Instruksi Polri Lindungi Wartawan, Kenyataan di Lapangan Masih Jauh Panggang dari Api

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 27 Agustus 2025 - 20:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Instruksi Polri Lindungi Wartawan, Kenyataan di Lapangan Masih Jauh Panggang dari Api

 

berandalappung.com— Jakarta, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, pada Rabu, 27 Agustus 2025, menyerukan kepada seluruh jajaran Polri agar melindungi wartawan saat menjalankan tugas.

Ia menegaskan, jurnalis yang bekerja objektif dan profesional adalah mitra strategis kepolisian sekaligus sumber utama literasi masyarakat.

Namun, di balik pernyataan manis itu, catatan organisasi pers justru menunjukkan wajah lain. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mencatat sepanjang 2024 terdapat lebih dari 80 kasus kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia. Bentuknya beragam, mulai dari intimidasi, pelarangan liputan, hingga persekusi fisik. Sebagian besar kasus itu justru melibatkan aparat keamanan di lapangan.

Baca Juga :  BEM FH Unila Gelar Diskusi Quo Vadis Demokrasi, Pasca Pemilu 2024

Contohnya, dalam sejumlah aksi unjuk rasa mahasiswa tahun lalu, puluhan wartawan melaporkan mengalami pemukulan, perampasan alat kerja, bahkan ancaman verbal dari oknum aparat. Beberapa kasus berhenti di meja pengaduan, tak berlanjut ke proses hukum.

Instruksi Trunoyudo seakan menjadi koreksi internal Polri atas rapor merah perlindungan pers. Tetapi tanpa langkah konkret di lapangan misalnya mekanisme pengawasan yang jelas dan sanksi tegas bagi pelanggar imbauan ini rawan berhenti sebatas jargon.

Kebebasan pers memang dijamin Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999. Namun jaminan hukum kerap tumpul ketika berhadapan dengan aparat bersenjata. Bagi jurnalis, setiap kali turun ke lapangan, ancaman masih nyata.

Pertanyaannya kini, apakah Polri benar-benar siap mengubah pola lama? Ataukah instruksi ini sekadar cara menenangkan kritik publik, sementara wartawan tetap dihantui risiko kekerasan saat menjalankan profesinya?

Editor : Alex Buay Sako

Sumber Berita: CNN Indonesia

Berita Terkait

Catatan Nyimak Podcast Calon Rektor Unila 2027-2031 Dr. Budiyono, Kampus Unila yang Ceria dan Menginjak Bumi
Gerindra Lampung Mengawal Kasus Kekerasan Ibu dan Anak asal Lampung Utara
Aiptu Husni ” Mbah Suminem Potret Kemiskinan Ekstrim di Lampung Utara”
Komjen Rudi Setiawan Dukung HPN dan Porwanas 2027 Digelar di Lampung
Bantuan Menyusut, Warga Afghanistan Terpaksa Jual Anak Kandung
Hak Insentif Nakes Sudah Dibayarkan
Antisipasi Banjir Camat Teluk Betung Utara, Turun Bersih-bersih 
Gendang Persadaan Ginting Mergana Sukses Digelar, Perkuat Persatuan dan Pelestarian Budaya Karo di Lampung
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 21:18 WIB

Catatan Nyimak Podcast Calon Rektor Unila 2027-2031 Dr. Budiyono, Kampus Unila yang Ceria dan Menginjak Bumi

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:42 WIB

Gerindra Lampung Mengawal Kasus Kekerasan Ibu dan Anak asal Lampung Utara

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:49 WIB

Aiptu Husni ” Mbah Suminem Potret Kemiskinan Ekstrim di Lampung Utara”

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:18 WIB

Komjen Rudi Setiawan Dukung HPN dan Porwanas 2027 Digelar di Lampung

Senin, 25 Mei 2026 - 22:14 WIB

Bantuan Menyusut, Warga Afghanistan Terpaksa Jual Anak Kandung

Berita Terbaru

Olahraga

Ikhtiar PBSI Lampung Mencetak Juara Dunia Baru

Kamis, 3 Sep 2026 - 21:26 WIB

Nasional

HPN 2027 di Lampung, Dewan Pers Minta Semua Ikut Terlibat

Rabu, 2 Sep 2026 - 21:07 WIB