Luki Pratama Menulis Buku, Samsudin Dari Guru ke Gubernur

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 4 Februari 2025 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis Buku berjudul dari guru menjadi gubernur Luki Pratama menyerahkan buku kepada PJ gubernur Lampung Samsudin.

Penulis Buku berjudul dari guru menjadi gubernur Luki Pratama menyerahkan buku kepada PJ gubernur Lampung Samsudin.

Berandalappung.com – Buku yang dikemas dengan gaya sederhana ala novel itu mengisahkan perjalanan seorang Penjabat (Pj) Gubernur Lampung Samsudin, yang mulanya adalah seorang guru biasa dan pada akhirnya mampu mengemban amanah menjadi seorang Gubernur di Provinsi Lampung.

Pj Gubernur Lampung, Samsudin, menyatakan kekagumannya terhadap gaya penulisan Luki yang sederhana namun mampu menggugah.

“Saya sangat mengapresiasi Mas Luki Pratama. Beliau seorang wartawan yang menulis buku Ketika Guru Jadi Gubernur. Tulisan dalam buku ini sederhana tapi menarik,” ujarnya ketika menyampaikan sambutan dalam acara peluncuran dan bedah buku Menuju Lampung Maju dan Terdepan yang diselenggarakan di Lantai 3 Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Senin (3/2/2025).

Ia juga mengenang momen ketika Luki datang langsung ke kantornya untuk menyerahkan buku tersebut.

“Saat itu, dia melaporkan ke saya di kantor dan membawa buku ini. Alhamdulillah, bagi para guru yang hadir di kesempatan ini, jangan berpikir bahwa menjadi guru berarti selamanya akan tetap menjadi guru. Karena guru pun bisa menjadi gubernur, dan saya adalah buktinya,” pungkasnya sambil memotivasi para pendidik untuk terus mengembangkan potensi mereka.

Baca Juga :  Tingkatkan Ekonomi Warga, Satgas TMMD ke-124 Kodim 0422/Lampung Barat Gelar Sosialisasi Peternakan di Pekon Pemerihan

Sementara itu, Penulis Buku Ketika Guru Jadi Gubernur, Luki Pratama, mengaku menulis buku ini karena terinspirasi oleh perjalanan hidup Samsudin.

“Awalnya saya skeptis terhadap kepemimpinan Pak Samsudin, tapi seiring berjalannya waktu, saya melihat berbagai gebrakan positif yang ia lakukan. Keinginan untuk menulis tentang dirinya terus tumbuh, dan akhirnya saya memutuskan untuk menulis buku ini,” kata Luki ketika diwawancarai, Selasa (4/2/2025).

Dalam bukunya, Luki menggambarkan bagaimana Samsudin, meski seorang guru, berhasil melihat potensi luar biasa dari setiap daerah yang dipimpinnya.

Samsudin, sambung Luki, seperti menilai setiap dinas dan daerah ibarat murid yang punya potensi untuk dikembangkan, yang menjadi ciri khas pemikirannya sebagai seorang pendidik.

“Saya berharap, buku ini tidak hanya menceritakan perjalanan seorang pejabat, tetapi juga memberi inspirasi bagi guru-guru di luar sana bahwa mereka juga bisa menjadi pemimpin, tak terbatas hanya mengajar,” sambungnya.

Proses pengumpulan bahan untuk buku tersebut tidak lepas dari tantangan.

Baca Juga :  TPA Bakung Masih Beroperasi, Potret Buram Kepemimpinan Eva Dwiana di Bandar Lampung

Luki mengaku harus menggali berbagai sumber, mulai dari mendengarkan podcast, membaca website, hingga menyimak berbagai media online.

“Tiap malam podcast saya dengar, baca sudah pasti. Cuma sampai buku ini terbit, saya tetap merasa kurang puas lantaran tidak wawancara langsung,” urainya mengakui keterbatasannya sebagai penulis pemula yang belum berani melakukan wawancara langsung.

Menariknya, Samsudin sendiri tidak mengetahui proses pembuatan buku ini hingga akhirnya terbit.

“Siapa saya mau izin untuk membuatkan buku seorang kepala daerah? Pengalaman buat buku pun belum pernah,” ungkap Luki yang merasa masih anak kemarin sore tetapi memiliki keinginan kuat untuk menulis lantaran terinspirasi.

Melalui buku ini, Luki juga berharap bisa menginspirasi banyak orang, terutama guru dan anak muda, untuk tidak ragu mewujudkan impian mereka.

“Guru bukan hanya berfungsi untuk mengajar, mereka juga bisa menjadi pemimpin. Gurulah yang membuat pemimpin lahir. Saya juga berharap buku ini dapat memotivasi mereka untuk berani bergerak dan berkarya,” tutupnya.

Berita Terkait

Catatan Nyimak Podcast Calon Rektor Unila 2027-2031 Dr. Budiyono, Kampus Unila yang Ceria dan Menginjak Bumi
HPN 2027 di Lampung, Dewan Pers Minta Semua Ikut Terlibat
Gerindra Lampung Mengawal Kasus Kekerasan Ibu dan Anak asal Lampung Utara
Semarak Kemerdekaan, IJP Lampung Gelar Lomba HUT RI ke-81, Wartawan Pemprov Siap Adu Kekompakan
Jihan Nurlela Terima Lencana Karya Bakti dari Kwarnas Gerakan Pramuka
Aksi Damai di Titik Nol Yogyakarta: Menagih Komitmen Publik untuk Ibu Menyusui
Aiptu Husni ” Mbah Suminem Potret Kemiskinan Ekstrim di Lampung Utara”
Legislator Cantik Ini Dukung Penuh PWI Lampung Sukseskan HPN dan Porwanas 2027
Berita ini 76 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 21:18 WIB

Catatan Nyimak Podcast Calon Rektor Unila 2027-2031 Dr. Budiyono, Kampus Unila yang Ceria dan Menginjak Bumi

Rabu, 2 September 2026 - 21:07 WIB

HPN 2027 di Lampung, Dewan Pers Minta Semua Ikut Terlibat

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:42 WIB

Gerindra Lampung Mengawal Kasus Kekerasan Ibu dan Anak asal Lampung Utara

Minggu, 16 Agustus 2026 - 22:29 WIB

Semarak Kemerdekaan, IJP Lampung Gelar Lomba HUT RI ke-81, Wartawan Pemprov Siap Adu Kekompakan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:08 WIB

Jihan Nurlela Terima Lencana Karya Bakti dari Kwarnas Gerakan Pramuka

Berita Terbaru

Politik

Saran Ringan untuk UU Politik 2029, Dari Anas Urbaningrum

Senin, 14 Sep 2026 - 14:45 WIB

Hukum

Ada Apa? Welly Mendadak Cabut Praperadilan

Jumat, 11 Sep 2026 - 10:18 WIB

Pendidikan

Disdikbud Lampung Imbau Sekolah Gelar Sholat Istisqo

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:13 WIB

Screenshot

Peristiwa

Kemarau Memanjang, Pemprov Lampung Ketuk Pintu Langit

Kamis, 10 Sep 2026 - 12:23 WIB