“Nasi Datang, Demo Jadi Tenang” Potret Gerakan Mahasiswa Era Delivery Order

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 1 September 2025 - 21:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Nasi Datang, Demo Jadi Tenang” Potret Gerakan Mahasiswa Era Delivery Order

 

berandalappung.com — Bandar Lampung pagi ini diguncang ribuan massa dari berbagai elemen mahasiswa, aktivis, hingga kelompok masyarakat sipil yang tergabung dalam Aliansi Lampung Melawan. Aksi dengan tajuk “Lampung Menolak Diam, Indonesia (C)emas” dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WIB dari Museum Lampung menuju Gedung DPRD Provinsi Lampung.

Massa aksi yang serba hitam sudah bertekad membawa 13 tuntutan besar, mulai dari UU Perampasan Aset, pemangkasan gaji DPR, hingga reformasi total Polri. Isu-isu berat itu digeber dengan narasi lantang: jika tuntutan diabaikan, rakyat tak lagi bicara reformasi, melainkan revolusi total.

Tuntutan Berat, Perut Tetap Jadi Nomor Satu

Namun di balik retorika besar itu, ada ironi kecil yang membuat aksi ini terasa berbeda dari demonstrasi legendaris 1998.

Kalau dulu mahasiswa bisa bertahan di jalan sampai petang tanpa logistik memadai bahkan rela hanya minum air keran dan duduk di aspal panas maka 2025 punya polanya sendiri.

Kini, semboyan yang tak tertulis seolah berbunyi: “Nasi datang, demo jadi tenang.”

Sebuah adagium baru yang muncul dari pengalaman lapangan: energi orasi bisa menurun drastis begitu kotak nasi bungkus dibagikan.

Baca Juga :  Ketua DPRD Lampung Terima Kunker Kasad di Korem 043 Gatam

Jangan heran jika menjelang pukul 3 sore, massa mulai mengendur. Bukan karena tuntutan selesai, melainkan karena kekenyangan dan kantuk lebih kuat daripada idealisme.

1998 vs 2025: Dari Idealisme ke “Logistikalisme”

Tentu, setiap zaman punya gayanya. Tahun 1998, demonstrasi mahasiswa adalah adu stamina bertahan berhari-hari tanpa kepastian logistik, tidur di pelataran kampus, bahkan siap dihantam gas air mata tanpa tahu kapan pulang.

Baca Juga :  Aroma Uang Minyak di Rumah Sang Gubernur

Di tahun 2025, demonstrasi lebih mirip event besar dengan paket konsumsi. Panitia menyiapkan dresscode, banner estetik, dan tentu saja, konsumsi yang memastikan massa tidak kehabisan tenaga. Sebuah kombinasi antara perlawanan moral dan manajemen acara.

Aduh, ini jelas berbeda dulu mahasiswa lapar demi perubahan, sekarang mahasiswa takut lapar meski bawa tuntutan perubahan.

Fenomena aksi Aliansi Lampung Melawan hari ini memang menjanjikan dentuman politik, tapi juga memperlihatkan bagaimana budaya demo ikut berevolusi.

Dari semangat “reformasi sampai mati” kini bergeser ke “reformasi sampai nasi.”

Dan di situlah kita bisa tersenyum getir: idealisme tetap ada, tapi jangan sampai logistik lebih penting daripada logika.

Editor : Alex Buay Sako

Berita Terkait

Soroti Gerakan Makzulkan Presiden Prabowo, KNPI Prestasi Pemerintahan Nyata
“Silaturahmi Lintas Generasi KAHMI Lampung, Anas Urbaningrum Gaungkan Semangat ‘Yakin Usaha Sampai”
PT TUN Menangkan Kubu Slamet Ariyadi Atas Sengketa PB IKA PMII
Duka di Pucuk Pimpinan Demokrat Lampung
PPG dan IASH Berkolaborasi Tingkatkan Pengalaman Bagi Penumpang Pesawat di Bandara
Dari Jakarta ke Kotabumi, Aprozi Alam Tinjau dan Bantu Korban Puting Beliung
Ketua DPD PDIP Lampung Winarti: Siapapun Pengurusnya Harus Didukung Dengan Baik
Isu PLt PK Golkar Bandar Lampung Menguat Usai Musda Batal
Berita ini 296 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 07:45 WIB

Soroti Gerakan Makzulkan Presiden Prabowo, KNPI Prestasi Pemerintahan Nyata

Kamis, 2 April 2026 - 08:56 WIB

“Silaturahmi Lintas Generasi KAHMI Lampung, Anas Urbaningrum Gaungkan Semangat ‘Yakin Usaha Sampai”

Kamis, 19 Februari 2026 - 08:33 WIB

PT TUN Menangkan Kubu Slamet Ariyadi Atas Sengketa PB IKA PMII

Rabu, 18 Februari 2026 - 09:13 WIB

Duka di Pucuk Pimpinan Demokrat Lampung

Senin, 16 Februari 2026 - 22:32 WIB

PPG dan IASH Berkolaborasi Tingkatkan Pengalaman Bagi Penumpang Pesawat di Bandara

Berita Terbaru

Humaniora

Hak Insentif Nakes Sudah Dibayarkan

Kamis, 16 Apr 2026 - 20:51 WIB

Pemerintahan

Gestur Nanda–Antonius Picu Polemik

Kamis, 16 Apr 2026 - 20:39 WIB

Peristiwa

Wira Garden Perkuat Sistem Keamanan Pasca Insiden 1 April 2026

Kamis, 16 Apr 2026 - 20:18 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi berandalappung.com