Unila Tambah Deretan Guru Besar, Simbol Dedikasi atau Formalitas Semata?

- Jurnalis

Selasa, 31 Desember 2024 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Universitas Lampung  kukuhkan 14 Guru Besar. Foto: Wildanhanafi/berandalappung.com

Universitas Lampung kukuhkan 14 Guru Besar. Foto: Wildanhanafi/berandalappung.com

Bandar Lampung (berandalappung.com) – Universitas Lampung (Unila) menggelar pengukuhan 14 guru besar sekaligus orasi ilmiah di Gedung Serba Guna (GSG) Unila pada Selasa pagi (31/12/2024).

Acara ini menjadi momen penting dalam perjalanan akademik institusi.

Rektor Unila, Prof. Dr. Lusmeilia Afriani, menyatakan bahwa pengukuhan guru besar merupakan tonggak bersejarah bagi universitas.

Dengan tambahan ini, Unila kini memiliki total 157 guru besar yang tersebar di berbagai fakultas.

“Dosen yang dikukuhkan berasal dari Fakultas Teknik (1 orang), Fakultas Pertanian (5 orang), FISIP (3 orang), FKIP (2 orang), FMIPA (1 orang), dan Fakultas Hukum (2 orang),” ujar Prof. Lusmeilia dalam sambutannya.

Beliau menambahkan bahwa gelar guru besar bukan sekadar pencapaian akademik tertinggi, tetapi juga simbol dedikasi dan kontribusi terhadap ilmu pengetahuan, pendidikan, serta masyarakat.

Guru besar, lanjutnya, memiliki tanggung jawab besar dalam menghadapi tantangan global, seperti perkembangan teknologi dan kompleksitas sosial.

“Keberadaan mereka tidak hanya menjadi aset intelektual bagi universitas, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi bangsa,” tambahnya.

Rektor berharap, melalui pengukuhan ini, para guru besar dapat menghasilkan penelitian unggulan, menjalin kolaborasi lintas disiplin, serta membina generasi muda.

Baca Juga :  14.850 Guru di Lampung Belum Sertifikasi, Pemerintah Lambat Tanggapi Kesejahteraan Pendidik

Hal ini, menurutnya, akan memperkuat posisi Unila sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia.

“Penambahan guru besar tentu berdampak positif bagi reputasi Unila, yang kini telah berstatus akreditasi Unggul,” ujarnya.

Ia juga mengucapkan selamat kepada para guru besar yang dikukuhkan, seraya berharap momen ini menginspirasi akademisi lain untuk meraih prestasi serupa.

Daftar Guru Besar dan Judul Orasi Ilmiah

Berikut nama-nama guru besar yang dikukuhkan beserta judul orasi ilmiah mereka:

1. Dr. Anna Gustina Zainal, S.Sos, M.Si. – Model dan Strategi Komunikasi Pembangunan terkait Budaya.

2. Dr. Eng. Ir. Aleksander Purba, A.Md, ST, MT. IPM., ASEAN Eng., ACPE. – Moda Kereta Cepat sebagai Alternatif Sistem Transportasi Perkotaan yang Berkelanjutan.

3. Drs. Hertanto, M.Si., Ph.D. – Studi dan Kajian Politik Kepemiluan dalam Konteks Indonesia.

4. Dr. Dra. Ilim, M.S. – Pengembangan Green Corrosion Inhibitor untuk Efisiensi Pengelolaan Industri Gas dan Minyak Bumi.

5. Intan Fitri Meutia, S.A.N., M.A., Ph.D. – Adaptasi Manajemen Publik Melalui Konvergensi Kearifan Lokal untuk Pengembangan Kebijakan Inklusif.

6. Dr. Kusuma Adhianto, S.Pt., M.P. – Strategi Inovatif dan Berkelanjutan dalam Peningkatan Produktivitas Ternak Ruminansia untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional.

