Demokrasi Produktif di Tengah Gejolak Politik  

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Demokrasi Produktif di Tengah Gejolak Politik

berandalappung.com— Jakarta, pernyataan mantan Menteri Komunikasi dan Digital Budi Arie Setiadi di hadapan Presiden ke-7 RI Joko Widodo soal dinamika politik pra-2029 memicu riak di ruang publik. Namun bagi Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Anas Urbaningrum, gaduh wacana itu tak lebih dari silat kata yang tak substansial.

Daripada terjebak dalam perdebatan klise dan saling tuding, Anas mendesak pemerintah fokus pada satu hal: perbaikan kinerja nyata.

Anas menilai Indonesia membutuhkan “modifikasi cuaca politik” yang signifikan.

Langkah ini hanya bisa dicapai jika Kabinet Presiden Prabowo Subianto bertindak cepat memperbaiki performa tata kelola pemerintahan, alih-alih sibuk berselancar di atas polemik.

Fokus Kinerja dan Koreksi Kebijakan

Dalam pandangannya, kunci utama menjaga kepercayaan publik ada pada eksekusi kebijakan yang optimal. Kebijakan yang sudah baik harus direalisasikan secara presisi, sementara kebijakan yang menuai kritik publik tidak boleh dipertahankan secara tegar tengkuk.
• Revaluasi Kebijakan: Keberanian melakukan koreksi teknis maupun substansial terhadap program yang bermasalah adalah bentuk kepemimpinan yang sehat.
• ⁠Juga Komunikasi Elegan: Narasi pemerintah kerap memicu residu politik karena penyampaian yang serampangan. Kebijakan publik yang baik harus dipresentasikan secara lugas dan elegan tanpa nada defensif.

Baca Juga :  Mengulik Jurnal dari Balik Layout, Ketika Tampilan Menjadi Bagian dari Kredibilitas Ilmiah

Menyapu Laporan “Asal Bapak Senang”

Kritik paling tajam Anas tertuju pada kultur birokrasi yang gemar menyetor laporan pemanis. Ia mengingatkan Presiden untuk menajamkan power of scrutiny atau daya periksa terhadap jajaran pembantunya guna mengikis habis praktik Asal Bapak Senang (ABS).

“Presiden membutuhkan informasi yang objektif untuk mengambil langkah yang tepat, bukan polesan kosmetik. Para pembantu Presiden di bidang pengawasan harus bekerja berbasis data autentik, bukan sekadar memberikan laporan manis.”

Menuju Demokrasi yang Stabil dan Produktif

Bagi mantan Ketua Umum HMI ini, indikator demokrasi yang berhasil bukan sekadar tiadanya konflik, melainkan hadirnya kemanfaatan konkret bagi masyarakat. Jika tingkat kepuasan publik terjaga lewat kerja nyata, cuaca politik secara otomatis akan teduh dan stabil.

Baca Juga :  Ardito Gagal Tampil Sebagai Pemimpin, Terjebak Bayang-Bayang Sang Ayah

Demokrasi Indonesia tidak boleh terus berjalan di tempat apalagi terancam mengalami retakan sosial. Energi bangsa harus digeser dari pertikaian elit menuju pembentukan Demokrasi Produktif yang memberikan nilai tambah nyata bagi kesejahteraan rakyat.(***)

Penulis : Anas Urbaningrum

Editor : Alex Buay Sako

Berita Terkait

Senat Universitas dan GBHN: Guru Besar Hanya Nama
Mengulik Jurnal dari Balik Layout, Ketika Tampilan Menjadi Bagian dari Kredibilitas Ilmiah
Membaca Nalar Komisi V: Ketika Dewan Pendidikan Dianggap LSM
Jatuh Bangun Welly Adiwantra: Diuji di Pansel, Tersangka di Polda
Ryacudu
Peringatan untuk Nanik S. Deyang: Jangan Diulangi
Anak-Anak Muda Statistik
Membongkar Tabu: Menengok Kembali Riwayat Masjid Inklusif Pertama di Paris
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:25 WIB

Demokrasi Produktif di Tengah Gejolak Politik  

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:15 WIB

Senat Universitas dan GBHN: Guru Besar Hanya Nama

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:47 WIB

Mengulik Jurnal dari Balik Layout, Ketika Tampilan Menjadi Bagian dari Kredibilitas Ilmiah

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:56 WIB

Membaca Nalar Komisi V: Ketika Dewan Pendidikan Dianggap LSM

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:26 WIB

Jatuh Bangun Welly Adiwantra: Diuji di Pansel, Tersangka di Polda

Berita Terbaru

Opini

Demokrasi Produktif di Tengah Gejolak Politik  

Kamis, 27 Agu 2026 - 10:25 WIB

Berita Lainnya

LAMPUNG: Mengenal Tim Alfa TNI yang Terjun ke Way Kambas?

Rabu, 26 Agu 2026 - 23:22 WIB

Opini

Senat Universitas dan GBHN: Guru Besar Hanya Nama

Rabu, 26 Agu 2026 - 23:15 WIB