepedulian Nyata, Firmansyah di Idul Adha PAN Bandar Lampung
Tim PH Arinal Djunaidi Minta Hakim Nyatakan Penahanan Tak Sah
Selamat, Ketua DPD Partai Golkar Lampung Hanan A. Rozak Berhasil Ciptakan Dinasti Golkar di Kabupaten Tulang Bawang Pilih Anak Kandung Jadi Ketua
Suara Anak Muda Bergema di IIB Darmajaya, Verrel Minta Bijak Bermedia Sosial
Menteri Pigai soal Feri Amsari Dipolisikan: Kritik Dijamin Konstitusi
Soroti Gerakan Makzulkan Presiden Prabowo, KNPI Prestasi Pemerintahan Nyata
PT TUN Menangkan Kubu Slamet Ariyadi Atas Sengketa PB IKA PMII
Duka di Pucuk Pimpinan Demokrat Lampung
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 14:05 WIB

Politik Harus Hadir dengan Kepedulian Nyata, Firmansyah di Idul Adha PAN Bandar Lampung

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:28 WIB

Tim PH Arinal Djunaidi Minta Hakim Nyatakan Penahanan Tak Sah

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:42 WIB

Selamat, Ketua DPD Partai Golkar Lampung Hanan A. Rozak Berhasil Ciptakan Dinasti Golkar di Kabupaten Tulang Bawang Pilih Anak Kandung Jadi Ketua

Jumat, 24 April 2026 - 19:06 WIB

Suara Anak Muda Bergema di IIB Darmajaya, Verrel Minta Bijak Bermedia Sosial

Minggu, 19 April 2026 - 14:13 WIB

Menteri Pigai soal Feri Amsari Dipolisikan: Kritik Dijamin Konstitusi

Berita Terbaru

Pemerintahan

Pembangunan Lanjutan RS Hewan Lampung Bergulir Dua Pekan Lagi

Selasa, 30 Jun 2026 - 20:11 WIB

Berita Lainnya

Trio Penggerak KAHMI Lampung Siap Dilantik

Selasa, 30 Jun 2026 - 19:19 WIB