Baca Juga :  HMI Komisariat Persiapan UTB Lampung Gelar Maperca Perdana, Cetak Kader Berintegritas dan Visioner

7. Dr. Ir. Muhammad Irfan Affandi, M.Si. – Pengembangan Kawasan Agropolitan dalam Perspektif Ekonomi Regional.

8. Dr. Neni Hasnunidah, S.Pd., M.Si. – Model Argument-Driven Inquiry Terintegrasi STEN: Membawa Argumentasi Ilmiah ke dalam Pembelajaran Biologi.

9. Dr. Ir. Paul Benyamin Timotiwu, M.S. – Peran Fisiologi Benih dalam Mempertahankan Mutu Benih untuk Ketahanan Pangan.

10. Ir. Siti Nurdjanah, M.Sc., Ph.D. – Pengembangan Gula Cair Nira Batang Kelapa Sawit Tua untuk Mendukung Program Peremajaan Sawit Rakyat.

11. Dr. Drs. Farida Ariyani, M.Pd. – Bahasa dalam Pisaan sebagai Wahana Pelestarian Kebudayaan Lampung pada Konteks Pembelajaran Bahasa Lampung.

12. Dr. Ir. Tumiar Katarina Baritauli Manik, M.Sc. – Perubahan Iklim: Dampak terhadap Pertumbuhan Tanaman dan Proyeksi Ketersediaan Pangan Masa Depan.

13. Dr. Fransiscus Xaverius Sumarja, S.H., M.Hum. – Hak Ruang Bawah Tanah: Perspektif Hak Asasi Manusia di Indonesia.

14. Dr. Hieronymus Soerjatisnanta, S.H., M.H. – Menalarkan Hukum Pancasila: Dialektika Hukum dan Kekuasaan.

Rektor mengakhiri pidatonya dengan harapan bahwa capaian ini membawa inspirasi dan mendorong semangat untuk terus maju di dunia akademik.

Berita Terkait

Zaiyad Namiri Raih Gelar Doktor, Tawarkan Enam Langkah Digitalisasi Sekolah
Beny Sangjaya Pimpin Alumni KAMMI Lampung, Tekankan Konsolidasi dan Arah Kontribusi
Ketika Kampus Lupa Mengajarkan Batas
Lampung Jadi Tuan Rumah Rakernas Purna Jamnas 91, Ketum Teguh Santosa Pimpin Supervisi
Arah Baru FST: Menyulam Ekosistem Sains–Teknologi Halal dari Bandar Lampung
Dari Aula Disdikbud Untuk Lampung Cerdas, Selamat Bekerja Dewan Pendidikan Lampung
Ketika Komitmen Mutu Pendidikan Berhadapan dengan Realitas Anggaran
SPMB Lampung 2026 Dirombak, Kadis Pendidikan Jalur Domisili Kini Lebih Adil dan Berkualitas
Berita ini 121 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 20:04 WIB

Zaiyad Namiri Raih Gelar Doktor, Tawarkan Enam Langkah Digitalisasi Sekolah

Minggu, 19 April 2026 - 16:16 WIB

Beny Sangjaya Pimpin Alumni KAMMI Lampung, Tekankan Konsolidasi dan Arah Kontribusi

Minggu, 19 April 2026 - 08:48 WIB

Ketika Kampus Lupa Mengajarkan Batas

Minggu, 19 April 2026 - 06:03 WIB

Lampung Jadi Tuan Rumah Rakernas Purna Jamnas 91, Ketum Teguh Santosa Pimpin Supervisi

Sabtu, 18 April 2026 - 17:46 WIB

Arah Baru FST: Menyulam Ekosistem Sains–Teknologi Halal dari Bandar Lampung

Berita Terbaru

Berita Lainnya

PAN Mantapkan Langkah Politik di Bandar Lampung

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:28 WIB

Berita Lainnya

400 Jemaah Haji Lampung Utara Siap Berangkat

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:41 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi berandalappung.com