Arogan terhadap Jurnalis, Rilis.id Boikot Rakata Institute

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 26 November 2024 - 13:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rilis.id Lampung memutuskan memboikot kegiatan Rakata Institute. Ilustrasi/Wildan hanafi/berandalappung.com

Rilis.id Lampung memutuskan memboikot kegiatan Rakata Institute. Ilustrasi/Wildan hanafi/berandalappung.com

Bandar Lampung (berandalappung.com) – Sikap peneliti Rakata Institute terhadap jurnalis menuai kecaman setelah mereka mencantumkan logo sejumlah media tanpa konfirmasi sebagai media partner.

Puncaknya, Rilis.id Lampung memutuskan memboikot kegiatan Rakata Institute. Insiden ini bermula pada Senin (25/11/2024) malam.

Ketika peneliti Rakata Institute, Fatih Raftsaal H Kuswanto, memberikan respons yang dinilai tidak profesional dalam percakapan di grup WhatsApp resmi Rakata.

Sejumlah jurnalis, termasuk dari Viva.id Lampung dan IDN Times, mempertanyakan penggunaan logo media mereka pada pamflet Rakata Institute tanpa izin sebelumnya.

“Izin bertanya Bang, untuk pemasangan logo, sebelumnya kok enggak ada pemberitahuan ya Bang? Soalnya saya takut ditanya sama kantor Bang,” tulis Ridwan, jurnalis Viva.id.

Baca Juga :  “Satu Nama Kuasai Empat Media, MoU KONI Lampung Disorot: Aroma Monopoli di Balik Meja Humas”

Namun, pertanyaan itu dijawab Fatih dengan nada yang dianggap kurang sopan. Ia menyebutkan bahwa media yang logonya dicantumkan perlu membawa surat resmi dari pimpinan jika ingin hadir meliput.

“Ya sudah kalau mau dihapus nggak apa-apa, Anda nggak bisa hadir di hari H kecuali Anda membawa surat resmi dari pimpinan,” balasnya.

Fatih juga menambahkan komentar bernada sinis, “Yang membutuhkan data hasil survei ini Rakata atau media? Kami tidak diberitakan juga tidak apa-apa. Tapi masyarakat menunggu berita ini, kesempatan bagi media untuk mengambil posisi.”

Baca Juga :  Siap Bawa Perubahan, Cholik Dermawan Dorong IJP Lampung Makin Kreatif dan Inovatif

Komentar ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk Pimpinan Redaksi (Pimred) Rilis.id Lampung, Ade Yunarso. Ia menilai sikap tersebut sebagai bentuk arogansi dan pelecehan terhadap profesi jurnalis.

“Peneliti Rakata seolah memandang sebelah mata profesi jurnalis. Jadi, kita minta turunkan logo Rilis.id karena saya nilai melecehkan media kita, dan saya menyatakan Rilis.id memboikot Rakata!” tegas Ade Yunarso.

Keputusan Rilis.id untuk memboikot Rakata Institute menjadi sorotan, terutama dalam menjaga integritas dan penghormatan terhadap kerja jurnalistik.

Hal ini juga menjadi peringatan bagi lembaga lain agar lebih menghormati prosedur kerja sama dengan media. (*)

Berita Terkait

Tim PH Arinal Djunaidi Minta Hakim Nyatakan Penahanan Tak Sah
Selamat, Ketua DPD Partai Golkar Lampung Hanan A. Rozak Berhasil Ciptakan Dinasti Golkar di Kabupaten Tulang Bawang Pilih Anak Kandung Jadi Ketua
Suara Anak Muda Bergema di IIB Darmajaya, Verrel Minta Bijak Bermedia Sosial
Menteri Pigai soal Feri Amsari Dipolisikan: Kritik Dijamin Konstitusi
Soroti Gerakan Makzulkan Presiden Prabowo, KNPI Prestasi Pemerintahan Nyata
PT TUN Menangkan Kubu Slamet Ariyadi Atas Sengketa PB IKA PMII
Duka di Pucuk Pimpinan Demokrat Lampung
Dari Jakarta ke Kotabumi, Aprozi Alam Tinjau dan Bantu Korban Puting Beliung
Berita ini 181 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:28 WIB

Tim PH Arinal Djunaidi Minta Hakim Nyatakan Penahanan Tak Sah

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:42 WIB

Selamat, Ketua DPD Partai Golkar Lampung Hanan A. Rozak Berhasil Ciptakan Dinasti Golkar di Kabupaten Tulang Bawang Pilih Anak Kandung Jadi Ketua

Jumat, 24 April 2026 - 19:06 WIB

Suara Anak Muda Bergema di IIB Darmajaya, Verrel Minta Bijak Bermedia Sosial

Minggu, 19 April 2026 - 14:13 WIB

Menteri Pigai soal Feri Amsari Dipolisikan: Kritik Dijamin Konstitusi

Minggu, 12 April 2026 - 07:45 WIB

Soroti Gerakan Makzulkan Presiden Prabowo, KNPI Prestasi Pemerintahan Nyata

Berita Terbaru

Humaniora

Bantuan Menyusut, Warga Afghanistan Terpaksa Jual Anak Kandung

Senin, 25 Mei 2026 - 22:14 WIB