Bandar Lampung (nerandalappung.com) – Debat perdana calon Gubernur Lampung digelar pada Minggu (13/10/2024) malam. Namun, dalam forum tersebut, isu keberlanjutan pembangunan Kota Baru di Lampung Selatan tidak muncul sebagai topik utama diskusi.
Menanggapi pertanyaan dari wartawan terkait kelanjutan pembangunan kawasan tersebut, calon gubernur Arinal Djunaidi menyatakan bahwa ia memiliki pendekatan tersendiri untuk mengatasi hal ini.
Dalam pertemuan silaturahmi dengan awak media Arinal menjelaskan bahwa pembangunan Kota Baru harus melibatkan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Sebagai mantan Gubernur Lampung periode 2019-2024, Arinal menekankan bahwa dirinya telah menyusun strategi untuk menggandeng investor guna mempercepat pembangunan kawasan tersebut.
“Jika saya diberi kepercayaan oleh masyarakat Lampung untuk kembali memimpin, saya sudah memiliki konsep untuk menarik investasi dalam pembangunan Kota Baru, tanpa harus bergantung sepenuhnya pada APBD,” ujarnya Arinal Senin, (14/10/2024).
Menurut Arinal, kondisi infrastruktur jalan menuju Kota Baru saat ini sudah baik, sehingga langkah selanjutnya adalah melanjutkan pembangunan dengan menambahkan fasilitas penunjang lainnya, seperti perumahan ramah lingkungan yang terinspirasi dari model BSD dan Alam Sutra.
Ia juga menambahkan, dengan adanya investasi, Pemprov Lampung akan mendapatkan peningkatan pendapatan daerah yang signifikan.
“Kami berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan Kota Baru dengan konsep yang ramah lingkungan dan menarik bagi investor,” jelas Arinal.
Kawasan Kota Baru dinilai strategis karena terletak di antara beberapa wilayah penting, seperti Kota Metro, Lampung Timur, dan Lampung Selatan, serta tidak jauh dari Bandar Lampung, sehingga potensinya untuk berkembang sangat besar.











