Posyandu Terintegrasi: Solusi Layanan Kesehatan Holistik untuk Masyarakat

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 17 Desember 2024 - 18:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung (berandalappung.com) – Pemerintah Indonesia terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat dengan menghadirkan program Posyandu Terintegrasi.

Program ini menjadi inovasi strategis untuk menyediakan layanan kesehatan primer yang lebih lengkap, efisien, dan mudah diakses, terutama bagi ibu hamil, bayi, balita, remaja, dewasa, hingga lansia.

Layanan Terpadu di Posyandu

Konsep Posyandu Terintegrasi memungkinkan berbagai layanan kesehatan diberikan dalam satu lokasi. Layanan ini meliputi kesehatan ibu dan anak, imunisasi, pemantauan penyakit tidak menular (PTM), pemeriksaan gizi, serta edukasi kesehatan Selasa, (17/12/2024).

Dengan pendekatan ini, masyarakat, baik di pedesaan maupun perkotaan, mendapatkan akses yang lebih mudah dan merata terhadap layanan kesehatan yang komprehensif.

Pengabdian Dosen dalam Mendukung Posyandu Terintegrasi

Dalam upaya mendukung keberhasilan program ini, dosen-dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia turut berperan aktif melalui kegiatan pengabdian masyarakat.

Salah satunya adalah tim dosen Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, yang melakukan sosialisasi Posyandu Terintegrasi di Desa Bumi Daya, Bumi Restu, dan Pulau Jaya, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan.

Baca Juga :  Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Dorong Inovasi Wujudkan Desa Maju di Lampung

Kegiatan ini dilaksanakan dengan koordinasi bersama Puskesmas Rawat Inap Bumi Daya sebagai penanggung jawab layanan kesehatan di wilayah tersebut.

Sosialisasi ini melibatkan kader Posyandu dari beberapa desa, bidan desa, serta unsur pemerintahan desa yang berkomitmen mendukung penerapan Posyandu Terintegrasi.

Pemerintah desa sepakat untuk memulai program ini melalui Posyandu percontohan dengan layanan mencakup semua kelompok usia.

Peran Strategis Dosen dalam Posyandu Terintegrasi

Koordinator tim, Ns. Sulastri, M.Kep., Sp.Jiwa, menekankan bahwa Posyandu Terintegrasi tidak hanya berfokus pada kesehatan ibu dan anak, tetapi juga mencakup pencegahan penyakit dan pemantauan kesehatan untuk berbagai usia.

Dalam kegiatan ini, dosen berperan aktif melalui beberapa langkah utama:

1. Pelatihan dan Pengembangan Kader Kesehatan

Kader Posyandu dilatih dalam keterampilan dasar, seperti pengukuran status gizi, pemantauan tumbuh kembang anak, pemberian imunisasi, hingga deteksi dini penyakit.

Pelatihan ini memastikan kader mampu menjalankan fungsi posyandu dengan optimal.

Baca Juga :  Gerindra Pesawaran Dukung Penuh Nanda-Antonius, Cabut KTA Dadang

2. Penyuluhan Kesehatan kepada Masyarakat

Dosen memberikan edukasi langsung kepada masyarakat mengenai pola hidup sehat, pencegahan penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi, pentingnya imunisasi, serta pemenuhan gizi seimbang.

3. Pendampingan Pemantauan Tumbuh Kembang

Dosen mendampingi kader dalam pemantauan tumbuh kembang anak dan deteksi dini masalah kesehatan, seperti stunting dan obesitas, untuk memastikan perkembangan fisik dan mental anak berjalan optimal.

4. Kolaborasi dengan Pemerintah dan Lembaga Terkait

Program ini melibatkan kolaborasi erat dengan puskesmas, dinas kesehatan, serta lembaga terkait lainnya untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas layanan Posyandu Terintegrasi.

Komitmen Berkelanjutan

Keberhasilan program Posyandu Terintegrasi membutuhkan kolaborasi kuat antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Melalui pengabdian dosen, program ini mendapat dukungan berupa pelatihan, pendampingan, serta pengembangan berbasis riset.

Dengan adanya Posyandu Terintegrasi, diharapkan masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan yang lebih inklusif dan merata, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.

Berita Terkait

Sekdaprov: Dorong Pendidikan Hingga Kelas Migran Vokasi, Rakernas I APTISI 2026, Perguruan Tinggi Motor Pembangunan Daerah
Survey Rakata : Mirza-Jihan Raih Kepuasan Publik Diatas 80 Persen
Produksi Ternak Lampung Naik 5,85 Persen, DPKH Jelaskan Capaian dan Anggaran
“Kemenag Lampung: Penghulu Pungli Siap Dicopot, SIMKAH Dipakai Tutup Celah Permainan Status Nikah.”
HPN 2027 di Lampung, Dewan Pers Minta Semua Ikut Terlibat
Sekdaprov dan Ketua DWP Agnesia Ikuti Krakatau Run 2026 Perkuat Sport Tourism, Festival Krakatau XXXV
Detik Apresiasi Pendidikan Lampung, Inovasi Jadi Pembeda
Pemprov Lampung Raih Anugerah Pembangunan Terpuji, Gubernur Mirza: Pendidikan Jadi Kunci Kemajuan
Berita ini 86 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 14:45 WIB

Sekdaprov: Dorong Pendidikan Hingga Kelas Migran Vokasi, Rakernas I APTISI 2026, Perguruan Tinggi Motor Pembangunan Daerah

Jumat, 18 September 2026 - 16:10 WIB

Survey Rakata : Mirza-Jihan Raih Kepuasan Publik Diatas 80 Persen

Rabu, 9 September 2026 - 16:10 WIB

Produksi Ternak Lampung Naik 5,85 Persen, DPKH Jelaskan Capaian dan Anggaran

Senin, 7 September 2026 - 13:27 WIB

“Kemenag Lampung: Penghulu Pungli Siap Dicopot, SIMKAH Dipakai Tutup Celah Permainan Status Nikah.”

Rabu, 2 September 2026 - 21:07 WIB

HPN 2027 di Lampung, Dewan Pers Minta Semua Ikut Terlibat

Berita Terbaru

Screenshot

Pemerintahan

Survey Rakata : Mirza-Jihan Raih Kepuasan Publik Diatas 80 Persen

Jumat, 18 Sep 2026 - 16:10 WIB

Pendidikan

Unila Berkawan dengan Petani, Perkenalkan APH untuk Kendalikan HPT

Selasa, 15 Sep 2026 - 06:40 WIB