Bandar Lampung (berandalappung.com) – Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumatera Bagian Selatan (Badko Sumbagsel) bersama KPU Provinsi Lampung menyelenggarakan sosialisasi Pilkada Serentak 2024 yang ditujukan kepada pemilih pemula.
Kegiatan ini berlangsung di Sekretariat HMI Cabang Bandar Lampung pada Selasa (19/11/2024).
Ketua Badko HMI Sumbagsel, Tomy Perdana Putra, dalam paparannya menekankan tiga poin utama: pentingnya menolak politik uang, kewaspadaan terhadap berita bohong, serta memilih pemimpin berdasarkan kualitas gagasan.
“Pemilih harus cerdas dan tidak tergoda oleh iming-iming uang. Pemimpin yang baik dipilih karena gagasan dan kualitasnya, bukan uangnya,” tegas Tomy.
Tomy juga mengingatkan kader HMI untuk berhati-hati terhadap hoaks yang dapat merusak demokrasi.
Ia meminta agar setiap informasi diverifikasi sebelum disebarluaskan.
“Berita hoaks tidak hanya menyesatkan, tetapi juga bisa memecah belah masyarakat. Mari kita wujudkan proses demokrasi yang sehat,” tambahnya.
Selain itu, ia mengajak kader HMI untuk berperan aktif dalam pemilu sebagai bentuk kontribusi generasi muda dalam menentukan arah bangsa.
“Dengan memberikan suara, kita ikut menentukan masa depan Indonesia,” ujar Tomy.

Tantangan Pemilih Pemula
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Korp Alumni HMI (KAHMI) Lampung, Ganjar Jationo, menyampaikan tantangan yang dihadapi oleh pemilih pemula.
Ia menyoroti kurangnya informasi yang berdampak pada rendahnya kualitas pilihan politik.
Menurut Ganjar, pendidikan politik menjadi kunci untuk menciptakan pemilih yang cerdas dan demokratis.
Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan media sosial sebagai alat edukasi politik yang efektif, terutama untuk generasi muda.
“Dengan metode demokratis, kita dapat menghasilkan pemimpin yang berkualitas. Hubungan emosional antara KPU dan masyarakat perlu dibangun agar proses demokrasi berjalan lancar,” jelasnya.
Ganjar juga menyebut pentingnya keterlibatan tokoh masyarakat dalam mengedukasi pemilih pemula, terutama terkait program-program khusus dan akses informasi yang lebih mudah.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi pemilih pemula dalam Pilkada Serentak 2024, sekaligus membekali mereka dengan pemahaman politik yang lebih baik untuk mewujudkan demokrasi yang sehat dan berkualitas.











