Seragam Jenderal untuk Bobby Kertanegara Simbol Empati atau Isyarat Politik?

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 18 Juli 2025 - 14:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seragam Jenderal untuk Bobby Kertanegara Simbol Empati atau Isyarat Politik?

 

berandalappung.com— Jakarta, Seekor kucing berbulu putih oranye mencuri perhatian di acara Cat Lovers Social Day 2025 yang digelar Polri di Depok. Tapi ini bukan kucing sembarangan. Namanya Bobby Kertanegara kucing peliharaan Presiden Prabowo Subianto yang kini hidup laiknya figur publik. Ia tampil gagah dengan seragam mini ala polisi berpangkat bintang empat.

Penampilan Bobby langsung jadi magnet. Publik gemas, media sosial gaduh. Namun bukan sekadar karena kelucuannya, melainkan karena simbol pangkat tinggi di pundaknya. Di tengah isu pergantian Kapolri yang kian panas, kehadiran Bobby pun ditafsir macam-macam.

“Tiba-tiba bintang empat, jalur ordal!” sindir seorang warganet. Komentar lain menyusul “Kucing istana, pangkat jenderal. Kita yang sarjana aja kalah jauh.”

Pertanyaannya: Apakah ini sekadar lelucon visual atau sinyal politik yang dikemas halus?

Dari Jalanan ke Istana

Tak banyak yang tahu bahwa Bobby dulunya adalah kucing jalanan. Ia dipungut oleh Prabowo saat masih menjabat Menteri Pertahanan. Sejak saat itu, hidupnya berubah total. Dari jalanan menuju istana, dari gelandangan menjadi ikon.

Kini Bobby tampil di panggung resmi, mengenakan seragam polisi bintang empat. Sebagian menilai ini sekadar simbol empati terhadap satwa. Tapi di kalangan pengamat, tak sedikit yang mencium adanya narasi komunikasi kekuasaan yang lebih dalam.

“Simbol adalah bahasa politik yang paling halus tapi paling kuat dampaknya,” kata Dr. Taufik Ramlan, pakar komunikasi politik Universitas Paramadina. “Ketika seekor kucing diberi pangkat jenderal, itu bukan soal binatangnya. Itu soal siapa yang memberinya, dan pesan apa yang ingin disampaikan.”

Polisi Satwa Kini Lebih dari Sekadar K9

Brigadir Jenderal Polisi Tory Kristianto, Direktur Polisi Satwa Baharkam Polri, menjelaskan kehadiran Bobby bukan sekadar hiburan. “Kami ingin menegaskan bahwa semua hewan, apapun bentuknya, layak mendapat perlindungan,” katanya.

Polri kini menjalin kolaborasi lebih luas dengan komunitas pecinta satwa, tak lagi terbatas pada anjing pelacak (K9) atau pasukan kuda. “Ini bagian dari transformasi sosial Polri sebagai mitra masyarakat, termasuk dalam urusan empati terhadap makhluk hidup,” ujar Brigjen Tory.

Simbol, Panggung, dan Isyarat

Acara yang digelar di Cimanggis Golf Estate itu memadukan edukasi, hiburan, dan kampanye sosial. Tapi yang paling mencuri perhatian adalah visual: seekor kucing jalanan kini menjadi ikon yang mengenakan pangkat jenderal.

Baca Juga :  Erick Thohir Digeser Jadi Menpora, Djamari Chaniago Resmi Menko Polkam

Irjen Pol Mulya Hasudungan Ritonga, Kakor Sabhara Baharkam Polri, mengatakan acara ini digelar untuk menggugah kesadaran publik soal pentingnya kepedulian terhadap satwa. “Kepedulian pada hewan adalah refleksi kepedulian kita sebagai bangsa,” ujarnya.

Namun, bagi pengamat politik, simbol semacam ini jarang berdiri sendiri.

“Dalam politik simbolik, pesan yang dibungkus dalam bentuk lucu atau imut justru lebih efektif menjangkau emosi publik. Ketika itu melibatkan hewan peliharaan presiden, kita tidak bisa memisahkannya dari konteks kekuasaan,” ujar Dr. Taufik Ramlan.

Baca Juga :  Pemprov Lampung Pastikan Akhir Bulan Bagikan 5.469 SK PPPK

Apalagi, lanjutnya, saat isu suksesi Kapolri sedang hangat dibahas. “Bintang empat bukan angka netral. Ia punya makna struktural yang kuat dalam tubuh Polri. Ketika dipasangkan ke seekor kucing milik presiden, itu bisa dimaknai sebagai sinyal kedekatan atau dominasi.”

Dari Kasih Sayang ke Kritik Sosial

Bobby, dalam narasi ini, adalah simbol yang memantik banyak tafsir. Ia bisa menjadi ikon belas kasih, bisa pula jadi cermin tentang bagaimana kekuasaan menyampaikan pesannya lewat medium yang tak biasa.

Mungkin benar bahwa Bobby hanya seekor kucing. Tapi dalam komunikasi politik, kadang pesan besar justru datang dari simbol kecil. Dari seekor kucing jalanan yang kini memakai seragam bintang empat.

Editor : Alex Buay Sako

Berita Terkait

Menteri Pigai soal Feri Amsari Dipolisikan: Kritik Dijamin Konstitusi
Soroti Gerakan Makzulkan Presiden Prabowo, KNPI Prestasi Pemerintahan Nyata
PT TUN Menangkan Kubu Slamet Ariyadi Atas Sengketa PB IKA PMII
Duka di Pucuk Pimpinan Demokrat Lampung
Dari Jakarta ke Kotabumi, Aprozi Alam Tinjau dan Bantu Korban Puting Beliung
Ketua DPD PDIP Lampung Winarti: Siapapun Pengurusnya Harus Didukung Dengan Baik
Isu PLt PK Golkar Bandar Lampung Menguat Usai Musda Batal
Peringati Hari Ibu ke 97 tahun 2025, DPC PDI Perjuangan Bandar Lampung Gelar Penanaman Pohon
Berita ini 157 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 14:13 WIB

Menteri Pigai soal Feri Amsari Dipolisikan: Kritik Dijamin Konstitusi

Minggu, 12 April 2026 - 07:45 WIB

Soroti Gerakan Makzulkan Presiden Prabowo, KNPI Prestasi Pemerintahan Nyata

Kamis, 19 Februari 2026 - 08:33 WIB

PT TUN Menangkan Kubu Slamet Ariyadi Atas Sengketa PB IKA PMII

Rabu, 18 Februari 2026 - 09:13 WIB

Duka di Pucuk Pimpinan Demokrat Lampung

Minggu, 15 Februari 2026 - 15:19 WIB

Dari Jakarta ke Kotabumi, Aprozi Alam Tinjau dan Bantu Korban Puting Beliung

Berita Terbaru

Berita Lainnya

Selasa, 21 Apr 2026 - 15:30 WIB

Berita Lainnya

Kekerasan di EPA Memalukan, Sikambara Minta Sanksi Tegas

Senin, 20 Apr 2026 - 08:24 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi berandalappung.com