Candrawansyah: Demokrasi Terancam, Pilkada oleh DPRD Bunuh Partisipasi Rakyat

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 20 Desember 2024 - 16:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengamat Politik Universitas Muhamadiyah Lampung Candrawansyah. Foto: Wildanhanafi/berandalappung.com

Pengamat Politik Universitas Muhamadiyah Lampung Candrawansyah. Foto: Wildanhanafi/berandalappung.com

Bandar Lampung (berandalappung.com) – Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Tulang Bawang (UTB) bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Demokrasi Perwakilan” di Balai Wartawan PWI Lampung Sofian Akhmad pada Jumat (20/12/2024).

Diskusi ini menghadirkan tiga narasumber utama: Topan Indra Karsa, Dosen Hukum UTB Lampung; Rudy, Guru Besar Universitas Lampung (Unila); dan Candrawansyah, pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Lampung.

Mereka membahas konsep dan implementasi demokrasi perwakilan di Indonesia, termasuk tantangan yang dihadapi dalam konteks sosial, hukum, dan politik.

Candrawansyah menyoroti potensi kemunduran demokrasi jika mekanisme pemilihan kepala daerah dikembalikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

“Dinamika yang akan terjadi di masa depan menunjukkan ancaman besar. Salah satunya adalah jika kotak kosong menang dalam pilkada, maka pemilihan ulang harus dilakukan. Namun, jika kepala daerah dipilih DPRD, pemenang otomatis ditentukan tanpa adanya keterlibatan rakyat,” jelasnya.

Baca Juga :  Pengamat UML: Politik Uang dan Ketidaknetralan ASN Ancam Demokrasi Lampung

Ia juga mengkritisi dampak buruk dari perubahan mekanisme tersebut terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

“Jika pilkada dipilih oleh DPRD, akan ada banyak pegawai di KPU dan Bawaslu yang kehilangan pekerjaan. Selain itu, ini mencerminkan gagalnya kaderisasi di tubuh partai politik,” tambah Candrawansyah.

Menurutnya, pemilihan melalui DPRD adalah bentuk nyata dari kemunduran demokrasi.

“Keputusan seperti ini tidak hanya mematikan partisipasi publik, tetapi juga menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem politik. Kita harus melawan segala upaya yang mengancam esensi demokrasi perwakilan,” tandasnya.

Baca Juga :  KPU Pesawaran Ultimatum Anggota PPK dan PPS, Jangan ada Pemotongan Anggaran KPPS

Diskusi ini diikuti oleh mahasiswa, akademisi, dan wartawan yang antusias membahas tema tersebut.

Sementara itu Ketua Panitia Septa, menyatakan bahwa diskusi ini bertujuan untuk memperkuat kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga demokrasi yang sehat.

“Kita harus terus kritis terhadap kebijakan yang dapat melemahkan demokrasi, demi masa depan bangsa yang lebih baik,” tutupnya.

Melalui diskusi ini, diharapkan semakin banyak pihak yang terlibat dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat, bukan segelintir elite politik.

Berita Terkait

Menteri Pigai soal Feri Amsari Dipolisikan: Kritik Dijamin Konstitusi
Soroti Gerakan Makzulkan Presiden Prabowo, KNPI Prestasi Pemerintahan Nyata
PT TUN Menangkan Kubu Slamet Ariyadi Atas Sengketa PB IKA PMII
Duka di Pucuk Pimpinan Demokrat Lampung
Dari Jakarta ke Kotabumi, Aprozi Alam Tinjau dan Bantu Korban Puting Beliung
Ketua DPD PDIP Lampung Winarti: Siapapun Pengurusnya Harus Didukung Dengan Baik
Isu PLt PK Golkar Bandar Lampung Menguat Usai Musda Batal
Peringati Hari Ibu ke 97 tahun 2025, DPC PDI Perjuangan Bandar Lampung Gelar Penanaman Pohon
Berita ini 86 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 14:13 WIB

Menteri Pigai soal Feri Amsari Dipolisikan: Kritik Dijamin Konstitusi

Minggu, 12 April 2026 - 07:45 WIB

Soroti Gerakan Makzulkan Presiden Prabowo, KNPI Prestasi Pemerintahan Nyata

Kamis, 19 Februari 2026 - 08:33 WIB

PT TUN Menangkan Kubu Slamet Ariyadi Atas Sengketa PB IKA PMII

Rabu, 18 Februari 2026 - 09:13 WIB

Duka di Pucuk Pimpinan Demokrat Lampung

Minggu, 15 Februari 2026 - 15:19 WIB

Dari Jakarta ke Kotabumi, Aprozi Alam Tinjau dan Bantu Korban Puting Beliung

Berita Terbaru

Berita Lainnya

Merasa Dirugikan Klien, Pengawasan Advokat Digugat ke MK

Jumat, 24 Apr 2026 - 09:31 WIB

Berita Lainnya

GOR Saburai Hilang, Pengganti Tak Kunjung Datang

Jumat, 24 Apr 2026 - 08:59 WIB

Berita Lainnya

Thio Sulistio: Kriminalisasi Ini Menghancurkan Mental Saya

Kamis, 23 Apr 2026 - 19:53 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi berandalappung.com