Alumni Unila dan LCW Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Sragi, Bukti Nyata Kepedulian Sosial

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 26 Januari 2025 - 22:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Banjir di Sragi Lampung Selatan.

Kondisi Banjir di Sragi Lampung Selatan.

Berandalappung.com – Dalam upaya membantu warga terdampak banjir di Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Corruption Watch (LCW) bersama Ikatan Alumni Fakultas Pertanian (Ikaperta) Unila dan Ikatan Alumni Fakultas Hukum 03 (IKA FH) Unila menyalurkan bantuan beras ke Posko Banjir Sragi.

Bantuan ini diterima langsung oleh Ketua Tagana Kemensos RI untuk Lampung Selatan, Bapak Hasran, bersama tim yang bertugas di dapur umum Posko Sragi.

Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh Ketua LCW, Juendi Leksa Utama, Minggu (26/1/2025) siang.

Baca Juga :  Elvira Umihani: Ikaperta Unila Tanam Mangrove untuk Jaga Ekosistem Laut

Sekretaris IKA FH Unila ini juga menegaskan bahwa bantuan ini adalah bentuk nyata kepedulian LCW dan alumni Unila terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

“Kami hadir di Sragi untuk memberikan dukungan dan memastikan bantuan yang kami salurkan dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh warga terdampak banjir,” katanya.

Melalui kegiatan ini, LCW dan mitranya berharap warga terdampak dapat segera pulih dari kondisi sulit akibat bencana.

“Sinergi antara berbagai pihak sangat penting untuk membantu saudara- saudara kita di Sragi bangkit dari dampak banjir ini,” tambahnya

Baca Juga :  Dorongan Masyarakat, Reihana Maju Pilwakot Bandar Lampung

“Bantuan ini sangat berarti untuk mendukung operasional dapur umum dan memenuhi kebutuhan dasar warga yang mengungsi,” ujar Ketua Tagana Lampung Selatan, Hasran.

Banjir yang terjadi di Sragi disebabkan oleh luapan Sungai Way Sekampung, yang menggenangi tiga dusun, yaitu Umbul Besar, Bunut Utara, dan Sumber Jaya di Desa Bandar Agung.

Berdasarkan data dari Dinas Sosial Lampung Selatan, sekitar 664 jiwa harus mengungsi dan tinggal di tenda-tenda darurat yang disediakan pemerintah.

Berita Terkait

Ketat Ikat Pinggang Salah Tempat, di Ruang Parlemen atau Dirakyat
Aksi Damai di Titik Nol Yogyakarta: Menagih Komitmen Publik untuk Ibu Menyusui
Faktualisasi Kelembagaan: Kemendagri Uji Usulan Pemprov Lampung Soal UPTD di Dinas Peternakan 
Legislator Cantik Ini Dukung Penuh PWI Lampung Sukseskan HPN dan Porwanas 2027
“Mundur dari Kepala BGN, Nanik Deyang Mengaku Trauma Pegang Uang”
Mengapa Kejagung Mengerem Kasus Makan Bergizi Gratis?
Tenaga Kesehatan Lingkungan Puskesmas Rajabasa Indah Laksanakan Inspeksi Kesehatan Lingkungan di Fasilitas Umum
Pembangunan Lanjutan RS Hewan Lampung Bergulir Dua Pekan Lagi
Berita ini 76 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:04 WIB

Ketat Ikat Pinggang Salah Tempat, di Ruang Parlemen atau Dirakyat

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:45 WIB

Aksi Damai di Titik Nol Yogyakarta: Menagih Komitmen Publik untuk Ibu Menyusui

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:49 WIB

Faktualisasi Kelembagaan: Kemendagri Uji Usulan Pemprov Lampung Soal UPTD di Dinas Peternakan 

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:51 WIB

Legislator Cantik Ini Dukung Penuh PWI Lampung Sukseskan HPN dan Porwanas 2027

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:58 WIB

“Mundur dari Kepala BGN, Nanik Deyang Mengaku Trauma Pegang Uang”

Berita Terbaru

Pemerintahan

Ketat Ikat Pinggang Salah Tempat, di Ruang Parlemen atau Dirakyat

Minggu, 2 Agu 2026 - 13:04 WIB