Efesiensi Anggaran ala Purbaya: 60 Triliun dari Memangkas “Rapat Tak Perlu”

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 19 Desember 2025 - 15:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rp 60 Triliun dari Rapat yang Dihentikan

 

berandalappung.com— Jakarta, Menteri Keuangan Purbaya membuka satu tabir yang selama ini hanya menjadi bisik-bisik di ruang publik: betapa besarnya anggaran negara yang tersedot untuk kegiatan birokrasi yang minim manfaat.

Dengan kalimat sederhana namun bernada menohok, ia mengumumkan tersedianya dana Rp 60 triliun untuk penanganan bencana di Sumatera tanpa menambah utang dan tanpa memangkas pos-pos vital.

Sumber dana itu, kata Purbaya, bukan dari pemotongan gaji aparatur atau pengorbanan proyek strategis. Ia datang dari satu keputusan yang tampak sepele, tapi berdampak besar: menghentikan rapat-rapat yang tak jelas urgensinya.

“Bukan dari potongan anggaran, tapi dari mengurangi kegiatan yang tidak jelas, rapat yang tidak jelas,” ujar Purbaya.

Pernyataan ini seperti mengafirmasi kecurigaan lama publik. Selama bertahun-tahun, sebagian anggaran negara habis untuk pertemuan di hotel, perjalanan dinas berulang, serta seremoni yang berujung pada laporan tebal yang sering kali hanya menjadi arsip tanpa dampak nyata.

Baca Juga :  Bantuan Beras Dari Bapanas, Diduga Diselewengkan Oleh Kades Gunung Sari Way Khilau

Fakta bahwa Rp 60 triliun dapat dikumpulkan hanya dari efisiensi birokrasi menunjukkan satu hal penting: persoalan anggaran negara bukan semata kekurangan dana, melainkan salah kelola prioritas.

Dana hasil efisiensi itu dialokasikan untuk kebutuhan yang mendesak dan konkret di Sumatera, wilayah yang kerap menjadi langganan bencana. Pemerintah merinci penggunaannya mulai dari logistik bagi korban banjir, rekonstruksi jalan dan jembatan yang rusak, penyediaan hunian sementara bagi pengungsi, hingga pemulihan ekonomi masyarakat terdampak.

“Efisiensi bukan sekadar hemat, tapi memastikan anggaran digunakan untuk hal yang benar-benar bermanfaat,” kata Purbaya.

Namun Purbaya juga tidak menutup mata. Ia menyadari bahwa dana sebesar itu berpotensi menjadi sasaran empuk penyelewengan. Karena itu, ia menjanjikan pengawasan ketat dan audit berlapis agar distribusi anggaran tepat sasaran.

Baca Juga :  JKEL Desak Menteri Kehutanan Evaluasi Kinerja Pejabat Konservasi dan Cabut Izin Lembah Hijau

Di titik inilah kebijakan ini menemukan ujian terbesarnya. Efisiensi anggaran hanya akan bermakna jika dibarengi integritas dalam pelaksanaan. Tanpa pengawasan yang kuat, uang yang “diselamatkan” dari ruang rapat bisa saja berpindah ke kantong yang salah.

Langkah Purbaya adalah sindiran keras bagi budaya birokrasi yang selama ini nyaman dalam rutinitas, sekaligus harapan bagi publik yang menuntut negara hadir secara nyata.

Ia membuktikan bahwa uang negara sebenarnya ada hanya selama ini terlalu sering tersesat di ruang rapat berpendingin udara.

Kini, publik menunggu satu hal: realisasi. Apakah Rp 60 triliun itu benar-benar sampai ke warga Sumatera yang membutuhkan, atau kembali menguap di jalur distribusi.

Efisiensi telah dimulai. Akuntabilitas harus menyusul.

Editor : Alex Buay Sako

Berita Terkait

Aksi Damai di Titik Nol Yogyakarta: Menagih Komitmen Publik untuk Ibu Menyusui
Legislator Cantik Ini Dukung Penuh PWI Lampung Sukseskan HPN dan Porwanas 2027
“Mundur dari Kepala BGN, Nanik Deyang Mengaku Trauma Pegang Uang”
“Silaturahmi Lintas Generasi KAHMI Lampung, Anas Urbaningrum Gaungkan Semangat ‘Yakin Usaha Sampai”
PPG dan IASH Berkolaborasi Tingkatkan Pengalaman Bagi Penumpang Pesawat di Bandara
Wartawan PWI Direncanakan Ikut Retret Bela Negara di Akmil Magelang
Ruby Chairani Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Lampung Selatan
IJP Lampung Kunjungi Pikiran Rakyat: Belajar Strategi Bertahan Media Cetak di Era Digital
Berita ini 61 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:45 WIB

Aksi Damai di Titik Nol Yogyakarta: Menagih Komitmen Publik untuk Ibu Menyusui

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:51 WIB

Legislator Cantik Ini Dukung Penuh PWI Lampung Sukseskan HPN dan Porwanas 2027

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:58 WIB

“Mundur dari Kepala BGN, Nanik Deyang Mengaku Trauma Pegang Uang”

Kamis, 2 April 2026 - 08:56 WIB

“Silaturahmi Lintas Generasi KAHMI Lampung, Anas Urbaningrum Gaungkan Semangat ‘Yakin Usaha Sampai”

Senin, 16 Februari 2026 - 22:32 WIB

PPG dan IASH Berkolaborasi Tingkatkan Pengalaman Bagi Penumpang Pesawat di Bandara

Berita Terbaru

Berita Lainnya

Di Balik Ledakan AI: Profesi Kerah Biru Justru Jadi Bintang Baru

Sabtu, 8 Agu 2026 - 22:15 WIB