Manfaat Kotoran Ayam Untuk Pertanian, Langkah Pengolahan Pupuk Organik Ramah Lingkungan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 3 Januari 2025 - 13:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Cara agar Kotoran Ayam Kering untuk Hasilkan Pupuk Berkualitas, Foto: Pexels/FurtherMore Studio.

Ilustrasi Cara agar Kotoran Ayam Kering untuk Hasilkan Pupuk Berkualitas, Foto: Pexels/FurtherMore Studio.

Bandar Lampung (berandalampung.com) – Kotoran ayam basah sering kali menimbulkan bau tidak sedap dan menjadi tempat berkembang biaknya bakteri serta serangga.

Oleh karena itu, pengelolaan yang tepat diperlukan untuk menjaga lingkungan peternakan tetap higienis dan produktif.

Menurut jurnal Pengolahan Kotoran Ayam Menjadi Pupuk Organik Ramah Lingkungan, kotoran ayam merupakan salah satu bahan organik yang berpengaruh terhadap sifat fisik, kimia, dan pertumbuhan tanaman.

Kotoran ayam juga kaya akan nutrisi yang bermanfaat bagi tanaman.

Untuk menjadikannya pupuk organik berkualitas, proses pengeringan dan pengolahan yang benar sangat diperlukan.

Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengeringkan kotoran ayam:

1. Pemilihan Lokasi Pengeringan Pilih lokasi yang mendapat sinar matahari langsung dan memiliki ventilasi yang baik.

Tempatkan kotoran ayam di permukaan yang bersih, seperti terpal atau lantai semen, untuk mencegah kontaminasi dari tanah atau bahan lainnya.

Baca Juga :  HMI Komisariat Pertanian Unila Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Way Lunik

2. Pemisahan Kotoran dari Bahan Lain Pastikan kotoran ayam telah terpisah dari sisa pakan, bulu ayam, atau bahan lain.

Ini penting untuk menjaga kebersihan dan kualitas pupuk yang akan dihasilkan.

3. Pengeringan Secara Alami Jemur kotoran ayam di bawah sinar matahari langsung selama 5 hingga 7 hari, tergantung kondisi cuaca.

Balikkan kotoran secara berkala agar proses pengeringan merata, sehingga tidak ada bagian yang masih basah.

4. Penggunaan Alat Pengering (Jika Perlu) Jika sinar matahari tidak mencukupi, gunakan alat pengering seperti oven atau drum pengering dengan suhu sekitar 50 hingga 60°C.

Hindari suhu yang terlalu tinggi agar tidak merusak kandungan nutrisi dalam kotoran.

5. Penggilingan atau Pengayakan Setelah kotoran kering, haluskan atau ayak untuk mendapatkan tekstur yang lebih lembut dan memudahkan aplikasinya ke tanaman.

Baca Juga :  Sisakan 1 Petahana dan 1 Perempuan, Berikut 14 Nama Calon Anggota KPU Lampung

Langkah ini juga membantu menghilangkan benda kasar yang mungkin masih tersisa.

6. Penyimpanan yang Tepat Simpan kotoran ayam yang telah kering di wadah kedap udara atau karung plastik yang terhindar dari kelembapan.

Pastikan tempat penyimpanan tidak terkena hujan atau udara lembab agar pupuk tetap kering.

7. Pengomposan untuk Pupuk Berkualitas Untuk meningkatkan kualitas pupuk, kotoran ayam yang telah kering dapat melalui proses fermentasi.

Campurkan dengan bahan hijau (seperti daun) dan bahan cokelat (seperti sekam), serta tambahkan bioaktivator seperti EM4.

Proses fermentasi ini dapat membuat pupuk lebih ramah tanaman dan mengurangi risiko bau.

Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, kotoran ayam yang sudah kering dapat diolah menjadi pupuk organik berkualitas tinggi yang bermanfaat bagi kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman secara alami.

Berita Terkait

Aksi Damai di Titik Nol Yogyakarta: Menagih Komitmen Publik untuk Ibu Menyusui
Legislator Cantik Ini Dukung Penuh PWI Lampung Sukseskan HPN dan Porwanas 2027
“Mundur dari Kepala BGN, Nanik Deyang Mengaku Trauma Pegang Uang”
Kasus Dugaan Pemerasan Wahyudi dan Padli Berakhir Vonis 7 Bulan 20 Hari
Pemprov Lampung Resmi Rotasi Pejabat Tinggi Pratama
Malam Nanti di TikTok, Syair Lebaran Bersama Isbedy dan Syaifudin
“Silaturahmi Lintas Generasi KAHMI Lampung, Anas Urbaningrum Gaungkan Semangat ‘Yakin Usaha Sampai”
PPG dan IASH Berkolaborasi Tingkatkan Pengalaman Bagi Penumpang Pesawat di Bandara
Berita ini 100 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:45 WIB

Aksi Damai di Titik Nol Yogyakarta: Menagih Komitmen Publik untuk Ibu Menyusui

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:51 WIB

Legislator Cantik Ini Dukung Penuh PWI Lampung Sukseskan HPN dan Porwanas 2027

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:58 WIB

“Mundur dari Kepala BGN, Nanik Deyang Mengaku Trauma Pegang Uang”

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:49 WIB

Kasus Dugaan Pemerasan Wahyudi dan Padli Berakhir Vonis 7 Bulan 20 Hari

Senin, 4 Mei 2026 - 19:02 WIB

Pemprov Lampung Resmi Rotasi Pejabat Tinggi Pratama

Berita Terbaru

Berita Lainnya

Di Balik Ledakan AI: Profesi Kerah Biru Justru Jadi Bintang Baru

Sabtu, 8 Agu 2026 - 22:15 WIB