PPI Serukan Pendinginan Suasana, Anas Urbaningrum: “Di Atas Politik adalah Kemanusiaan”

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 15:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PPI Serukan Pendinginan Suasana, Anas Urbaningrum: “Di Atas Politik adalah Kemanusiaan”

 

berandalappung.com— Jakarta, Riuh gelombang demonstrasi yang mengguncang Jakarta dan sejumlah kota besar dalam sepekan terakhir tak hanya meninggalkan jejak asap ban terbakar dan kaca gedung yang pecah.

Lebih dari itu, korban jiwa berjatuhan. Mereka bukan pejabat atau elite politik, melainkan rakyat kecil yang ironisnya menjadi pihak paling awal dan paling berat menanggung beban protes sosial.

Pada Jumat, 29 Agustus 2025, kericuhan di Jakarta dan Makassar menelan nyawa empat orang: Affan Kurniawan, pengemudi ojek online; Saiful Akbar, staf kecamatan Ujung Tanah; Akbar, staf DPRD Makassar; dan Sarinawati, asisten pribadi anggota DPRD setempat. Semuanya rakyat biasa, jauh dari lingkaran kekuasaan yang sedang diprotes.

Melihat eskalasi ini, Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) mengeluarkan seruan cooling down. Ketua Presidium PPI, Anas Urbaningrum, menegaskan pentingnya menahan diri agar energi demonstrasi tidak bergeser dari isu rakyat ke kepentingan elite.

“Sudah bukan masanya lagi menumbalkan nyawa orang kecil demi kepentingan kekuasaan,” kata Anas. “Satu kredo yang harus diyakini bersama: di atas politik adalah kemanusiaan.”

Antara Aspirasi dan Anarki

PPI, yang sejak awal mendukung kebebasan menyampaikan pendapat, mengingatkan bahwa unjuk rasa adalah bagian sah dari demokrasi. Namun pengalaman panjang bangsa ini menunjukkan, aksi yang tak mampu menjaga diri mudah tergelincir ke kekerasan.

Baca Juga :  Ferry Ambil Langkah Tegas, 5 Akun TikTok Diadukan ke Polisi

“Begitu amarah berubah menjadi amuk, aspirasi rakyat bisa lenyap, digantikan isu baru yang tak lagi milik pengunjuk rasa,” tulis PPI dalam surat edaran yang ditandatangani Anas dan Sekretaris Jenderal SJ Arifin.

Pernyataan itu juga menyoroti sumber keresahan masyarakat, perilaku elite politik yang dianggap tak peka. DPR, misalnya, merayakan tambahan tunjangan dan fasilitas di tengah kelesuan ekonomi rakyat.

“Ketidakadilan semacam itu yang memicu rakyat turun ke jalan,” kata seorang pengurus PPI yang enggan disebutkan namanya.

Politik dan Derajat Demokrasi

Langkah PPI menandai posisi organisasi itu sebagai penengah menyerap aspirasi, tapi sekaligus mengingatkan bahaya jika protes tak dikelola. “Demokrasi kita harus naik lebih tinggi derajatnya,” ujar Anas.

Baca Juga :  Caleg Pesibar Tersangka Politik Uang, Bawaslu Limpahkan Ke Kejari

Seruan ini bisa dibaca sebagai upaya menjaga agar energi politik jalanan tidak sepenuhnya dibajak kepentingan elite. Apalagi, sejarah demonstrasi di Indonesia kerap berakhir dengan skenario ganda, di satu sisi menyuarakan rakyat, di sisi lain dijadikan alat tawar oleh kelompok politik tertentu.

Bagi PPI, menjaga agar demokrasi tidak jatuh ke jurang primitif di mana nyawa rakyat kecil kembali jadi tumbal adalah agenda moral.

“Pendinginan suasana harus diutamakan. Duduk bersama, merawat kebersamaan sebagai sesama anak bangsa,” tutur Anas.

Di tengah politik yang kerap bergulir kasar, suara semacam ini menjadi pengingat: bahwa demokrasi bukan hanya soal kursi dan kekuasaan, melainkan juga tentang menjaga kemanusiaan tetap berdiri tegak.

Editor : Alex Buay Sako

Berita Terkait

Eks Anggota Ombudsman Yeka Hendra Jadi Tersangka Perintangan Kasus CPO
Selamat, Kejaksaan Tinggi Lampung Raih Prestasi dari Komjak RI
Kasus Investasi Fiktif Rp 1,4 Miliar Jalan di Tempat,Korban Soroti Kinerja Polda Lampung
Kasus Sudah Setahun P-21, Chairul Anom Minta Polda Lampung Limpahkan Perkara Penguasaan Lahan PT. BMM Tersangka Pipi Ismail Bin Ahmad Glr Sutan Pengadilan Dkk ke Kejati
Dua Jurnalis Dihadang Dua Pria saat Liput Toko Emas JSR
Tim PH Arinal Djunaidi Minta Hakim Nyatakan Penahanan Tak Sah
AJI Bandar Lampung Kecam Penahanan Jurnalis Indonesia oleh Militer Israel dalam Misi Kemanusiaan ke Gaza
Soal Film Pesta Babi, Yusril Minta Publik Tak Terpancing Judul Provokatif
Berita ini 98 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:11 WIB

Eks Anggota Ombudsman Yeka Hendra Jadi Tersangka Perintangan Kasus CPO

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:19 WIB

Selamat, Kejaksaan Tinggi Lampung Raih Prestasi dari Komjak RI

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:21 WIB

Kasus Investasi Fiktif Rp 1,4 Miliar Jalan di Tempat,Korban Soroti Kinerja Polda Lampung

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:43 WIB

Kasus Sudah Setahun P-21, Chairul Anom Minta Polda Lampung Limpahkan Perkara Penguasaan Lahan PT. BMM Tersangka Pipi Ismail Bin Ahmad Glr Sutan Pengadilan Dkk ke Kejati

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:46 WIB

Dua Jurnalis Dihadang Dua Pria saat Liput Toko Emas JSR

Berita Terbaru

Opini

Ryacudu

Kamis, 4 Jun 2026 - 12:45 WIB

Opini

Peringatan untuk Nanik S. Deyang: Jangan Diulangi

Kamis, 4 Jun 2026 - 11:22 WIB

Opini

Anak-Anak Muda Statistik

Kamis, 4 Jun 2026 - 09:34 WIB

Pemerintahan

Tidak Transparan di BKD Lampung ada 17 Pejabat Dilantik Diam-Diam

Kamis, 4 Jun 2026 - 07:29 WIB